Akuisisi Axis, XL dapat pinjaman dari bank asing
Kamis, 13 Maret 2014 - 10:56 WIB
Akuisisi Axis, XL dapat pinjaman dari bank asing
A
A
A
Sindonews.com - PT XL Axiata Tbk (EXCL) mendapat fasilitas pinjaman dari United Overseas Bank Limited dan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd cabang Jakarta.
Dalam keterangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/3/2014) dijelaskan bahwa perseroan telah melakukan penandatanganan perjanjian pinjaman tersebut pada 12 Maret 2014.
"Masing-masing fasilitas pinjaman berjumlah sebesar USD100 juta," kata Sekretaris Perusahaan XL Axiata Murni Nurdini.
Dia menjelaskan, jangka waktu pinjaman tersebut selama tiga tahun sejak tanggal penarikan pinjaman dan diberikan tanpa jaminan (unsecured). Adapun, kedua fasilitas pinjaman itu akan digunakan perseroan untuk membiayai pengambilalihan (akuisisi) PT Axis Telekom Indonesia (Axis) oleh XL.
Sekedar informasi, untuk mengakuisisi 95 persen saham Axis, perseroan harus mengelontorkan dana sebesar USD856 juta. Adapun senilai USD500 juta bersumber dari pinjaman induk perusahaan, Axiata Group Berhard.
Pinjaman itu memiliki bunga 2,41 persen, dengan tenor tiga tahun. Sementara sisanya akan dicari dari pinjaman lembaga keuangan sebesar USD365 juta.
Adapun, efektifnya akuisisi Axis oleh XL ini hanya menunggu surat persetujuan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Berdasarkan perjanjian jual beli bersyarat (Conditional Sales Purchase Aggrement/CSPA) antara XL dan STC, setelah memperoleh persetujuan dari pemegang saham dan regulator, XL akan melakukan pembayaran kepada pemegang saham AXIS.
Dalam keterangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/3/2014) dijelaskan bahwa perseroan telah melakukan penandatanganan perjanjian pinjaman tersebut pada 12 Maret 2014.
"Masing-masing fasilitas pinjaman berjumlah sebesar USD100 juta," kata Sekretaris Perusahaan XL Axiata Murni Nurdini.
Dia menjelaskan, jangka waktu pinjaman tersebut selama tiga tahun sejak tanggal penarikan pinjaman dan diberikan tanpa jaminan (unsecured). Adapun, kedua fasilitas pinjaman itu akan digunakan perseroan untuk membiayai pengambilalihan (akuisisi) PT Axis Telekom Indonesia (Axis) oleh XL.
Sekedar informasi, untuk mengakuisisi 95 persen saham Axis, perseroan harus mengelontorkan dana sebesar USD856 juta. Adapun senilai USD500 juta bersumber dari pinjaman induk perusahaan, Axiata Group Berhard.
Pinjaman itu memiliki bunga 2,41 persen, dengan tenor tiga tahun. Sementara sisanya akan dicari dari pinjaman lembaga keuangan sebesar USD365 juta.
Adapun, efektifnya akuisisi Axis oleh XL ini hanya menunggu surat persetujuan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Berdasarkan perjanjian jual beli bersyarat (Conditional Sales Purchase Aggrement/CSPA) antara XL dan STC, setelah memperoleh persetujuan dari pemegang saham dan regulator, XL akan melakukan pembayaran kepada pemegang saham AXIS.
(rna)
Lihat Juga :