Bangun 100 menara, BALI siapkan capex Rp200 M
Kamis, 13 Maret 2014 - 11:24 WIB
Bangun 100 menara, BALI siapkan capex Rp200 M
A
A
A
Sindonews.com - Guna mendukung sejumlah ekspansi bisnisnya sepanjang tahun ini, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) telah mencadangkan anggaran sebagai dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp200 miliar.
Presiden Direktur BALI Jap Owen Ronadhi mengatakan, kebutuhan dana belanja modal rencananya akan dipenuhi dari kombunasi perolehan dana penerbitan umum perdana saham (initial publik offering/IPO) sebesar Rp35 miliar dan sumber pendanaan lain.
"Dana capex ini juga berasal dari IPO ini yang sekitar Rp35 miliar. Sisanya dari kas internal perseroan dan pinjaman bank," terang Owen di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Dalam rencana ekspansinya, perusahaan yang bergerak di bisnis menara, layanan dan jaringan telekomunikasi ini akan melakukan penambahan setidaknya 100 unit menara baru di Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Saat ini, perseroan memiliki 208 menara yang telah beroperasi.
"Tahun ini kita rencana nambah hingga 50 persen, jadi 250-300 menara. Itu kami fokuskan pembangunan di Badung," ujarnya.
Owen menjelaskan, pembangunan menara ini akan difokuskan sebesar 70-75 persen di wilayah Kabupaten Badung dengan pertimbangan bahwa di lokasi tersebut tingkat pertumbuhan trafik komunikasinya tergolong lebih tinggi di banding wilayah lainnya.
"Kabupaten Badung itu banyak tempat pariwisata, itu pasti tinggi trafiknya. Kami juga ada bangun di wilayah Buleleng, tapi lebih besar di Badung ini," kata dia.
Sebagai langkah awal, Owen menuturkan, perseroan saat ini sedang melakukan pembangunan menara sebanyak 10-15 menara. "Pembangunannya bertahap, seluruhnya selesai akhir tahun ini possible 300an menara. Tapi tergantung kondisinya," tutur dia.
Presiden Direktur BALI Jap Owen Ronadhi mengatakan, kebutuhan dana belanja modal rencananya akan dipenuhi dari kombunasi perolehan dana penerbitan umum perdana saham (initial publik offering/IPO) sebesar Rp35 miliar dan sumber pendanaan lain.
"Dana capex ini juga berasal dari IPO ini yang sekitar Rp35 miliar. Sisanya dari kas internal perseroan dan pinjaman bank," terang Owen di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Dalam rencana ekspansinya, perusahaan yang bergerak di bisnis menara, layanan dan jaringan telekomunikasi ini akan melakukan penambahan setidaknya 100 unit menara baru di Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Saat ini, perseroan memiliki 208 menara yang telah beroperasi.
"Tahun ini kita rencana nambah hingga 50 persen, jadi 250-300 menara. Itu kami fokuskan pembangunan di Badung," ujarnya.
Owen menjelaskan, pembangunan menara ini akan difokuskan sebesar 70-75 persen di wilayah Kabupaten Badung dengan pertimbangan bahwa di lokasi tersebut tingkat pertumbuhan trafik komunikasinya tergolong lebih tinggi di banding wilayah lainnya.
"Kabupaten Badung itu banyak tempat pariwisata, itu pasti tinggi trafiknya. Kami juga ada bangun di wilayah Buleleng, tapi lebih besar di Badung ini," kata dia.
Sebagai langkah awal, Owen menuturkan, perseroan saat ini sedang melakukan pembangunan menara sebanyak 10-15 menara. "Pembangunannya bertahap, seluruhnya selesai akhir tahun ini possible 300an menara. Tapi tergantung kondisinya," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :