Bayar iuran OJK, Bank Mutiara naikkan biaya dana

Rabu, 26 Februari 2014 - 14:55 WIB
Bayar iuran OJK, Bank...
Bayar iuran OJK, Bank Mutiara naikkan biaya dana
A A A
Sindonews.com - Corporate Secretary PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) Rohan Hafas mengatakan, pihaknya menilai besaran iuran yang diterapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap industri di sektor keuangan sesuai dan tidak memberatkan.

"Kami ikuti aturannya, angkanya mumpuni dan fair. Jumlah diberikan 0,03 persen sangat tidak memberatkan," kata Rohan Hafas di Equity Tower, Jakarta, Rabu (26/2/2014).

Rohan menuturkan, untuk memenuhi dana iuran tersebut, pihaknya tidak akan membebankannya kepada nasbah. Karena hal tersebut, sehingga diproyeksikan kinerja perseroan akan sedikit terpengaruh lantara iuran itu akan meningkatkan beban operasional perseroan.

"Besaran iuran yang ditetapkan OJK dan juga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu berbeda. Fungsi masing-masing kan berbeda. OJK terdiri dari beberapa sektor yang diambil dari aset, sedangkan LPS diambilnya premi Dana Pihak Ketiga (DPK)," terang dia.

Dengan alasan tidak bisa membebankannya kepada nasabah, maka pesreroan akan melakukan sejumlah terobosan, salah satunya adalah dengan menaikkan biaya dana (cost of fund).

"Naikkan biaya dana (cost of fund) dari DPK, kan biaya dana dari macam-macam, ada deposito, tabungan dan giro," pungkas dia.

Seperti diketahui, pada 1 Maret 2014 mendatang, OJK secara resmi memberlakukan pungutan sebesar 0,03-0,06 persen bagi industri jasa keuangan, pasar modal, perbankan dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB). Adapun, besaran pungutan ini akan disesuaikan dengan besar aset masing-masing perusahaan bersangkutan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Merger dan Akuisisi...
Merger dan Akuisisi Bank Digital Demi Memperkuat Permodalan
OJK Beberkan Kelemahan...
OJK Beberkan Kelemahan yang Menghambat Pertumbuhan Bank Syariah
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
OJK Kumpulkan 15 Bank...
OJK Kumpulkan 15 Bank Minta Revisi RBB Lebih Optimistis
Modal Naik Jadi Rp3...
Modal Naik Jadi Rp3 Triliun, Kesempatan Bank Besar Akuisisi Bank Kecil
OJK Cabut Izin Usaha...
OJK Cabut Izin Usaha BPRS Gotong Royong Subang
Berita Terkini
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
1 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
3 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
5 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
5 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
8 jam yang lalu
Infografis
Rp708 Juta per Jam,...
Rp708 Juta per Jam, Biaya Operasional F-35 Israel Sekali Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved