Tana Toraja didesak percepat proses tender proyek
Senin, 03 Maret 2014 - 11:00 WIB
Tana Toraja didesak percepat proses tender proyek
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja didesak mempercepat proses tender proyek yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2014.
“Tidak ada ruginya, pemkab Tana Toraja mempercepat pelaksanaan tender proyek tahun ini. Justru proyek pembangunan yang akan dilaksanakan tahun ini dapat berjalan lancar,” ujar Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) kabupaten Tana Toraja, Jimmy Andilolo di Makale, akhir pekan kemarin.
Dia menyatakan, percepatan pelaksanaan proses tender agar tidak ada lagi proyek pembangunan yang tertunda pekerjaannya lantaran waktu pekerjaan dengan masa akhir pekerjaan sangat mepet. Apalagi, penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2014 sedikit molor karena baru ditetapkan Januari lalu.
Dicontohkan, beberapa paket proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) infrastruktur jalan di Dinas Pekerjaan Umum tahun anggaran 2013 terpaksa baru akan dilaksanakan tahun ini karena proses tender yang terlambat.
Selain itu, percepatan pelaksanaan tender juga untuk menghasilkan kualitas pekerjaan proyek lebih optimal dan pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu. Idealnya, tender pekerjaan proyek tahun anggaran 2014 sudah bisa dilaksanakan pada bulan Maret-April sehingga kontraktor pemenang tender sudah memulai pekerjaannya di bulan Mei.
Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ada proyek yang baru ditender pada bulan Juli-Agustus sehingga pekerjaan di lapangan baru dimulai pada bulan September.
“Kami berharap, proses tender proyek seluruh satuan kerja perangkat daerah bisa dilaksanakan paling lambat April sehingga pekerjaan di lapangan bisa dimulai pada bulan Mei,” ujarnya.
Ketua Gapensi Tana Toraja itu juga meminta agar pemkab Tana Toraja memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan proyek yang dikerjakan tahun ini. Lemahnya pengawasan akan berdampak pada buruknya kualitas proyek. Tidak menutup kemungkinan, ada oknum kontraktor yang mengerjakan proyek asal jadi sehingga mempengaruhi kualitas hasil pekerjaan.
Begitu juga dengan SKPD jangan hanya menerima laporan di atas meja saja tetapi betul-betul turun memantau langsung pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Pimpinan SKPD juga harus bersikap tegas terhadap para kontraktor yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Kontraktor yang terlambat menyelesaikan pekerjaannya siap mendapat sanksi dari pemerintah karena itu sudah resiko dari pekerjaan.
Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor terlebih dahulu menandatangani kontrak kerja yang menandakan kontraktor siap menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
“Harus ada pengawasan yang lebih ketat terhadap kualitas proyek di daerah ini. Jangan sampai ada pekerjaan yang baru selesai dikerjakan dalam waktu yang tidak lama sudah rusak akibat lemahnya pengawasan dari intansi terkait,” ujarnya.
Sekretaris Dinas PU Tana Toraja, Nirus Nicolas menyatakan saat ini pihaknya sementara mempersiapkan seluruh berkas dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan proses tender melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
“Tidak ada ruginya, pemkab Tana Toraja mempercepat pelaksanaan tender proyek tahun ini. Justru proyek pembangunan yang akan dilaksanakan tahun ini dapat berjalan lancar,” ujar Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) kabupaten Tana Toraja, Jimmy Andilolo di Makale, akhir pekan kemarin.
Dia menyatakan, percepatan pelaksanaan proses tender agar tidak ada lagi proyek pembangunan yang tertunda pekerjaannya lantaran waktu pekerjaan dengan masa akhir pekerjaan sangat mepet. Apalagi, penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2014 sedikit molor karena baru ditetapkan Januari lalu.
Dicontohkan, beberapa paket proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) infrastruktur jalan di Dinas Pekerjaan Umum tahun anggaran 2013 terpaksa baru akan dilaksanakan tahun ini karena proses tender yang terlambat.
Selain itu, percepatan pelaksanaan tender juga untuk menghasilkan kualitas pekerjaan proyek lebih optimal dan pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu. Idealnya, tender pekerjaan proyek tahun anggaran 2014 sudah bisa dilaksanakan pada bulan Maret-April sehingga kontraktor pemenang tender sudah memulai pekerjaannya di bulan Mei.
Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ada proyek yang baru ditender pada bulan Juli-Agustus sehingga pekerjaan di lapangan baru dimulai pada bulan September.
“Kami berharap, proses tender proyek seluruh satuan kerja perangkat daerah bisa dilaksanakan paling lambat April sehingga pekerjaan di lapangan bisa dimulai pada bulan Mei,” ujarnya.
Ketua Gapensi Tana Toraja itu juga meminta agar pemkab Tana Toraja memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan proyek yang dikerjakan tahun ini. Lemahnya pengawasan akan berdampak pada buruknya kualitas proyek. Tidak menutup kemungkinan, ada oknum kontraktor yang mengerjakan proyek asal jadi sehingga mempengaruhi kualitas hasil pekerjaan.
Begitu juga dengan SKPD jangan hanya menerima laporan di atas meja saja tetapi betul-betul turun memantau langsung pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Pimpinan SKPD juga harus bersikap tegas terhadap para kontraktor yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Kontraktor yang terlambat menyelesaikan pekerjaannya siap mendapat sanksi dari pemerintah karena itu sudah resiko dari pekerjaan.
Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor terlebih dahulu menandatangani kontrak kerja yang menandakan kontraktor siap menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
“Harus ada pengawasan yang lebih ketat terhadap kualitas proyek di daerah ini. Jangan sampai ada pekerjaan yang baru selesai dikerjakan dalam waktu yang tidak lama sudah rusak akibat lemahnya pengawasan dari intansi terkait,” ujarnya.
Sekretaris Dinas PU Tana Toraja, Nirus Nicolas menyatakan saat ini pihaknya sementara mempersiapkan seluruh berkas dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan proses tender melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
(gpr)
Lihat Juga :