OJK gandeng BRI operasikan 20 mobil SIMOLEK
Senin, 24 Februari 2014 - 12:40 WIB
OJK gandeng BRI operasikan 20 mobil SIMOLEK
A
A
A
Sindonews.com - Tingkat literasi atau melek bank dan pemanfaatan produk-produk jasa keuangan masyarakat masih relatif rendah. Belum semua golongan masyarakat di Tanah Air, khususnya golongan masyarakat berpenghasilan rendah dapat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan.
Hal itu disebabkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan infrastruktur di daerah yang masih belum merata. Akibatnya, penetrasi layanan jasa keuangan ke masyarakat menjadi terhambat. Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk mengoperasikan 20 unit mobil SIMOLEK.
“Tujuannya untuk meningkatkan tingkat literasi jasa keuangan masyarakat Indonesia khususnya kepada golongan masyarakat berpenghasilan rendah dan wilayah-wilayah yang belum memiliki infrastruktur yang baik,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali dalam rilisnya, Senin (24/2/2014).
Ali mengatakan, pengoperasian SIMOLEK akan menjadi tanggung jawab BRI mulai 24-28 Februari 2014.
“Ada 20 unit mobil SIMOLEK yang akan berkeliling di hampir seluruh wilayah Indonesia, yakni di 14 kota, 15 Kantor wilayah dan akan dioperasikan oleh 54 kantor cabang BRI serta didukung oleh 46 Teras BRI Keliling dan 34 E-Buzz BRI,” pungkas Ali.
Ali menjelaskan, penempatan mobil SIMOLEK ini nantinya akan disesuaikan dengan titik-titik operasional dari Teras BRI Keliling dan E-Buzz, di mana target utamanya di sentra perekonomian mikro, lokasi pendidikan serta public service.
“Lokasinya bisa di pasar-pasar tradisional, sekolah, rumah sakit, dan lainnya. Misalnya, ketika Teras BRI Keliling menjalankan kegiatan operasionalnya, seperti menerima setoran pembayaran pinjaman ataupun setoran tabungan dari pedagang pasar, SIMOLEK dapat sekaligus memberikan edukasi keuangan bagi mereka,” papar Ali.
Dalam rangkaian yang sama, BRI bekerja sama dengan OJK, juga akan mengadakan Seminar-Lokakarya bertempat di Palangkaraya dan Makassar, bertemakan Literasi Keuangan dengan target audience-nya para pengusaha UMKM setempat pada bulan Agustus dan September mendatang.
Dia mengatakan, BRI sebenarnya sejak lama berupaya membuka akses kepada perbankan secara luas kepada masyarakat. Terbukti melalui berbagai upayanya dengan terus menerus melakukan ekspansi jaringan ke seluruh wilayah Indonesia, baik berupa unit kerja konvensional maupun e-channel, di mana posisi per Desember 2013 tercatat berjumlah 9.808 unit kerja dan 104.570 e-channel.
“Malah ada yang secara khusus masuk ke sentra ekonomi masyarakat kecil, seperti pasar-pasar tradisional, yakni kantor Teras BRI, yang saat ini juga didukung dengan keberadaan Teras BRI Keliling (mobile), di mana keduanya saat ini sudah berjumlah 2677 unit,” jelas Ali.
Selain itu, dengan rencana BRI meluncurkan Teras BRI Kapal di tahun ini, yang akan beroperasi di empat titik, yakni Kepulauan Seribu, Kepulauan Halmahera, Kepulauan Bau-Bau dan Tanjung Selor di Kalimantan.
Hal itu disebabkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan infrastruktur di daerah yang masih belum merata. Akibatnya, penetrasi layanan jasa keuangan ke masyarakat menjadi terhambat. Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk mengoperasikan 20 unit mobil SIMOLEK.
“Tujuannya untuk meningkatkan tingkat literasi jasa keuangan masyarakat Indonesia khususnya kepada golongan masyarakat berpenghasilan rendah dan wilayah-wilayah yang belum memiliki infrastruktur yang baik,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali dalam rilisnya, Senin (24/2/2014).
Ali mengatakan, pengoperasian SIMOLEK akan menjadi tanggung jawab BRI mulai 24-28 Februari 2014.
“Ada 20 unit mobil SIMOLEK yang akan berkeliling di hampir seluruh wilayah Indonesia, yakni di 14 kota, 15 Kantor wilayah dan akan dioperasikan oleh 54 kantor cabang BRI serta didukung oleh 46 Teras BRI Keliling dan 34 E-Buzz BRI,” pungkas Ali.
Ali menjelaskan, penempatan mobil SIMOLEK ini nantinya akan disesuaikan dengan titik-titik operasional dari Teras BRI Keliling dan E-Buzz, di mana target utamanya di sentra perekonomian mikro, lokasi pendidikan serta public service.
“Lokasinya bisa di pasar-pasar tradisional, sekolah, rumah sakit, dan lainnya. Misalnya, ketika Teras BRI Keliling menjalankan kegiatan operasionalnya, seperti menerima setoran pembayaran pinjaman ataupun setoran tabungan dari pedagang pasar, SIMOLEK dapat sekaligus memberikan edukasi keuangan bagi mereka,” papar Ali.
Dalam rangkaian yang sama, BRI bekerja sama dengan OJK, juga akan mengadakan Seminar-Lokakarya bertempat di Palangkaraya dan Makassar, bertemakan Literasi Keuangan dengan target audience-nya para pengusaha UMKM setempat pada bulan Agustus dan September mendatang.
Dia mengatakan, BRI sebenarnya sejak lama berupaya membuka akses kepada perbankan secara luas kepada masyarakat. Terbukti melalui berbagai upayanya dengan terus menerus melakukan ekspansi jaringan ke seluruh wilayah Indonesia, baik berupa unit kerja konvensional maupun e-channel, di mana posisi per Desember 2013 tercatat berjumlah 9.808 unit kerja dan 104.570 e-channel.
“Malah ada yang secara khusus masuk ke sentra ekonomi masyarakat kecil, seperti pasar-pasar tradisional, yakni kantor Teras BRI, yang saat ini juga didukung dengan keberadaan Teras BRI Keliling (mobile), di mana keduanya saat ini sudah berjumlah 2677 unit,” jelas Ali.
Selain itu, dengan rencana BRI meluncurkan Teras BRI Kapal di tahun ini, yang akan beroperasi di empat titik, yakni Kepulauan Seribu, Kepulauan Halmahera, Kepulauan Bau-Bau dan Tanjung Selor di Kalimantan.
(rna)
Lihat Juga :