Rupiah berpotensi melaju positif
Senin, 03 Maret 2014 - 08:31 WIB
Rupiah berpotensi melaju positif
A
A
A
Sindonews.com - Tak mau kalah dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), laju rupiah diprediksi berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD) meskipun masih ada sentimen negatif yang berhembus.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, penguatan yang terjadi terutama dipicu laju USD yang secara umum masih menunjukkan tren pelemahan, di mana rupiah memanfaatkan kondisi tersebut untuk dapat melaju positif.
"Karena nilai USD sedang melemah terlibas laju apresiasi euro dan yen, maka rupiah pun memanfaatkannya dengan melaju positif. Laju rupiah melewati level support Rp11.654 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp11.658-11.620 mengacu kurs tengah BI," kata Reza Senin (3/3/2014).
Reza mengatakan, meski laju nilai tukar rupiah berbalik menguat mengikuti apresiasi yang terjadi di lantai bursa, namun investor diminta tetap waspada lantaran penguatan ini diiringi dengan pemberitaan yang cukup negatif dimana Bank Indonesia (BI) akan kembali mencoba menstabilkan laju penguatan tersebut agar tidak melaju terlalu cepat.
Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan Gubernur BI sendiri yang mengatakan laju rupiah akan bertahan pada level saat ini dan penguatan akan terbatas.
"Ada juga beredar penilaian negatif, di mana neraca perdagangan Januari akan mengalami penurunan," pungkas dia.
Akhir pekan lalu, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.634 per USD atau menguat 41 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.675 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.610 per USD. Posisi ini terapresiasi 57 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp11.667 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, penguatan yang terjadi terutama dipicu laju USD yang secara umum masih menunjukkan tren pelemahan, di mana rupiah memanfaatkan kondisi tersebut untuk dapat melaju positif.
"Karena nilai USD sedang melemah terlibas laju apresiasi euro dan yen, maka rupiah pun memanfaatkannya dengan melaju positif. Laju rupiah melewati level support Rp11.654 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp11.658-11.620 mengacu kurs tengah BI," kata Reza Senin (3/3/2014).
Reza mengatakan, meski laju nilai tukar rupiah berbalik menguat mengikuti apresiasi yang terjadi di lantai bursa, namun investor diminta tetap waspada lantaran penguatan ini diiringi dengan pemberitaan yang cukup negatif dimana Bank Indonesia (BI) akan kembali mencoba menstabilkan laju penguatan tersebut agar tidak melaju terlalu cepat.
Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan Gubernur BI sendiri yang mengatakan laju rupiah akan bertahan pada level saat ini dan penguatan akan terbatas.
"Ada juga beredar penilaian negatif, di mana neraca perdagangan Januari akan mengalami penurunan," pungkas dia.
Akhir pekan lalu, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.634 per USD atau menguat 41 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.675 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.610 per USD. Posisi ini terapresiasi 57 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp11.667 per USD.
(rna)