Menakertrans klaim pelatihan BLK terbukti efektif
Sabtu, 08 Maret 2014 - 13:36 WIB
Menakertrans klaim pelatihan BLK terbukti efektif
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar mengklaim, bahwa balai latihan kerja (BLK) baik di pusat maupun di daerah terbukti efektif tingkatkan keterampilan dan kompetensi para pencari kerja.
Karena, kata dia, program pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan industri. "Kemenakertrans terus memroses pelatihan, sertifikasi, dan penempatan di BLK dan Kios 3 in 1 dengan sasaran para pengangguran, pencari kerja, dan masyarakat umum. Sehingga, nantinya lulusan BLK langsung dapat terserap pasar kerja di daerah-daerah," kata Muhaimin dalam rilisnya, Sabtu (8/3/2014).
Namun, dia mengakui belum semua BLK di daerah-daerah memiliki kualitas dan kapasitas pelatihan dan instruktur memadai. Masih banyak BLK Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) milik pemda yang memerlukan pembenahan-pembenahan menyeluruh.
"Ada beberapa aspek yang harus dibenahi, yaitu infrastruktur dan peralatan pelatihan, kuantitas dan kualitas instruktur, metode dan kurikulum pelatihan, serta manajemen pengelolaan BLK itu sendiri," jelasnya.
Pihaknya juga mengklaim bahwa BLK-BLK milik Pemda terus dilakukan meskipun terkendala terbatasnya anggaran. Pembenahan ini harus mengikuti standar, atau berpatokan pada 13 BLK UPT Pusat milik Kemenakertrans yang kondisinya sudah baik.
BLK-BLK milik Kemenakertrans harus menjadi model percontohan bagi pembenahan BLK-BLK pemda. Setelah berlatih keterampilan dan kompetensi kerja di BLK, para pencari kerja dan pengangguran diharapkan dapat segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan, minat, dan bakatnya.
Bahkan, lanjut Muhaimin, diharapkan mereka dapat berwirausaha dan membuka lapangan kerja baru yang bisa bermanfaat lebih besar bagi masyarakat luas.
Karena, kata dia, program pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan industri. "Kemenakertrans terus memroses pelatihan, sertifikasi, dan penempatan di BLK dan Kios 3 in 1 dengan sasaran para pengangguran, pencari kerja, dan masyarakat umum. Sehingga, nantinya lulusan BLK langsung dapat terserap pasar kerja di daerah-daerah," kata Muhaimin dalam rilisnya, Sabtu (8/3/2014).
Namun, dia mengakui belum semua BLK di daerah-daerah memiliki kualitas dan kapasitas pelatihan dan instruktur memadai. Masih banyak BLK Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) milik pemda yang memerlukan pembenahan-pembenahan menyeluruh.
"Ada beberapa aspek yang harus dibenahi, yaitu infrastruktur dan peralatan pelatihan, kuantitas dan kualitas instruktur, metode dan kurikulum pelatihan, serta manajemen pengelolaan BLK itu sendiri," jelasnya.
Pihaknya juga mengklaim bahwa BLK-BLK milik Pemda terus dilakukan meskipun terkendala terbatasnya anggaran. Pembenahan ini harus mengikuti standar, atau berpatokan pada 13 BLK UPT Pusat milik Kemenakertrans yang kondisinya sudah baik.
BLK-BLK milik Kemenakertrans harus menjadi model percontohan bagi pembenahan BLK-BLK pemda. Setelah berlatih keterampilan dan kompetensi kerja di BLK, para pencari kerja dan pengangguran diharapkan dapat segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan, minat, dan bakatnya.
Bahkan, lanjut Muhaimin, diharapkan mereka dapat berwirausaha dan membuka lapangan kerja baru yang bisa bermanfaat lebih besar bagi masyarakat luas.
(izz)
Lihat Juga :