Kinerja reksa dana Maret berpotensi lebih baik

Senin, 10 Maret 2014 - 15:07 WIB
Kinerja reksa dana Maret...
Kinerja reksa dana Maret berpotensi lebih baik
A A A
Sindonews.com - PT Infovesta Utama memprediksi instrumen investasi reksa dana masih akan memberikan imbal hasil (return) menarik pada bulan ini. Dengan demikian, kinerja reksa dana mengakhiri kuartal I tahun ini dengan potensi lebih baik.

Analis PT Infovesta Utama Vilia Wati mengatakan, meski masih ada potensi fluktuasi pada reksa dana saham, campuran dan pendapatan tetap pada bulan ini, namun kecenderungannya adalah menguat.

"Mayoritas jenis reksa dana masih akan diminati oleh investor disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko investor. Meski demikian dari sisi kinerja, reksa dana saham berpotensi mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan jenis lainnya di kuartal I/2014," kata dia kepada Sindonews, baru-baru ini.

Adapun faktor yang akan mempengaruhi kinerja reksa dana pada penghujung kuartal I tahun ini adalah rilis indikator makro ekonomin domestik maupun global serta rilis laporan keuangan emiten akhir tahun lalu.

Sementara sejak awal tahun hingga akhir Februari 2014, return rata-rata reksa dana mencatat kinerja positif. Berdasarkan data PT Infovesta Utama, dengan return rata-rata Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode itu sebesar 8,10 persen, return rata-rata reksa dana saham mencapai 9,99 persen.

Sementara return rata-rata reksa dana campuran sebesar 5,74 persen dan pendapatan tetap 1,28 persen. Namun jika dibanding periode yang sama tahun lalu, menurut Vilia, kinerja reksa dana tahun ini di bawah tahun lalu.

"Secara umum meski indeks reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap mencatatkan kinerja positif, pencapaian tersebut tercatat sedikit lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, kecuali untuk reksa dana pendapatan tetap," tutur dia.

Tercatat, return rata-rata IHSG pada periode yang sama 2013 sebesar 11,10 persen, return rata-rata reksa dana mencapai 10,58 persen, reksa dana campuran sebesar 6,82 persen. Sedangkan pendapatan tetap hanya 0,84 persen.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Bos Bursa Minta...
Mantan Bos Bursa Minta OJK Usut Tuntas Kasus Nasabah Minna Padi
Wujudkan Masyarakat...
Wujudkan Masyarakat Indonesia Merdeka Finansial, STAR Asset Management dan DANA Hadirkan Investasi Reksa Dana
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Distribusikan Reksadana...
Distribusikan Reksadana Pilihan, Principal Indonesia Gandeng Standard Chartered Indonesia
Kurang dari Tiga Tahun,...
Kurang dari Tiga Tahun, Jumlah Investor Reksa Dana Meningkat 39%
Kesalahan Investor Pemula...
Kesalahan Investor Pemula Saat Berinvestasi Reksa Dana
Berita Terkini
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
58 menit yang lalu
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
1 jam yang lalu
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
1 jam yang lalu
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
2 jam yang lalu
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
2 jam yang lalu
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved