Listing, saham BALI dibuka melonjak 50%
Kamis, 13 Maret 2014 - 09:10 WIB
Listing, saham BALI dibuka melonjak 50%
A
A
A
Sindonews.com - Resmi diperdagangkan perdana tepat pukul 09.00 WIB pada hari ini, saham PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) langsung tercatat naik 50 persen ke level Rp600 dari harga penawarannya sebesar Rp400 per lembar saham.
Saham persoran yang diperdagangkan dengan kode emiten BALI ini sempat tercatat pada level tertinggi di angka Rp600 dan terendah pada level Rp500. Saham emiten ke-6 tahun ini telah diperdagangkan sebanyak lima kali dengan volume sebanyak 101 lot dan nilai perdagangan sebesar Rp6 miliar.
"Saham perseroan ini dicatatkan dengan nama BALI yang mencerminkan identitas perseroan. Emiten ke-6 ini diharapkan menjadi katalis bagi perusahaan lainnya untuk berani mencatatkan sahamnya di tengah tahun politik seperti saat ini," ujar Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Dalam aksinya, Bali Tower menawarkan sebanyak 88 juta lembar saham perdananya melalui mekanisme initial public offering (IPO). Jumlah tersebut setara dengan 14,72 persen dari total saham perseroan.
Dalam paparan publik yang digelar sebelumnya, saham ini ditawarkan dengan harga Rp400. Dengan demikian, nilai dari IPO ini adalah sebesar Rp35,2 miliar.
Bersamaan dengan IPO ini, perseroan juga mencatatkan sebanyak 176 juta waran seri I, yang mewakili 34,52 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor sebelum IPO ini resmi.
Waran ini akan diberikan kepada pemegang saham baru perseroan, di mana tiap satu saham baru yang namanya tercatat dalam DPS penjatahan berhak atas dua waran.
Waran ini dapat dikonversi dengan harga pelaksanaan Rp400 per saham. Dengan demikian, nilai waran ini mencapai Rp70,4 miliar. Konversi ini sendiri bisa dilakukan mulai enam bulan sejak dicatatkan di BEI.
Hadir sebagai penjamin pelaksana efek adalah PT RHB OSK Securities Indonesia yang ditunjuk langsung oleh perseroan.
Saham persoran yang diperdagangkan dengan kode emiten BALI ini sempat tercatat pada level tertinggi di angka Rp600 dan terendah pada level Rp500. Saham emiten ke-6 tahun ini telah diperdagangkan sebanyak lima kali dengan volume sebanyak 101 lot dan nilai perdagangan sebesar Rp6 miliar.
"Saham perseroan ini dicatatkan dengan nama BALI yang mencerminkan identitas perseroan. Emiten ke-6 ini diharapkan menjadi katalis bagi perusahaan lainnya untuk berani mencatatkan sahamnya di tengah tahun politik seperti saat ini," ujar Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Dalam aksinya, Bali Tower menawarkan sebanyak 88 juta lembar saham perdananya melalui mekanisme initial public offering (IPO). Jumlah tersebut setara dengan 14,72 persen dari total saham perseroan.
Dalam paparan publik yang digelar sebelumnya, saham ini ditawarkan dengan harga Rp400. Dengan demikian, nilai dari IPO ini adalah sebesar Rp35,2 miliar.
Bersamaan dengan IPO ini, perseroan juga mencatatkan sebanyak 176 juta waran seri I, yang mewakili 34,52 persen dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor sebelum IPO ini resmi.
Waran ini akan diberikan kepada pemegang saham baru perseroan, di mana tiap satu saham baru yang namanya tercatat dalam DPS penjatahan berhak atas dua waran.
Waran ini dapat dikonversi dengan harga pelaksanaan Rp400 per saham. Dengan demikian, nilai waran ini mencapai Rp70,4 miliar. Konversi ini sendiri bisa dilakukan mulai enam bulan sejak dicatatkan di BEI.
Hadir sebagai penjamin pelaksana efek adalah PT RHB OSK Securities Indonesia yang ditunjuk langsung oleh perseroan.
(rna)
Lihat Juga :