Pemerintah optimis KITE bisa tingkatkan ekspor
Rabu, 05 Maret 2014 - 11:26 WIB
Pemerintah optimis KITE bisa tingkatkan ekspor
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan M Chatib Basri optimis, kinerja ekspor akan meningkat seiring dengan diberlakukannya Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE).
“Semakin ke depan semakin besar ekspor. Selain itu, ingat bahwa KITE baru akan efektif Februari (2014). Dan ini akan mendorong ekspor," ungkap Chatib dikutip dari situs Kementerian Keuangan, Rabu (5/3/2014).
Terkait defisit neraca perdagangan, Chatib menjelaskan, pola neraca perdagangan pada Bulan Januari 2014 ini memang tidak berbeda dengan dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana lebih rendah dibandingkan pada Desember 2013.
"Dengan semakin meningkatnya ekspor, neraca perdagangan diharapkan tidak akan mengalami defisit lagi," ujarnya.
Lemahnya ekspor Januari ini, menurut Chatib, dikarenakan masih adanya proses administrasi atau kontrak ekspor dengan negara tujuan. Di sisi lain, penurunan ekspor juga terjadi karena larangan ekspor mineral mentah. "Tentu ada dampak larangan ekspor (mineral mentah)," pungkasnya.
Namun demikian, Chatib optimis hingga akhir tahun ini defisit transaksi berjalan akan berada pada kisaran 2,5 hingga 3 persen.
“Semakin ke depan semakin besar ekspor. Selain itu, ingat bahwa KITE baru akan efektif Februari (2014). Dan ini akan mendorong ekspor," ungkap Chatib dikutip dari situs Kementerian Keuangan, Rabu (5/3/2014).
Terkait defisit neraca perdagangan, Chatib menjelaskan, pola neraca perdagangan pada Bulan Januari 2014 ini memang tidak berbeda dengan dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana lebih rendah dibandingkan pada Desember 2013.
"Dengan semakin meningkatnya ekspor, neraca perdagangan diharapkan tidak akan mengalami defisit lagi," ujarnya.
Lemahnya ekspor Januari ini, menurut Chatib, dikarenakan masih adanya proses administrasi atau kontrak ekspor dengan negara tujuan. Di sisi lain, penurunan ekspor juga terjadi karena larangan ekspor mineral mentah. "Tentu ada dampak larangan ekspor (mineral mentah)," pungkasnya.
Namun demikian, Chatib optimis hingga akhir tahun ini defisit transaksi berjalan akan berada pada kisaran 2,5 hingga 3 persen.
(gpr)
Lihat Juga :