Mitra strategis MPMX merger dengan MPM Finance
Senin, 17 Maret 2014 - 16:18 WIB
Mitra strategis MPMX merger dengan MPM Finance
A
A
A
Sindonews.com – PT Sasana Artha Finance (SAF) mitra strategis yang juga merupakan pemegang saham PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) melakukan penandatangan perjanjian pokok untuk rencana penggabungan (merger) antara SAF dan PT Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPM Finance).
Rencana merger ini merupakan bagian dari strategi MPMX untuk memperkuat bisnis pembiayaan dengan memaksimalkan potensi pasar automotif di Indonesia yang terus berkembang pesat.
Direktur Utama MPMX Koji Shima menyatakan, rencana penggabungan MPM Finance dan SAF ini akan semakin memperkuat bisnis pembiayaannya dan meningkatkan sinergi bisnis yang positif antar entitas bisnis MPMX lainnya.
“Selain itu, dengan strategi penguatan modal dan perluasan jaringan di Indonesia, kami optimis MPM Finance akan semakin efisien dan kompetitif,” kata Koji dalam rilisnya di Jakarta, Senin (17/3/2014)
Saat ini MPMX memiliki 99,9 persen saham MPM Finance dan 60 persen saham di SAF. Sedangkan, sisa 40 persen kepemilikan saham di SAF dimiliki oleh JACCS Co. Ltd (JACCS), perusahaan pembiayaan konsumen terkemuka di Jepang.
Setelah tanggal efektif penggabungan, JACCS merencanakan melakukan penyetoran dana sebesar Rp510 miliar untuk memperkuat struktur permodalan di MPM Finance, sehingga kepemilikannya menjadi 40 persen dari keseluruhan modal yang disetorkan dan ditempatkan MPMFinance.
Keseluruhan skema transaksi yang diatur dan disepakati dalam perjanjian pokok akan dilaksanakan dengan merujuk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“MPMX optimis dengan pertumbuhan roda dua dan roda empat di tahun 2014. Oleh karena itu, kami sangat senang dan menyambut baik rencana JACCS untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya di MPM Finance setelah rencana merger," kata dia.
Dia percaya aliansi strategis ini akan memperkuat bisnis multifinance MPMX dan akan mendorong pencapaian kinerja dan prestasi yang lebih maksimal. Selain itu, sebagai perusahaan pasca merger, MPM Finance akan mendapatkan keuntungan dari dukungan kuat MPMX dan JACCS sebagai pemegang saham.
Keuntungan itu, antara lain dukungan berupa best practice, pengembangan produk-produk baru serta akses dan hubungan yang lebih kuat dengan perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia dan di negara-negara lain.
JACCS merupakan bagian dari Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (MUFG), grup konglomerasi kelas dunia di sektor finansial yang berasal dari Jepang. Aliansi strategis MPMX dengan JACCS akan memperkuat permodalan MPM Finance setelah merger nanti, sekaligus akan memberikan hasil maksimum bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Rencana merger ini merupakan bagian dari strategi MPMX untuk memperkuat bisnis pembiayaan dengan memaksimalkan potensi pasar automotif di Indonesia yang terus berkembang pesat.
Direktur Utama MPMX Koji Shima menyatakan, rencana penggabungan MPM Finance dan SAF ini akan semakin memperkuat bisnis pembiayaannya dan meningkatkan sinergi bisnis yang positif antar entitas bisnis MPMX lainnya.
“Selain itu, dengan strategi penguatan modal dan perluasan jaringan di Indonesia, kami optimis MPM Finance akan semakin efisien dan kompetitif,” kata Koji dalam rilisnya di Jakarta, Senin (17/3/2014)
Saat ini MPMX memiliki 99,9 persen saham MPM Finance dan 60 persen saham di SAF. Sedangkan, sisa 40 persen kepemilikan saham di SAF dimiliki oleh JACCS Co. Ltd (JACCS), perusahaan pembiayaan konsumen terkemuka di Jepang.
Setelah tanggal efektif penggabungan, JACCS merencanakan melakukan penyetoran dana sebesar Rp510 miliar untuk memperkuat struktur permodalan di MPM Finance, sehingga kepemilikannya menjadi 40 persen dari keseluruhan modal yang disetorkan dan ditempatkan MPMFinance.
Keseluruhan skema transaksi yang diatur dan disepakati dalam perjanjian pokok akan dilaksanakan dengan merujuk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“MPMX optimis dengan pertumbuhan roda dua dan roda empat di tahun 2014. Oleh karena itu, kami sangat senang dan menyambut baik rencana JACCS untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya di MPM Finance setelah rencana merger," kata dia.
Dia percaya aliansi strategis ini akan memperkuat bisnis multifinance MPMX dan akan mendorong pencapaian kinerja dan prestasi yang lebih maksimal. Selain itu, sebagai perusahaan pasca merger, MPM Finance akan mendapatkan keuntungan dari dukungan kuat MPMX dan JACCS sebagai pemegang saham.
Keuntungan itu, antara lain dukungan berupa best practice, pengembangan produk-produk baru serta akses dan hubungan yang lebih kuat dengan perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia dan di negara-negara lain.
JACCS merupakan bagian dari Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (MUFG), grup konglomerasi kelas dunia di sektor finansial yang berasal dari Jepang. Aliansi strategis MPMX dengan JACCS akan memperkuat permodalan MPM Finance setelah merger nanti, sekaligus akan memberikan hasil maksimum bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
(rna)
Lihat Juga :