IHSG ditutup melejit ke level 4.878
Jum'at, 14 Maret 2014 - 16:06 WIB
IHSG ditutup melejit ke level 4.878
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melejit 152,476 poin atau 3,23 persen ke level 4.878,643. Tercatat sebanyak sembilan sektor mendukung penguatan IHSG.
IHSG pagi tadi dibuka merosot 42,87 poin atau 0,91 persen ke level 4.683,30 dari penutupan perdagangan kemarin. Sementara, IHSG kemarin ditutup terkoreksi 41,78 poin atau 0,89 persen ke level 4.726,17. Kemudian pada akhir sesi I hari terakhir pekan ini, isitirahat di zona merah. IHSG melemah 35,64 poin atau 0,75 persen ke level 4.690,53.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan, IHSG dari pagi sudah menunjukkan pola penguatan (uptrend).
"Inflow kan banyak masuk. Posisi sekarang mungkin malah sudah mendekati nilai outflow tahun lalu yang mencapai Rp20 triliun," kata dia kepada Sindonews, Jumat (14/3/2014)).
Selain itu, kondisi makro ekonomi Indonesia dalam kondisi baik. Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan BI Rate pada level 7,5 persen, menurut dia, juga baik karena tidak ingin membuat impor melaju terlalu cepat.
"Jadi secara umum memang trennya yang sedang mengalami kenaikan. Kalau inflow tambah sedikit lagi, mungkin IHSG sudah bisa sentuh 5.000," ujar dia.
Sementara bursa Asia sore ini berakhir anjlok. Indeks Hang Seng terjun 216,59 poin atau 1,00 persen ke 21.539,49; Straits Times melemah 14,25 poin atau 0,46 persen ke 3.083,18, Shanghai susut 14,77 poin atau 0,73 persen ke 2.004,34 dan Nikkei anjlok 488,32 poin atau 3,30 persen ke 14.327,66.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp15,60 triliun dengan 8,03 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp7,45 triliun. Tercatat 189 saham naik, 130 saham melemah dan 89 saham stagnan.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa sektor keuangan melesat 6,5 persen, aneka industri meroket 5,76 persen, industri dasar meningkat 4,20 persen, manufaktur melambung 3,26 persen.
Selain itu, properti terangkat 2,54 persen, infrastruktur terkerek 2,5 persen, konsumer meningkat 1,35 persen, perkebunan positif 0,70 persen dan perdagangan bertambah 0,52 persen. Sedangkan yang melemah sektor tambang, turun 0,93 persen.
Saham-saham yang bergerak menguat, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) menguat R0150 ke level Rp750, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp550 ke level Rp49.000 dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp525 ke level Rp7.800.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah, yakni PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (GGRM) turun Rp100 ke level Rp4.400, PT Bumiteknokultura Unggul Tbk (BTEK) turun Rp50 ke level Rp1.420 dan PT Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA) turun Rp50 ke level Rp2.050.
IHSG pagi tadi dibuka merosot 42,87 poin atau 0,91 persen ke level 4.683,30 dari penutupan perdagangan kemarin. Sementara, IHSG kemarin ditutup terkoreksi 41,78 poin atau 0,89 persen ke level 4.726,17. Kemudian pada akhir sesi I hari terakhir pekan ini, isitirahat di zona merah. IHSG melemah 35,64 poin atau 0,75 persen ke level 4.690,53.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan, IHSG dari pagi sudah menunjukkan pola penguatan (uptrend).
"Inflow kan banyak masuk. Posisi sekarang mungkin malah sudah mendekati nilai outflow tahun lalu yang mencapai Rp20 triliun," kata dia kepada Sindonews, Jumat (14/3/2014)).
Selain itu, kondisi makro ekonomi Indonesia dalam kondisi baik. Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan BI Rate pada level 7,5 persen, menurut dia, juga baik karena tidak ingin membuat impor melaju terlalu cepat.
"Jadi secara umum memang trennya yang sedang mengalami kenaikan. Kalau inflow tambah sedikit lagi, mungkin IHSG sudah bisa sentuh 5.000," ujar dia.
Sementara bursa Asia sore ini berakhir anjlok. Indeks Hang Seng terjun 216,59 poin atau 1,00 persen ke 21.539,49; Straits Times melemah 14,25 poin atau 0,46 persen ke 3.083,18, Shanghai susut 14,77 poin atau 0,73 persen ke 2.004,34 dan Nikkei anjlok 488,32 poin atau 3,30 persen ke 14.327,66.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp15,60 triliun dengan 8,03 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp7,45 triliun. Tercatat 189 saham naik, 130 saham melemah dan 89 saham stagnan.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan bahwa sektor keuangan melesat 6,5 persen, aneka industri meroket 5,76 persen, industri dasar meningkat 4,20 persen, manufaktur melambung 3,26 persen.
Selain itu, properti terangkat 2,54 persen, infrastruktur terkerek 2,5 persen, konsumer meningkat 1,35 persen, perkebunan positif 0,70 persen dan perdagangan bertambah 0,52 persen. Sedangkan yang melemah sektor tambang, turun 0,93 persen.
Saham-saham yang bergerak menguat, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) menguat R0150 ke level Rp750, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp550 ke level Rp49.000 dan PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp525 ke level Rp7.800.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah, yakni PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (GGRM) turun Rp100 ke level Rp4.400, PT Bumiteknokultura Unggul Tbk (BTEK) turun Rp50 ke level Rp1.420 dan PT Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA) turun Rp50 ke level Rp2.050.
(rna)
Lihat Juga :