BI tandatangani kerja sama BCSA dengan Bank of Korea

Kamis, 06 Maret 2014 - 18:17 WIB
BI tandatangani kerja...
BI tandatangani kerja sama BCSA dengan Bank of Korea
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) menandatangani perjanjian kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dengan Bank of Korea. Perjanjian itu memungkinkan swap mata uang lokal antara kedua bank sentral senilai KRW (Won Korea) 10,7 triliun atau Rp115 triliun, setara dengan USD10 miliar.

"Perjanjian ini merupakan bentuk komitmen antar kedua bank sentral untuk mendukung stabilitas makroekonomi dan keuangan regional dalam menghadapi ketidakpastian global yang masih tinggi," ujar Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo di Jakarta, Kamis (6/3/2014).

Perjanjian itu berlaku efektif selama tiga tahun dan dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua belah pihak. Agus mengatakan, BCSA itu bertujuan untuk mempromosikan perdagangan bilateral dan memperkuat kerja sama keuangan yang bermanfaat bagi pengembangan ekonomi kedua negara.

Selain itu, perjanjian tersebut juga akan menjamin penyelesaian transaksi perdagangan dalam mata uang lokal antara kedua negara sekalipun dalam kondisi krisis agar stabilitas keuangan regional terjaga. Selain itu perjanjian itu juga untuk mempromosikan penggunaan mata uang Rupiah dan Won (Korea).

"Perdagangan Indonesia dengan Korea berkembang sangat pesat. Kalau bisa sejauh mungkin penggunaan mata uang Rupiah dan Won sehingga akan mengurangi tekanan permintaan mata uang dollar," tambahnya.

Dengan BCSA itu, sekarang tagihan ekspor impor bisa menggunakan dua mata uang tersebut. Meski begitu, Agus mengatakan masih perlu pembelajaran pada sektor riil, perbankan dan bank sentral untuk penggunaan fasilitas itu. Saat ini Bank sentral menurutnya telah menyiapkan kerangka untuk "settlement" perdagangan dengan mata uang Rupiah dan Won.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Internasional BI Aida S Budiman mengatakan harus ada skema domestik untuk mengaktivasi BCSA tersebut. "Sedang digodok, penggunaan BCSA dalam bentuk Korean Won," kata dia.

Hubungan perdagangan dengan Korea sangat intens, saat ini Korea merupakan negara tujuan ekspor nomer 5 teratas bagi Indonesia dan nomer 6 negara asal impor. Sehingga penggunaan mata uang Korea Won sangat tinggi. Tahun lalu impor dari Korea tercatat sebesar USD11,6 miliar.

Jika jumlah itu dapat menggunakan mata uang Korea Won, tentu permintaan Dollar diharap bisa berkurang. "Sekarang yang menggunakan (Won) kecil sekali, untuk impor ekuivalen USD5,9 juta," kata dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved