Prabowo minta 10% APBN untuk pertanian
Senin, 17 Maret 2014 - 14:30 WIB
Prabowo minta 10% APBN untuk pertanian
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Prabowo Subianto meminta agar 10 persen Angggaran Pendapatan Belanja Negara untuk sektor pertanian.
Saat sarasehan dengan para petani di Kabupaten Tabanan Bali, Prabowo mengungkapkan kecewaannya melihat kejanggalan pembangunan pertanian di Indonesia.
Disebutkan, Indonesia negara di dunia peringkat kelima terkaya di bidang sumber daya alam. Namun dalam pengelolaan sumber daya tersebut indonesia berada di urutan seratus. "Ini penilaian para pakar di luar negeri," katanya di Tabanan, Senin (17/3/2014).
Selama 15 tahun terakhir Indonesia tiap tahun untung triliunan rupiah. Tapi kenapa masih terjadi krisis di Indonesia. "Saya ingin menggugah rakyat Indonesia bahwa kekayaan kita sedang dirampok diambil ke luar negeri," ujar dia.
Setiap tahun negara kehilangan Rp4 ribu triliun rupiah. Inilah mengapa sektor pertanian ketinggalan karena uangnya diambil. Sehingga untuk pembangunan pertanian alokasi dananya kecil sekali.
Kurang dari 2 persen APBN atau hanya satu persen. Padahal masyarakat yang hidup di sektor pertanian sekitar 50 persen tapi anggaran untuk pertanian hanya satu persen. "Ini janggal, ini tidak adil, ini sumber masalahnya," tegasnya.
Melihat keadaan tersebut, HKTI minta alokasi anggaran pertanian 10 persen dari APBN yang akan digunakan untuk pengadaan saprodi, pemasaran dan pembangunan pertanian lainnya.
"Alokasi anggaran 10 persen itu dilaksanakan di negara-negara tetangga kita seperti di Malaysia, Vietnam dan Thailand," ungkapnya.
Tapi lain kondisi di tanah air, alokasi anggarannya hanya satu persen, uang yang beredar di Indonesia tersedot dari desa masuk ke Jakarta.
"Di Indonesia orang miskin yang subsidi orang kaya. Harusnya orang kaya yang bantu orang miskin. Karena tabungan bank dari masyarakat kecil dibawa ke jakarta untuk dipinjamkan kepada orang-orang kaya untuk usaha," pungkasnya.
Saat sarasehan dengan para petani di Kabupaten Tabanan Bali, Prabowo mengungkapkan kecewaannya melihat kejanggalan pembangunan pertanian di Indonesia.
Disebutkan, Indonesia negara di dunia peringkat kelima terkaya di bidang sumber daya alam. Namun dalam pengelolaan sumber daya tersebut indonesia berada di urutan seratus. "Ini penilaian para pakar di luar negeri," katanya di Tabanan, Senin (17/3/2014).
Selama 15 tahun terakhir Indonesia tiap tahun untung triliunan rupiah. Tapi kenapa masih terjadi krisis di Indonesia. "Saya ingin menggugah rakyat Indonesia bahwa kekayaan kita sedang dirampok diambil ke luar negeri," ujar dia.
Setiap tahun negara kehilangan Rp4 ribu triliun rupiah. Inilah mengapa sektor pertanian ketinggalan karena uangnya diambil. Sehingga untuk pembangunan pertanian alokasi dananya kecil sekali.
Kurang dari 2 persen APBN atau hanya satu persen. Padahal masyarakat yang hidup di sektor pertanian sekitar 50 persen tapi anggaran untuk pertanian hanya satu persen. "Ini janggal, ini tidak adil, ini sumber masalahnya," tegasnya.
Melihat keadaan tersebut, HKTI minta alokasi anggaran pertanian 10 persen dari APBN yang akan digunakan untuk pengadaan saprodi, pemasaran dan pembangunan pertanian lainnya.
"Alokasi anggaran 10 persen itu dilaksanakan di negara-negara tetangga kita seperti di Malaysia, Vietnam dan Thailand," ungkapnya.
Tapi lain kondisi di tanah air, alokasi anggarannya hanya satu persen, uang yang beredar di Indonesia tersedot dari desa masuk ke Jakarta.
"Di Indonesia orang miskin yang subsidi orang kaya. Harusnya orang kaya yang bantu orang miskin. Karena tabungan bank dari masyarakat kecil dibawa ke jakarta untuk dipinjamkan kepada orang-orang kaya untuk usaha," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :