Mahasiswa Papua desak pemerintah stop jual gas ke China
Jum'at, 07 Maret 2014 - 11:40 WIB
Mahasiswa Papua desak pemerintah stop jual gas ke China
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan mahasiswa dari Komite Aksi Mahasiswa Papua Jakarta (Kampa Jakarta) meminta pemerintah menghentikan penjualan gas murah ke China.
Mereka menyatkan, tidak rela jika Kekayaan alam bumi Papua di eksplorasi untuk kepentingan asing. Sementara rakyat Papua menjerit dalam kelaparan.
"Kami menolak kebijakan ini. Hal ini telah merusak alam di Papua. Stop penjualan gas murah ke China," kata salah seorang anggota Kampa Jakarta, Noval Hutomo dalam rilisnya yang diterima wartawan di Jakarta, Jumat (7/3/2014).
Noval mengaku heran, pemerintah lebih senang menjual gas dari Papua ke Fujian China ke perusahaan China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) dengan harga yang tidak wajar.
"Penjualan gas ke China hanya USD3,5 per juta metrik british thermal unit (MMBTU). Sementara harga yang dipatok untuk internasional sebesar USD18 MMBTU, dan anehnya lagi harga jual gas di Indonesia sendiri dijual USD10 pe MMBTU. Jadi harga untuk kepentingan rakyat lebih mahal hampir tiga kali lipat dibanding yang dijual ke China, ini kan aneh," jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, Kampa-Jakarta mengutuk keras terkait hal ini. Menurutnya, kondisi ini dilakukan di tengah kemiskinan yang melanda sebagian rakyat Indonesia khususnya di Papua. "Negara kehilangan pundi-pundi uangnya," kata dia.
Noval mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menolak penjualan gas ke China dan oknum-oknum pemerintah yang memainkan harga jual LGN murah ke China.
Kebijakan yang dikeluarkan ini jelas melanggar UUD 1945 Pasal 33 Ayat 3. "Kami meminta kepada Presiden SBY untuk segera mengeluarkan keputusan stop penjualan gas murah ke China, dan sebaliknya pemerintah China untuk tidak lagi membeli gas dari Indonesia," pungkas dia.
Mereka menyatkan, tidak rela jika Kekayaan alam bumi Papua di eksplorasi untuk kepentingan asing. Sementara rakyat Papua menjerit dalam kelaparan.
"Kami menolak kebijakan ini. Hal ini telah merusak alam di Papua. Stop penjualan gas murah ke China," kata salah seorang anggota Kampa Jakarta, Noval Hutomo dalam rilisnya yang diterima wartawan di Jakarta, Jumat (7/3/2014).
Noval mengaku heran, pemerintah lebih senang menjual gas dari Papua ke Fujian China ke perusahaan China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) dengan harga yang tidak wajar.
"Penjualan gas ke China hanya USD3,5 per juta metrik british thermal unit (MMBTU). Sementara harga yang dipatok untuk internasional sebesar USD18 MMBTU, dan anehnya lagi harga jual gas di Indonesia sendiri dijual USD10 pe MMBTU. Jadi harga untuk kepentingan rakyat lebih mahal hampir tiga kali lipat dibanding yang dijual ke China, ini kan aneh," jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, Kampa-Jakarta mengutuk keras terkait hal ini. Menurutnya, kondisi ini dilakukan di tengah kemiskinan yang melanda sebagian rakyat Indonesia khususnya di Papua. "Negara kehilangan pundi-pundi uangnya," kata dia.
Noval mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menolak penjualan gas ke China dan oknum-oknum pemerintah yang memainkan harga jual LGN murah ke China.
Kebijakan yang dikeluarkan ini jelas melanggar UUD 1945 Pasal 33 Ayat 3. "Kami meminta kepada Presiden SBY untuk segera mengeluarkan keputusan stop penjualan gas murah ke China, dan sebaliknya pemerintah China untuk tidak lagi membeli gas dari Indonesia," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :