Investasi asing di Sulsel menurun
Minggu, 02 Maret 2014 - 19:09 WIB
Investasi asing di Sulsel menurun
A
A
A
Sindonews.com - Realisasi investasi asing di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sepanjang 2013 lalu menunjukkan penurunan jika dibanding 2012.
Kepapa Perwakilan Bank Indonesia (BI) Regional I Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampu) Suhaedi mengatakan, Penanaman Modal Asing (PMA) mengalami kontraksi dengan nilai realisasi dari USD582,58 juta menjadi USD462,78 juta.
"Penurunan investasi asing di Sulsel dalam setahun sampai USD 19,80 juta," ungkapnya, Minggu (2/3/2014).
Menurut Suhaedi, penurunan tersebut merupakan pengaruh perekonomian global yang belum pulih sepenuhnya. Sehingga kontraksi dapat terlihat jelas pada kinerja triwulan IV sebesar -32,24 persen secara year on year (yoy).
Dari USD582,58 juta, lanjutnya, sektor yang paling banyak menyerap adalah sektor sekunder sebesar 66 persen atau USD303 miliar, disusul sektor primer sebesar 20 persen atau USD94 miliar dan sektor tersier sebesar 14 persen atau USD66 miliar.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, keberadaan investor asing sangat penting bagi akselerasi perekonomian di Sulsel. Daerah, kata dia, tidak bisa hanya bersandar pada APBN.
"Potensi perekonomian yang dimiliki Sulsel sangat menjanjikan. Dan kita sangat membutuhkan bantuan investasi dari luar karena susah mengharapkan anggaran pusat," ujarnya.
Untuk menarik investor agar mau menanam modal di daerah ini, Sulsel harus berebut dengan provinsi lain di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Apalagi investor asing memberi kontribusi cukup tinggi dalam raihan PDRB.
Karena itu, pemerintah daerah memang dituntut harus bisa mempresentasikan kebutuhan investasi dengan baik untuk mendapatkan win-win solution yang nantinya menguntungkan pemerintah, masyarakat, dan investor.
Kepapa Perwakilan Bank Indonesia (BI) Regional I Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampu) Suhaedi mengatakan, Penanaman Modal Asing (PMA) mengalami kontraksi dengan nilai realisasi dari USD582,58 juta menjadi USD462,78 juta.
"Penurunan investasi asing di Sulsel dalam setahun sampai USD 19,80 juta," ungkapnya, Minggu (2/3/2014).
Menurut Suhaedi, penurunan tersebut merupakan pengaruh perekonomian global yang belum pulih sepenuhnya. Sehingga kontraksi dapat terlihat jelas pada kinerja triwulan IV sebesar -32,24 persen secara year on year (yoy).
Dari USD582,58 juta, lanjutnya, sektor yang paling banyak menyerap adalah sektor sekunder sebesar 66 persen atau USD303 miliar, disusul sektor primer sebesar 20 persen atau USD94 miliar dan sektor tersier sebesar 14 persen atau USD66 miliar.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, keberadaan investor asing sangat penting bagi akselerasi perekonomian di Sulsel. Daerah, kata dia, tidak bisa hanya bersandar pada APBN.
"Potensi perekonomian yang dimiliki Sulsel sangat menjanjikan. Dan kita sangat membutuhkan bantuan investasi dari luar karena susah mengharapkan anggaran pusat," ujarnya.
Untuk menarik investor agar mau menanam modal di daerah ini, Sulsel harus berebut dengan provinsi lain di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Apalagi investor asing memberi kontribusi cukup tinggi dalam raihan PDRB.
Karena itu, pemerintah daerah memang dituntut harus bisa mempresentasikan kebutuhan investasi dengan baik untuk mendapatkan win-win solution yang nantinya menguntungkan pemerintah, masyarakat, dan investor.
(gpr)
Lihat Juga :