Kebutuhan uang masyarakat Sulsel diproyeksi Rp16,21 T

Rabu, 26 Februari 2014 - 19:54 WIB
Kebutuhan uang masyarakat...
Kebutuhan uang masyarakat Sulsel diproyeksi Rp16,21 T
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia memproyeksi kebutuhan uang masyarakat Sulsel pada 2014 ini akan menembus Rp16,21 triliun atau meningkat 15 persen dari kebutuhan 2013 lalu yang mencapai Rp14,1 triliun.

Deputi Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi, Maluku, dan Papua, Harymurthy Gunawan mengatakan, setiap tahunnya kebutuhan uang di masyarakat terus menunjukkan trend peningkatan. Ini sebagai imbas atas kemajuan perekonomian di wilayah ini.

Dia mencontohkan, pada 2010 jumlah uang yang dikeluarkan BI di Sulsel Rp4,4 triliun, 2011 sebanyak Rp8,9 triliun, 2012 sebanyak Rp11,8 triliun.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya di wilayah ini selalu terjadi trend peningkatan penggunaan uang. Tahun ini diprediksi meningkat sekitar 10-15 persen, karena semakin membaiknya daya beli masyarakat,” ungkapnya, Rabu (26/2/2014).

Menurut Harymurthy, meningkatnya daya beli masyarakat disebabkan banyak faktor. Misalnya kenaikan upah minimum provinsi Sulsel dari Rp1,5 juta menjadi Rp1,9 juta. Selain itu, adanya pembayaran sertifikasi guru sekitar Rp20 juta sampai Rp30 juta per orang yang jika diestimasi bisa mencapai Rp300 miliar dalam setahun.

Faktor lain, tambah dia, adanya peningkatan penarikan uang masyarakat pada saat hari raya besar keagamaan dan liburan panjang. Di saat seperti ini biasanya BI akan menyiapkan tambahan uang.

“Di moment ini kita siapkan sesuai kebutuhan. Tidak ada estimasi tertentu. Tapi memang kebutuhan sangat meningkat karena konsumsi masyarakat yang meninggi,” jelasnya.

Dia menambahkan, dalam menghadapi Pemilu, BI tidak melakukan penambahan peredaran uang. BI tidak pernah membuat kebijakan khusus setiap ada pesta demokrasi. Bank sentral juga tidak pernah mengukur secara khusus berapa kebutuhan uang calon legislatif atau calon kepala daerah setiap ada pemilihan.

Dikonfirmasi terpisah, Pengamat Ekonomi Bidang Manajemen Keuangan dan Perbankan dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Mursalim Nohong mengatakan, pesta demokrasi memang menjadi pemicu meningkatnya permintaan masyarakat akan uang tunai. "Konsumsi meningkat. Semakin mendekati hari H, dipastikan akan semakin meningkat," ujarnya.

Selain itu, kata dia, keputusan KPU soal mekanisme kampanye Pemilu 2014 yang lebih mengedepankan dialog tatap muka dan kosolidasi antara caleg dengan masyarakat akan mendorong konsumsi makan dan minum.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
22 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
34 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved