Rupiah diperkirakan terkoreksi
Jum'at, 28 Februari 2014 - 08:58 WIB
Rupiah diperkirakan terkoreksi
A
A
A
Sindonews.com - Jelang penutupan perdagangan bulan ini, laju rupiah justru diproyeksi harus terkoreksi atas dolar Amerika Serikat (USD), karena pelaku pasar melakukan aksi tunggu pidato presiden The Fed.
"Laju rupiah mendekati level support Rp11.688 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp11.689-11.654 (mengacu kurs tengah BI)," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Jumat (28/2/2014).
Menilik perdagangan kemarin, laju nilai tukar rupiah masih terkoreksi meski tipis setelah pelaku pasar mulai merespon masih adanya perlambatan ekonomi global yang berpeluang mengganggu laju nilai perdagangan ekspor impor Indonesia.
Di sisi lain, meski sentimen tappering The Fed telah didengungkan sebelumnya dan telah dihasilkan keputusan untuk mengurangi pembelian obligasi setiap bulan, namun pelaku pasar ingin memastikan realisasi atas keputusan tersebut. Sehingga lebih cenderung wait and see.
"Apalagi pelaku pasar juga menantikan pidato dari Janet Yellen untuk memberikan testimoninya, di mana sebelumnya sempat tertunda karena adanya badai," pungkas dia.
"Laju rupiah mendekati level support Rp11.688 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp11.689-11.654 (mengacu kurs tengah BI)," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Jumat (28/2/2014).
Menilik perdagangan kemarin, laju nilai tukar rupiah masih terkoreksi meski tipis setelah pelaku pasar mulai merespon masih adanya perlambatan ekonomi global yang berpeluang mengganggu laju nilai perdagangan ekspor impor Indonesia.
Di sisi lain, meski sentimen tappering The Fed telah didengungkan sebelumnya dan telah dihasilkan keputusan untuk mengurangi pembelian obligasi setiap bulan, namun pelaku pasar ingin memastikan realisasi atas keputusan tersebut. Sehingga lebih cenderung wait and see.
"Apalagi pelaku pasar juga menantikan pidato dari Janet Yellen untuk memberikan testimoninya, di mana sebelumnya sempat tertunda karena adanya badai," pungkas dia.
(izz)