Harga minyak di perdagangan Asia melonjak
Senin, 03 Maret 2014 - 13:54 WIB
Harga minyak di perdagangan Asia melonjak
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini melonjak, karena Rusia mengumumkan akan menyerang Ukarina.
Seperti dikutip dari AFP, Senin (3/3/2014), kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, naik USD1,14 ke USD103,73 dalam perdagangan dan minyak mentah Brent North Sea untuk April naik USD1,62 ke USD110,69.
Pada Sabtu kemarin, Presiden Rusia Vladimir Puti meminta izin anggota parlemen untuk mengirim pasukan militer ke Crimea untuk melindungi warga negara Rusia di Ukraina, menyusul rencana penggulingan pemerintah pro-Rusia pekan lalu.
Desmond Chua, analis pasar di CMC Markets di Singapura mengatakan, bahwa ketegangan meningkat di Ukraina memberikan dukungan kuat untuk harga minyak.
"Menimbang bahwa Ukraina adalah bagian dari rantai pasokan untuk Brent. Kita melihat ini premi risiko terpendam mengakibatkan overshoot harga," kata Chua kepada AFP.
"Saat ini kami akan memiliki mata kami Ukraina, pada situasi di Crimea. Saya berpikir bahwa setidaknya untuk beberapa hari ke depan situasi ini akan menggantikan semua data pasar lainnya," tambah Chua.
Sejumlah pria bersenjata diyakini bertindak di bawah perintah Kremlin telah memperketat mereka di Crimea, merebut gedung-gedung pemerintah dan sekitar pangkalan militer Ukraina.
Analis JP Morgan Riset Komoditas mencatat bahwa Ukraina bukanlah produsen minyak utama maupun konsumen minyak. Tetapi sebagai negara penting untuk transit bagi ekspor energi Rusia.
Lebih dari 70 persen gas dan minyak arus Rusia ke Eropa melewati Ukraina. Pada gilirannya, Eropa merupakan pembeli hampir 90 persen dari ekspor minyak Rusia.
Seperti dikutip dari AFP, Senin (3/3/2014), kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, naik USD1,14 ke USD103,73 dalam perdagangan dan minyak mentah Brent North Sea untuk April naik USD1,62 ke USD110,69.
Pada Sabtu kemarin, Presiden Rusia Vladimir Puti meminta izin anggota parlemen untuk mengirim pasukan militer ke Crimea untuk melindungi warga negara Rusia di Ukraina, menyusul rencana penggulingan pemerintah pro-Rusia pekan lalu.
Desmond Chua, analis pasar di CMC Markets di Singapura mengatakan, bahwa ketegangan meningkat di Ukraina memberikan dukungan kuat untuk harga minyak.
"Menimbang bahwa Ukraina adalah bagian dari rantai pasokan untuk Brent. Kita melihat ini premi risiko terpendam mengakibatkan overshoot harga," kata Chua kepada AFP.
"Saat ini kami akan memiliki mata kami Ukraina, pada situasi di Crimea. Saya berpikir bahwa setidaknya untuk beberapa hari ke depan situasi ini akan menggantikan semua data pasar lainnya," tambah Chua.
Sejumlah pria bersenjata diyakini bertindak di bawah perintah Kremlin telah memperketat mereka di Crimea, merebut gedung-gedung pemerintah dan sekitar pangkalan militer Ukraina.
Analis JP Morgan Riset Komoditas mencatat bahwa Ukraina bukanlah produsen minyak utama maupun konsumen minyak. Tetapi sebagai negara penting untuk transit bagi ekspor energi Rusia.
Lebih dari 70 persen gas dan minyak arus Rusia ke Eropa melewati Ukraina. Pada gilirannya, Eropa merupakan pembeli hampir 90 persen dari ekspor minyak Rusia.
(izz)
Lihat Juga :