Pelindo III tangani komoditas non petikemas 24 jam
Jum'at, 14 Maret 2014 - 20:05 WIB
Pelindo III tangani komoditas non petikemas 24 jam
A
A
A
Sindonews.com - Arus perekonomian di Pelabuhan Tanjung Perak bakal beroperasi selama 24 jam. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjung Perak tahun ini menyulap Terminal Jamrud menjadi logistic center.
Program ini dijalankan untuk mengatasi tingginya sirkulasi barang di Pelabuhan Tanjung Perak yang menyebabkan idle time (waktu tidak terpakai) cukup besar. Logistic center atau pusat logistik ini bakal bekerja selama 24 jam untuk komoditi non petikemas. Pelindo bakal membangun gudang untuk perputaran perekonomian Jawa Timur ini.
“Problem yang sering dihadapi di pelabuhan itu ada dua, pertama masalah gudang dan kedua tenaga kerja. Itu problem klasik yang perlu pemecahan,” kata General Manager PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Totok Heliyanto, Jumat 914/3/2014).
Untuk itu, logistic center menjadi solusi, karena selama ini gudang-gudang yang dikelola pihak ketiga tutup pukul 17.00 WIB dan buka kembali pukul 08.00 WIB. Berarti banyak waktu terbuang dalam proses penurunan barang. Dengan dasar ini, program logistic center ini bisa menekan idle time . Idle time di Tanjung Perak selama ini mencapai 15 jam.
Totok menegaskan, masalah gudang inilah yang menyebabkan muncul antrean panjang di pelabuhan. Dampaknya waiting time (waktu tunggu) di pelabuhan makin lama, dan biaya yang dikeluarkan pengguna jasa juga membengkak.
Program ini akan diikuti dengan pembangunan gudang baru. Rencananya, ada dua lokasi yang sudah dipilih Pelindo III Cabang Tanjung Perak. Pertama berada di lini satu atau di dalam Terminal Jamrud Selatan dan kedua ada di lini kedua atau di luar dermaga.
Di lini satu terdapat tiga gudang eksisting yang akan dirobohkan dan diganti dengan yang baru. Tetapi untuk merobohkannya butuh izin dari Kementerian BUMN.
“Kita sudah mendapat izin penghapusan dua dari tiga gudang yang ada. Nantinya kita bangun 100 x 200 meter untuk gudang baru di lini satu. Gudang super jumbo dan sangat besar,” ujar mantan GM Pelindo III Banjarmasin itu.
Sistem logistic center ini bisa menekan idle time. Dari total waktu 24 jam satu hari, hanya bekerja sembilan jam. Padahal bila waktu dipergunakan dengan sistem logsitic center, masa kerja menjadi 21 jam, karena tiga jam digunakan untuk waktu istirahat dan pergantian shift bagi buruh atau pekerja.
Dengan penambahan kerja ini, Pelindo menegaskan tidak akan ada kenaikan tarif yang dibebankan. Pelindo akan melakukan penghitungan dan memberikan kepada pihak-pihak yang bekerja sama dengan Pelindo. Artinya, mereka yang akan menanggung tenaganya dengan perincian penghitungan dari Pelindo.
“Tarif tetap seperti semula, meskipun produktivitas tinggi, kita akan membicarakan kepada pihak yang bekerja sama,” kata Totok.
Program ini, lanjut dia, nantinya bisa mempercepat produksi yang terjadi. Dari satu minggu yang biasanya hanya 3.000 ton bisa menjadi 10.000 ton.
Sehingga sirkulasi kapal maupun barang berjalan bisa berjalan optimal. Ada keuntungan yang diperoleh dari pengusaha maupun Pelindo sendiri. “Dengan sistem ini, pengaturan tambat sandar kapal juga diatur dengan baik,” tutupnya.
Program ini dijalankan untuk mengatasi tingginya sirkulasi barang di Pelabuhan Tanjung Perak yang menyebabkan idle time (waktu tidak terpakai) cukup besar. Logistic center atau pusat logistik ini bakal bekerja selama 24 jam untuk komoditi non petikemas. Pelindo bakal membangun gudang untuk perputaran perekonomian Jawa Timur ini.
“Problem yang sering dihadapi di pelabuhan itu ada dua, pertama masalah gudang dan kedua tenaga kerja. Itu problem klasik yang perlu pemecahan,” kata General Manager PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Totok Heliyanto, Jumat 914/3/2014).
Untuk itu, logistic center menjadi solusi, karena selama ini gudang-gudang yang dikelola pihak ketiga tutup pukul 17.00 WIB dan buka kembali pukul 08.00 WIB. Berarti banyak waktu terbuang dalam proses penurunan barang. Dengan dasar ini, program logistic center ini bisa menekan idle time . Idle time di Tanjung Perak selama ini mencapai 15 jam.
Totok menegaskan, masalah gudang inilah yang menyebabkan muncul antrean panjang di pelabuhan. Dampaknya waiting time (waktu tunggu) di pelabuhan makin lama, dan biaya yang dikeluarkan pengguna jasa juga membengkak.
Program ini akan diikuti dengan pembangunan gudang baru. Rencananya, ada dua lokasi yang sudah dipilih Pelindo III Cabang Tanjung Perak. Pertama berada di lini satu atau di dalam Terminal Jamrud Selatan dan kedua ada di lini kedua atau di luar dermaga.
Di lini satu terdapat tiga gudang eksisting yang akan dirobohkan dan diganti dengan yang baru. Tetapi untuk merobohkannya butuh izin dari Kementerian BUMN.
“Kita sudah mendapat izin penghapusan dua dari tiga gudang yang ada. Nantinya kita bangun 100 x 200 meter untuk gudang baru di lini satu. Gudang super jumbo dan sangat besar,” ujar mantan GM Pelindo III Banjarmasin itu.
Sistem logistic center ini bisa menekan idle time. Dari total waktu 24 jam satu hari, hanya bekerja sembilan jam. Padahal bila waktu dipergunakan dengan sistem logsitic center, masa kerja menjadi 21 jam, karena tiga jam digunakan untuk waktu istirahat dan pergantian shift bagi buruh atau pekerja.
Dengan penambahan kerja ini, Pelindo menegaskan tidak akan ada kenaikan tarif yang dibebankan. Pelindo akan melakukan penghitungan dan memberikan kepada pihak-pihak yang bekerja sama dengan Pelindo. Artinya, mereka yang akan menanggung tenaganya dengan perincian penghitungan dari Pelindo.
“Tarif tetap seperti semula, meskipun produktivitas tinggi, kita akan membicarakan kepada pihak yang bekerja sama,” kata Totok.
Program ini, lanjut dia, nantinya bisa mempercepat produksi yang terjadi. Dari satu minggu yang biasanya hanya 3.000 ton bisa menjadi 10.000 ton.
Sehingga sirkulasi kapal maupun barang berjalan bisa berjalan optimal. Ada keuntungan yang diperoleh dari pengusaha maupun Pelindo sendiri. “Dengan sistem ini, pengaturan tambat sandar kapal juga diatur dengan baik,” tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :