Masyarakat Sulsel minati sukuk ritel

Rabu, 26 Februari 2014 - 20:39 WIB
Masyarakat Sulsel minati...
Masyarakat Sulsel minati sukuk ritel
A A A
Sindonews.com - Minat masyarakat di Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk membeli instrumen surat utang negara berbasis syariah alias sukuk ritel cukup tinggi. Sejumlah agen penjualan di daerah ini, optimis mampu membukukan transaksi puluhan miliar rupiah.

Branch Manager Mega Capital Makassar, Carlo Coutrier mengatakan, sampai penutupan batas penjualan nanti, pihaknya telah memproyeksikan penjualan sebesar Rp20 miliar. Apalagi sampai hari ini Mega Capital telah berhasil menghimpun sebesar Rp5 miliar permintaan.

“Kalau berbicara target sebetulnya kita sebanyak-banyaknya tergantung permintaan masyarakat dan jatah dari departemen keuangan. Yang pasti kami hanya ingin membantu negara dalam memasarkan seri SR-006,” ungkapnya kepada SINDO, Rabu (26/2/2014).

Menurut Carlo, minat masyarakat di sulsel cukup besar. Tidak hanya di Kota Makassar, bahkan instrumen investasi yang dikeluarkan pemerintah setahun sekali tersebut, juga diminati daerah seperti Pare-Pare.

Hanya saja lanjut dia, selama ini masih banyak masyarakat yang belum bisa membedakan antara instrumen obligasi ritel (ORI) dan Sukuk Ritel. Padahal penekanan untuk Sukuk Ritel lebih berorientasi pada akad syariah.

Sekadar mengingatkan, masa penawaran sukuk ritel berlangsung pada 14 Februari hingga 28 Februari 2014 dengan tenor tiga tahun. Jatuh temponya sendiri adalah 5 Maret 2017.

Dalam hal ini pemerintah membatasi target investor pembeli sukuk ritel, yakni hanya untuk warga negara Indonesia pribadi dan bukan perusahaan. Target jual untuk sukuk ritel sesuai jatah departemen keuangan menghimpun sebanyak-banyaknya alokasi permintaan masyarakat.

Nilai nominal per unit Rp1 juta. Nilai nominal pemesanan pembelian Rp5 juta (5 unit) dan kelipatan Rp5 juta serta batas maksimum sebesar Rp5 miliar. Dari sisi imbal hasil, SR-006 menawarkan return 8,75 persen.

“Sukuk ritel ini juga telah bisa diperjualbelikan kembali setelah satu bulan penerbitan, tidak harus menunggu jatuh tempo tenor tiga tahun,” jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Optimalkan Layanan Transaksi...
Optimalkan Layanan Transaksi SBN, BCA Sabet 3 Penghargaan dari Kementerian Keuangan
Pemerintah Terbitkan...
Pemerintah Terbitkan SBN Ritel, Moduit Ajak Masyarakat Investasi dan Berkontribusi untuk Negeri
Berbagi Beban, BI Borong...
Berbagi Beban, BI Borong Surat Utang Pemerintah Rp457 Triliun
Laris Manis! Lelang...
Laris Manis! Lelang Surat Utang Negara Tembus Rp69,95 Triliun
Dana Segar Rp22 Triliun...
Dana Segar Rp22 Triliun Dikantongi Pemerintah dari Hasil Lelang 7 Surat Utang
Beli Surat Utang Negara...
Beli Surat Utang Negara Dijamin Halal, Hasilnya Dipakai Buat Penanganan Covid-19
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
13 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved