IHSG diprediksi belum cukup kuat untuk menghijau
Rabu, 26 Februari 2014 - 09:02 WIB
IHSG diprediksi belum cukup kuat untuk menghijau
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampaknya tak memiliki kekuatan yang cukup untuk menanjak naik ke zona hijaunya setalah mayoritas bursa Eropa dan Asia menunjukkan kecenderungan memerah ditambah aksi profit taking yang masih menghantui market Tanah Air.
"IHSG kami perkirakan juga berpeluang melanjutkan pelemahannya hari ini dipengaruhi oleh kondisi bursa dunia, serta nihilnya katalis baru dari domestik dengan kisaran pergerakan pada level support 4.534 - 4.549 dan level resistance 4.610 - 4.624," kata analis riset PT Danpac Sekuritas Teuku Hendry Andrean, Rabu (26/2/2014).
Menilik lajunya secara historikal, IHSG pada perdagangan kemarin (25/2/2014) kembali ditutup dalam teritori negatif atau kembali melemah dengan besaran pelemahan yang lebih signifikan dibanding sehari sebelumnya.
IHSG tampaknya tidak mampu mengikuti tren positif bursa global malam sebelumnya yang memang dipicu oleh sentimen domestik. Sementara bursa regional Asia lainnya pada perdagangan kemarin terlihat berada dalam tren mixed.
"Pelemahan IHSG pada perdagangan kali ini terlihat dimotori oleh pelemahan keseluruhan sektor industri di dalamnya tanpa ada satupun yang mampu ditutup menguat dimana pelemahan sektor keuangan, infrastruktur, pertambangan dan properti di atas 1 persen sebagai motor utamanya," papar dia.
Sementara investor asing terlihat masih membukukan net buying kemarin dengan nilainya mencapai Rp58,32 miliar. Dari luar negeri, bursa global pada perdagangan semalam terlihat berada dalam tren negatif dengan bursa eropa dan bursa AS terlihat sama-sama ditutup merata melemah dengan besaran pelemahan yang terbilang tipis.
Pelemahan tipis bursa Eropa semalam dipengaruhi oleh pelemahan saham-saham pertambangan terutama saham-saham sumber daya dasar dipicu oleh kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi China setelah Indeks Harga Rumah di negara tersebut mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam 14 tahun.
Berita positif dari keputusan Komisi Eropa menaikkan prediksi pertumbuhan ekonomi zona Eropa dari 1,1 persen di 2014 dan 1,7 persen di 2015 menjadi 1,2 persen di 2014 dan 1,8 persen di 2015 terlihat tidak mampu sentimen negatif dari China tersebut.
Sementara pelemahan tipis bursa AS semalam dipengaruhi oleh penurunan Indeks Keyakinan Konsumen di AS per Februari di luar ekspektasi pasar, yaitu dari 79,4 di Januari menjadi 78,1 di bulan Februari atau dibawah level konsensus yang memperkirakan adanya kenaikan ke level 80.
Tren negatif bursa eropa dan AS tersebut serta kekhawatiran kondisi pertumbuhan ekonomi China yang dipicu oleh penurunan Indeks Harga Rumah di negara tersebut kami perkirakan akan membuat bursa Asia berpotensi bergerak dalam teritori negatif hari ini.
"IHSG kami perkirakan juga berpeluang melanjutkan pelemahannya hari ini dipengaruhi oleh kondisi bursa dunia, serta nihilnya katalis baru dari domestik dengan kisaran pergerakan pada level support 4.534 - 4.549 dan level resistance 4.610 - 4.624," kata analis riset PT Danpac Sekuritas Teuku Hendry Andrean, Rabu (26/2/2014).
Menilik lajunya secara historikal, IHSG pada perdagangan kemarin (25/2/2014) kembali ditutup dalam teritori negatif atau kembali melemah dengan besaran pelemahan yang lebih signifikan dibanding sehari sebelumnya.
IHSG tampaknya tidak mampu mengikuti tren positif bursa global malam sebelumnya yang memang dipicu oleh sentimen domestik. Sementara bursa regional Asia lainnya pada perdagangan kemarin terlihat berada dalam tren mixed.
"Pelemahan IHSG pada perdagangan kali ini terlihat dimotori oleh pelemahan keseluruhan sektor industri di dalamnya tanpa ada satupun yang mampu ditutup menguat dimana pelemahan sektor keuangan, infrastruktur, pertambangan dan properti di atas 1 persen sebagai motor utamanya," papar dia.
Sementara investor asing terlihat masih membukukan net buying kemarin dengan nilainya mencapai Rp58,32 miliar. Dari luar negeri, bursa global pada perdagangan semalam terlihat berada dalam tren negatif dengan bursa eropa dan bursa AS terlihat sama-sama ditutup merata melemah dengan besaran pelemahan yang terbilang tipis.
Pelemahan tipis bursa Eropa semalam dipengaruhi oleh pelemahan saham-saham pertambangan terutama saham-saham sumber daya dasar dipicu oleh kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi China setelah Indeks Harga Rumah di negara tersebut mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam 14 tahun.
Berita positif dari keputusan Komisi Eropa menaikkan prediksi pertumbuhan ekonomi zona Eropa dari 1,1 persen di 2014 dan 1,7 persen di 2015 menjadi 1,2 persen di 2014 dan 1,8 persen di 2015 terlihat tidak mampu sentimen negatif dari China tersebut.
Sementara pelemahan tipis bursa AS semalam dipengaruhi oleh penurunan Indeks Keyakinan Konsumen di AS per Februari di luar ekspektasi pasar, yaitu dari 79,4 di Januari menjadi 78,1 di bulan Februari atau dibawah level konsensus yang memperkirakan adanya kenaikan ke level 80.
Tren negatif bursa eropa dan AS tersebut serta kekhawatiran kondisi pertumbuhan ekonomi China yang dipicu oleh penurunan Indeks Harga Rumah di negara tersebut kami perkirakan akan membuat bursa Asia berpotensi bergerak dalam teritori negatif hari ini.
(rna)
Lihat Juga :