Agus Marto: Arsip penting untuk hadapi krisis
Senin, 17 Maret 2014 - 13:39 WIB
Agus Marto: Arsip penting untuk hadapi krisis
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengatakan, arsip merupakan elemen penting dalam menjamin keberlangsungan institusi.
Hal tersebut, menurut dia, lantaran didasarkan atas pandangan bahwa setidaknya ada sejumlah aspek utama mengapa arsip dianggap penting.
Pertama, kata Agus adalah kumpulan peristiwa masa lalu dan masa kini yang dapat diwariskan di generasi mendatang. Hal yang diwarisi yakni dokumentasi seluruh proses dalam menghadapi tekanan ekonomi, di mana BI telah melakukan sejumlah langkah penyehatan ekonomi atau perbankan saat terjadi krisis.
"Kita sebelumnya de Javanche Bank, kita ingat di dunia perbankan bahwa periode menantang di industri perbankan di 1997, 1998, 1999. Bukan saja ekonomi kita memburuk, sosial kita ikut memburuk. Kumpulan peristiwa seperti itu yang dapat diwariskan kepada generasi kita," kata dia di Gedung BI, Jakarta, Senin (17/3/2014).
Kedua, arsip merupakan aset bangsa. Contohnya, di negara-negara maju memiliki arsip yang lengkap dan terpelihara dengan baik adalah hal yang mutlak untuk menjamin negara yang bersangkutan dapat menghadapi krisis di masa mendatang dengan mempelajari krisis yang terjadi di masa lalu.
"Kami pernah mencari arsipnya oleh bank pemerintah lemah sekali pencatatan dokumennya. Ketiga adalah perwujudan akuntabalitas dan transparansi lembaga negara atau institusi. Sudah seharusnya institusi dengan menjaga arsip yang profesional. Sehingga dapat tercatat dengan baik," pungkas dia.
Hal tersebut, menurut dia, lantaran didasarkan atas pandangan bahwa setidaknya ada sejumlah aspek utama mengapa arsip dianggap penting.
Pertama, kata Agus adalah kumpulan peristiwa masa lalu dan masa kini yang dapat diwariskan di generasi mendatang. Hal yang diwarisi yakni dokumentasi seluruh proses dalam menghadapi tekanan ekonomi, di mana BI telah melakukan sejumlah langkah penyehatan ekonomi atau perbankan saat terjadi krisis.
"Kita sebelumnya de Javanche Bank, kita ingat di dunia perbankan bahwa periode menantang di industri perbankan di 1997, 1998, 1999. Bukan saja ekonomi kita memburuk, sosial kita ikut memburuk. Kumpulan peristiwa seperti itu yang dapat diwariskan kepada generasi kita," kata dia di Gedung BI, Jakarta, Senin (17/3/2014).
Kedua, arsip merupakan aset bangsa. Contohnya, di negara-negara maju memiliki arsip yang lengkap dan terpelihara dengan baik adalah hal yang mutlak untuk menjamin negara yang bersangkutan dapat menghadapi krisis di masa mendatang dengan mempelajari krisis yang terjadi di masa lalu.
"Kami pernah mencari arsipnya oleh bank pemerintah lemah sekali pencatatan dokumennya. Ketiga adalah perwujudan akuntabalitas dan transparansi lembaga negara atau institusi. Sudah seharusnya institusi dengan menjaga arsip yang profesional. Sehingga dapat tercatat dengan baik," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :