Saham perdana BALI sentuh auto rejection

Kamis, 13 Maret 2014 - 13:10 WIB
Saham perdana BALI sentuh...
Saham perdana BALI sentuh auto rejection
A A A
Sindonews.com - Dalam perdagangan perdananya hari ini, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) menyentuh auto rejection lantaran rentang kenaikan yang terlalu tinggi hingga mencapai 50 persen dari harga penawaran sebesar Rp400 menjadi Rp600. Persentase itu merupakan batas atas auto rejection.

Direktur Perdagangan dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat mengatakan, saham perdana BALI mengalami auto rejection lantaran menguat signifikan. "Saham BALI terkena auto rejetion, tapi itu cuma auto reject order. Jadi, kalau ada offer di bawah, masih bisa ditransaksikan," kata dia, Kamis (13/3/2014).

Dalam Lampiran SK Direksi BEI nomor KEP.00399 tentang perdagangan efek bersifat ekuitas, disebutkan bahwa auto rejection adalah penolakan secara otomatis oleh Automated Trading System (JATS) terhadap penawaran jual dan atau permintaan beli Efek Bersifat Ekuitas yang dimasukkan ke JATS akibat dilampauinya batas harga atau jumlah efek di Bursa sesuai dengan peraturan Bursa.

Dalam surat keputusan tersebut disebutkan pula, dalam pelaksanaan perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, JATS akan melakukan auto rejection apabila harga penawaran jual atau permintaan beli saham yang dimasukkan ke JATS lebih dari dari 25 persen di atas atau di bawah acuan harga untuk saham dengan rentang harga lebih dari Rp200 sampai dengan Rp5.000.

Artinya, untuk saham BALI yang ditawarkan dengan harga saham Rp400 per lembar saham, maka kenaikan atau penurunan yang diperkenankan adalah Rp100 perlembar saham.

Namun demikian, untuk perkara IPO, sebenarnya saham-saham yang baru melantai bisa mendapat kelonggaran dengan rentang batas auto rejection hingga dua kali lipat dari batas acuan hari normal. Artinya, masih ada kelonggaran kenaikan atau penurunan hingga sebesar 50 persen. Dalam kasus BALI, maka batas atasnya adalah Rp600 dan batas bawahnya Rp200.

Dari pantauan Sindonews.com, terlihat saham BALI sempat diperdagangkan pada level tertinggi di harga Rp600 dan level terendah di harga Rp585. Saham perseroan berhenti bergerak setelah saham perseroan menyentuh level Rp600 pada perdagangan perdananya hari ini.

Artinya, saham perseroan telah menyentuh batas atas auto rejection yang menyebabkan perdagangan saham BALI terhenti hingga akhir penutupan perdagangan hari ini.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Orang Tua Sultan Korban...
Orang Tua Sultan Korban Kabel Fiber Optik Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Hari Ini
Dimediasi Kemenko Polhukam,...
Dimediasi Kemenko Polhukam, Keluarga Korban Jeratan Kabel Optik dan PT Bali Tower Belum Sepakat
Insiden Mahasiswa Terjerat...
Insiden Mahasiswa Terjerat Kabel Optik, Bali Towerindo Enggan Minta Maaf
Mahasiswa Korban Kabel...
Mahasiswa Korban Kabel Menjuntai Mengadu ke Jokowi, Bali Towerindo: Kami Tidak Akan Mencegah
Kasus Mahasiswa Korban...
Kasus Mahasiswa Korban Terjerat Kabel Fiber Optik, Mahfud MD Dorong Mediasi
Polisi Datangi Rumah...
Polisi Datangi Rumah Mahasiswa Korban Kabel Fiber Optik
Berita Terkini
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
28 menit yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
1 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
3 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
7 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
15 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
15 jam yang lalu
Infografis
Perdana Menteri Lebanon...
Perdana Menteri Lebanon Nyatakan Perang Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved