PT Pos bidik Rp1,65 T melalui layanan jasa keuangan
Minggu, 02 Maret 2014 - 17:57 WIB
PT Pos bidik Rp1,65 T melalui layanan jasa keuangan
A
A
A
Sindonews.com - PT Pos Indonesia (Persero) sepanjang tahun ini membidik pendapatan melalui layanan jasa keuangan sebesar Rp1,65 triliun atau meningkat 15 persen dibandingkan pencapaian hingga akhir tahun lalu sebesar Rp1,402 triliun.
Direktur Utama PT Pos Indonesia, Budi Setiawan mengatakan pendapatan layanan jasa keuangan perseroan diperoleh melalui tiga produk yaitu Weselpos Instan, PosPay dan remitensi melalui Western Union.
Selain itu, perseroan juga mempunyai layanan pengiriman dana pensiun dan penyaluran dana badan layanan umum (BLU).
“Tahun ini kami menargetkan memperoleh Rp1,65 triliun dari layanan jasa keuangan atau naik 15,5 persen hingga 15,6 persen dibandingkan perolehan tahun lalu,” kata Budi usai menghadiri peluncuran program ‘Luber Hadiah Waselpos Instan dan PosPay 2014’ di Jakarta, akhir pekan lalu.
Lebih lanjut dia menjabarkan, layanan jasa keuangan terbesar atau 40 persen masih diperoleh dari produk PosPay. Layanan ini memberikan sarana bagi pelanggan untuk membayar apa saja di kantor pos, seperti listrik, telepon, pajak dan cicilan kredit.
Sedangkan produk remitensi diperkirakan mencapai 36-37 persen yang diperoleh melalui kerjasama dengan Western Union. Sisanya berasal dari produk Weselpos Instan berupa sarana pengiriman uang ke seluruh pelosok Indonesia.
“Saat ini kami memiliki 3.800 kantor pos yang tersebar di pelosok Tanah Air, akan ada penambahan 500 kantor pos pada tahun ini. Jumlahnya belum termasuk 10.000 hingga 11.000 agen yang tersebar hingga ke sejumlah negara. Perseroan juga mempunyai 169 mitra dealer untuk pembayaran di kantor pos,” jelas Budi.
Menurut Budi, perolehan pendapatan melalui layanan jasa keuangan menyumbang sekitar 38 persen dari pendapatan konsilidasi perseroan.
Sebagai catatan, tahun ini PT Pos Indonesia menargetkan pendapatan konsilidasi sebesar Rp4,3 triliun. Penyumbang pendapatan terbesar, lanjut dia, berasal dari jasa pengiriman surat dan barang sebesar 54 persen. Sisanya berasal dari ritel sekitar 8 persen dan logistik.
Direktur Utama PT Pos Indonesia, Budi Setiawan mengatakan pendapatan layanan jasa keuangan perseroan diperoleh melalui tiga produk yaitu Weselpos Instan, PosPay dan remitensi melalui Western Union.
Selain itu, perseroan juga mempunyai layanan pengiriman dana pensiun dan penyaluran dana badan layanan umum (BLU).
“Tahun ini kami menargetkan memperoleh Rp1,65 triliun dari layanan jasa keuangan atau naik 15,5 persen hingga 15,6 persen dibandingkan perolehan tahun lalu,” kata Budi usai menghadiri peluncuran program ‘Luber Hadiah Waselpos Instan dan PosPay 2014’ di Jakarta, akhir pekan lalu.
Lebih lanjut dia menjabarkan, layanan jasa keuangan terbesar atau 40 persen masih diperoleh dari produk PosPay. Layanan ini memberikan sarana bagi pelanggan untuk membayar apa saja di kantor pos, seperti listrik, telepon, pajak dan cicilan kredit.
Sedangkan produk remitensi diperkirakan mencapai 36-37 persen yang diperoleh melalui kerjasama dengan Western Union. Sisanya berasal dari produk Weselpos Instan berupa sarana pengiriman uang ke seluruh pelosok Indonesia.
“Saat ini kami memiliki 3.800 kantor pos yang tersebar di pelosok Tanah Air, akan ada penambahan 500 kantor pos pada tahun ini. Jumlahnya belum termasuk 10.000 hingga 11.000 agen yang tersebar hingga ke sejumlah negara. Perseroan juga mempunyai 169 mitra dealer untuk pembayaran di kantor pos,” jelas Budi.
Menurut Budi, perolehan pendapatan melalui layanan jasa keuangan menyumbang sekitar 38 persen dari pendapatan konsilidasi perseroan.
Sebagai catatan, tahun ini PT Pos Indonesia menargetkan pendapatan konsilidasi sebesar Rp4,3 triliun. Penyumbang pendapatan terbesar, lanjut dia, berasal dari jasa pengiriman surat dan barang sebesar 54 persen. Sisanya berasal dari ritel sekitar 8 persen dan logistik.
(gpr)
Lihat Juga :