Sulsel siap bangun 11 smelter
Selasa, 11 Maret 2014 - 13:17 WIB
Sulsel siap bangun 11 smelter
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) merilis terdapat 11 unit pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) yang akan dibangun di Sulawesi Selatan (Sulsel). Pembangunan smelter di Sulsel terpusat di Kabupaten Bantaeng dan Maros.
“Sembilan perusahaan sudah menyatakan kesiapannya dan berencana smelter mulai beroperasi 2015 mendatang,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Regional Sulampua Suhaedi, Selasa (11/3/2014).
Data BI menunjukkan, dari sembilan perusahaan yang menyatakan akan membangun smelter, enam di antaranya akan beroperasi di Kabupaten Bantaeng dan ada yang berlokasi di Kabupaten Maros.
Perusahaan yang akan membangun smelter antara lain, PT Indosmelt di Kabupaten maros telah mengantongi izin penanaman modal. Sementara PT Titan Mineral Utama di Bantaneg telah menyelesaikan tahap pembebasan lahan dan mulai melakukan proses konstruksi.
Dua perusahaan lainnya, yakni PT Cinta Jaya dan PT Bhakti Bumi Sulawesi juga akan membangun di Bantaeng, juga telah menyelesaikan pembebasan lahan.
Sementara lima perusahan lain yakni PT Cheng Feng Mining, PT Eastone Mining and Mineral Mining, PT Macro Link Internasional Mining, PT Yinyi Mining Indonesia dan PT Multi Kilang Pratama sejauh ini perkembangannya belum jelas.
Pembangunan smelter juga direncanakan oleh Bosowa Corporindo. Bahkan, Bosowa telah menyiapkan lahan seluas 100 hektar dengan nilai investasi Rp2 triliun. Pembangunan smelter milik Bosowa ini akan dimulai pengerjaannya bulan April.
Selain itu, Kalla Group melalui anak usahanya PT Bukaka Mandiri Sejahtera juga akan merealisasikan pembangunan smelter di Palopo. Di sisi lain, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel terus memantau perkembangan pembangunan smelter di Sulsel.
Inspektur Bidang Pengawasan Tambang Dinas ESDM Sulsel Jemi Abdullah mengatakan, dari beberapa rencana smelter yang akan dibangun baru dua yang realisasinya hingga 25 persen.
“Kalau 25 persen artinya untuk analisis dampak lingkungan (Amdal) sudah ada. Kalau untuk daerah lain, ini masih ada yang tahapan pembersihan lahan,” katanya.
“Sembilan perusahaan sudah menyatakan kesiapannya dan berencana smelter mulai beroperasi 2015 mendatang,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Regional Sulampua Suhaedi, Selasa (11/3/2014).
Data BI menunjukkan, dari sembilan perusahaan yang menyatakan akan membangun smelter, enam di antaranya akan beroperasi di Kabupaten Bantaeng dan ada yang berlokasi di Kabupaten Maros.
Perusahaan yang akan membangun smelter antara lain, PT Indosmelt di Kabupaten maros telah mengantongi izin penanaman modal. Sementara PT Titan Mineral Utama di Bantaneg telah menyelesaikan tahap pembebasan lahan dan mulai melakukan proses konstruksi.
Dua perusahaan lainnya, yakni PT Cinta Jaya dan PT Bhakti Bumi Sulawesi juga akan membangun di Bantaeng, juga telah menyelesaikan pembebasan lahan.
Sementara lima perusahan lain yakni PT Cheng Feng Mining, PT Eastone Mining and Mineral Mining, PT Macro Link Internasional Mining, PT Yinyi Mining Indonesia dan PT Multi Kilang Pratama sejauh ini perkembangannya belum jelas.
Pembangunan smelter juga direncanakan oleh Bosowa Corporindo. Bahkan, Bosowa telah menyiapkan lahan seluas 100 hektar dengan nilai investasi Rp2 triliun. Pembangunan smelter milik Bosowa ini akan dimulai pengerjaannya bulan April.
Selain itu, Kalla Group melalui anak usahanya PT Bukaka Mandiri Sejahtera juga akan merealisasikan pembangunan smelter di Palopo. Di sisi lain, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel terus memantau perkembangan pembangunan smelter di Sulsel.
Inspektur Bidang Pengawasan Tambang Dinas ESDM Sulsel Jemi Abdullah mengatakan, dari beberapa rencana smelter yang akan dibangun baru dua yang realisasinya hingga 25 persen.
“Kalau 25 persen artinya untuk analisis dampak lingkungan (Amdal) sudah ada. Kalau untuk daerah lain, ini masih ada yang tahapan pembersihan lahan,” katanya.
(gpr)