Ketegangan di Ukraina dongkrak harga migas
Senin, 03 Maret 2014 - 16:50 WIB
Ketegangan di Ukraina dongkrak harga migas
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak dan gas (migas) naik di tengah kekhawatiran investor, karena meningkatnya ketegangan geopolitik atas Ukraina yang bisa mengekang pasokan energi.
Minyak mentah Brent naik hingga 2,2 persen menjadi USD111,41 per barel di bursa ICE Futures Europe di London hari ini. Sementara, gas Inggris untuk pengiriman bulan berikutnya melonjak tertinggi dalam lebih dari 17 bulan, naik sebanyak 10,3 persen menjadi 61,95 pence atau USD10 per juta British thermal unit. Ini menjadi harga tertinggi sejak 31 Januari.
"Rusia mengontrol gas ke Ukraina, yang pada gilirannya memiliki jaringan pipa ke Eropa. Orang-orang Eropa sangat bergantung pada Rusia dalam hal gas. Mereka mencari alternatif tetapi tidak dapat menemukan dengan mudah," kata Soeren Bo Duvier Nielsen, manajer penjualan energi senior di Nordea Bank AB di Singapura seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (3/3/2014).
Kebuntuan atas Ukraina, saluran utama gas Rusia ke konsumen di Eropa, meningkat selama akhir pekan. Di mana Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan menyerang Ukraina.
Biaya gas grosir melonjak pada Januari 2009 setelah pasokan Rusia melalui Ukraina dihentikan di tengah sengketa harga dan syarat pengiriman. Stok gas terbesar di Eropa selama empat tahun, membantu meredam dampak dari setiap penghentian potensial.
Minyak mentah Brent naik hingga 2,2 persen menjadi USD111,41 per barel di bursa ICE Futures Europe di London hari ini. Sementara, gas Inggris untuk pengiriman bulan berikutnya melonjak tertinggi dalam lebih dari 17 bulan, naik sebanyak 10,3 persen menjadi 61,95 pence atau USD10 per juta British thermal unit. Ini menjadi harga tertinggi sejak 31 Januari.
"Rusia mengontrol gas ke Ukraina, yang pada gilirannya memiliki jaringan pipa ke Eropa. Orang-orang Eropa sangat bergantung pada Rusia dalam hal gas. Mereka mencari alternatif tetapi tidak dapat menemukan dengan mudah," kata Soeren Bo Duvier Nielsen, manajer penjualan energi senior di Nordea Bank AB di Singapura seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (3/3/2014).
Kebuntuan atas Ukraina, saluran utama gas Rusia ke konsumen di Eropa, meningkat selama akhir pekan. Di mana Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan menyerang Ukraina.
Biaya gas grosir melonjak pada Januari 2009 setelah pasokan Rusia melalui Ukraina dihentikan di tengah sengketa harga dan syarat pengiriman. Stok gas terbesar di Eropa selama empat tahun, membantu meredam dampak dari setiap penghentian potensial.
(izz)
Lihat Juga :