Ekspor Sulsel Januari turun 15%
Senin, 03 Maret 2014 - 21:34 WIB
Ekspor Sulsel Januari turun 15%
A
A
A
Sindonews.com - Nilai ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Januari 2014 menurun jika dibanding nilai ekspor bulan sebelumnya, dari USD126,98 juta menjadi USD107,79 juta.
"Ada penurunan sekitar 15,12 persen. Secara year on year juga terkoreksi USD19,27 juta. Di mana pada 2013 ekspor mencapai USD 127,76 juta," kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam Dalle, Senin (3/3/2014).
Menurutnya, Nikel masih merupakan komoditas dengan nilai ekspor terbesar USD65,13 juta atau 60,42 persen dari total nilai ekspor Sulsel. Sayangnya, komoditas ini terkoreksi o,65 persen Secara month to month dan turun 23,85 persen secara year on year.
Penurunan drastis paling tampak pada ekspor jagung dan ikan olahan yang terkoreksi hingga 55,60 persen Secara year on year dan 41,84 persen Secara month to month.
"Januari 2013 ekspor komoditas ini mencapai USD2,30 juta. Bandingkan dengan Januari 2014 yang hanya USD1 juta. Sementara di Desember 2013 mencapai USD1,72 juta," ujarnya.
Komoditas lain yang mengalami kontraksi yakni gula dan kembang gula yang turun sebesar 72,24 persen secar year on year dan 31,40 persen secara month to month. Untuk Kakao terkontraki hingga 27,28 persen Secara year on year dan anjlok 54,89 secara month to month.
"Peningkatan hanya terjadi pada sektor biji-bijian beminyak dan obat serta kayu dan barang dari kayu," ucapnya.
Dia mengatakan, tujuan ekspor Sulsel terbesar yakni ke Jepang dengan nilai USD71,26 juta, disusul Malaysia sebesar USD8,03 juta, China sebesar USD7,05 juta, Amerika Serikat dengan nilai USD6,30 juta, dan Korea Selatan dengan USD2,29 juta.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memperkirakan triwulan pertama 2014, ekonomi Sulsel akan mengalami penurunan meski tak terlalu signifikan. "Pasti turun di triwulan pertama. Tapi saya akan kejar di triwulan ketiga karena panen-panen besar akan terjadi seperti komoditas coklat," ujarnya.
Meski demikian, Sulsel akan terus menggiatkan ekspor ke sejumlah negara di seluruh dunia. Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi serta menegaskan peran penting Sulsel sebagai pilar ekonomi nasional di Indonesia.
"Yang jelas ekspor yang terus dilakukan, bukti atas keamanan yang terus terjaga di Sulsel meski terjadi kepanikan masyarakat di sejumlah daerah. Private sektornya berjalan dengan baik, dan pemerintah yang terus peduli untuk mendorong iklim ekonomi kondusif yang akan menunjukkan akselerasi ekonomi yang baik," pungkasnya.
"Ada penurunan sekitar 15,12 persen. Secara year on year juga terkoreksi USD19,27 juta. Di mana pada 2013 ekspor mencapai USD 127,76 juta," kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam Dalle, Senin (3/3/2014).
Menurutnya, Nikel masih merupakan komoditas dengan nilai ekspor terbesar USD65,13 juta atau 60,42 persen dari total nilai ekspor Sulsel. Sayangnya, komoditas ini terkoreksi o,65 persen Secara month to month dan turun 23,85 persen secara year on year.
Penurunan drastis paling tampak pada ekspor jagung dan ikan olahan yang terkoreksi hingga 55,60 persen Secara year on year dan 41,84 persen Secara month to month.
"Januari 2013 ekspor komoditas ini mencapai USD2,30 juta. Bandingkan dengan Januari 2014 yang hanya USD1 juta. Sementara di Desember 2013 mencapai USD1,72 juta," ujarnya.
Komoditas lain yang mengalami kontraksi yakni gula dan kembang gula yang turun sebesar 72,24 persen secar year on year dan 31,40 persen secara month to month. Untuk Kakao terkontraki hingga 27,28 persen Secara year on year dan anjlok 54,89 secara month to month.
"Peningkatan hanya terjadi pada sektor biji-bijian beminyak dan obat serta kayu dan barang dari kayu," ucapnya.
Dia mengatakan, tujuan ekspor Sulsel terbesar yakni ke Jepang dengan nilai USD71,26 juta, disusul Malaysia sebesar USD8,03 juta, China sebesar USD7,05 juta, Amerika Serikat dengan nilai USD6,30 juta, dan Korea Selatan dengan USD2,29 juta.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memperkirakan triwulan pertama 2014, ekonomi Sulsel akan mengalami penurunan meski tak terlalu signifikan. "Pasti turun di triwulan pertama. Tapi saya akan kejar di triwulan ketiga karena panen-panen besar akan terjadi seperti komoditas coklat," ujarnya.
Meski demikian, Sulsel akan terus menggiatkan ekspor ke sejumlah negara di seluruh dunia. Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi serta menegaskan peran penting Sulsel sebagai pilar ekonomi nasional di Indonesia.
"Yang jelas ekspor yang terus dilakukan, bukti atas keamanan yang terus terjaga di Sulsel meski terjadi kepanikan masyarakat di sejumlah daerah. Private sektornya berjalan dengan baik, dan pemerintah yang terus peduli untuk mendorong iklim ekonomi kondusif yang akan menunjukkan akselerasi ekonomi yang baik," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :