Harga cabai di Klaten meroket
Senin, 17 Maret 2014 - 16:25 WIB
Harga cabai di Klaten meroket
A
A
A
Sindonews.com - Cuaca yang tidak menentu pada akhir-akhir ini membuat harga komoditas cabai naik. Harga cabai terus merangkak seiring cuaca ekstrem yang terus terjadi.
Keterangan yang didapatkan Koran Sindo dari sejumlah pedagang di Pasar Tradisional di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng) mengatakan, harga cabai mulai naik sejak awal Maret lalu. Hal itu dipicu karena minimnya stok cabai di tingkat petani yang berujung pada naiknya harga jual.
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Klaten, Rejeki mengatakan, harga cabai rawit saat ini terus mengalami peningkatan. Menurutnya, harga cabai jenis ini mencapai angka lebih dari Rp80.000 per kilogram (kg). Padahal, pada bulan lalu, harga jual di tingkat pedagang cabai itu hanya berkisar pada angka Rp50.000 sampai Rp60.000 per kg.
DFia menuturkan, selain harganya naik, stok cabai juga mengalami penurunan cukup signifikan. Karena gagalnya panen para petani akibat cuaca yang tidak menentu. "Banyak petani gagal panen, dengan barang sedikit otomatis harga akan naik," ucapnya.
Pedagang lain, Ngatini mengatakan hal yang sama. Menurutnya saat ini banyak pembeli yang mengurungkan niatnya untuk membeli cabai. Banyak pembeli dari kalangan ibu rumah tangga yang enggan membeli cabai dengan harga tinggi.
Dengan kondisi itu, pihaknya hanya mengharapkan para pembeli dari kalangan penjual makanan. Pasalnya para penjual makanan pasti akan membeli cabai-cabai itu dengan harga berapapun.
"Kalau warung nasi goreng, sate dan lain-lain pasti akan membelinya, kalau untuk rumah tangga paling hanya beli sedikit dibanding biasanya," kata dia, Senin (17/3/2014).
Sementara, salah seorang pembeli, Tukiyem menyebutkan mahalnya harga cabai itu memang menjadikannya kecewa. Menurutnya sangat tidak masuk akal, jika harga cabai itu terus melambung tinggi sejak beberapa pekan terakhir ini.
Pihaknya menilai ada permainan yang dilakukan spekulan untuk meningkatkan harga jual cabai saat ini. "Kalau dipikir-pikir harga cabai per kg kok sama dengan harga daging, kan tidak masuk akal," kata dia.
Keterangan yang didapatkan Koran Sindo dari sejumlah pedagang di Pasar Tradisional di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng) mengatakan, harga cabai mulai naik sejak awal Maret lalu. Hal itu dipicu karena minimnya stok cabai di tingkat petani yang berujung pada naiknya harga jual.
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Klaten, Rejeki mengatakan, harga cabai rawit saat ini terus mengalami peningkatan. Menurutnya, harga cabai jenis ini mencapai angka lebih dari Rp80.000 per kilogram (kg). Padahal, pada bulan lalu, harga jual di tingkat pedagang cabai itu hanya berkisar pada angka Rp50.000 sampai Rp60.000 per kg.
DFia menuturkan, selain harganya naik, stok cabai juga mengalami penurunan cukup signifikan. Karena gagalnya panen para petani akibat cuaca yang tidak menentu. "Banyak petani gagal panen, dengan barang sedikit otomatis harga akan naik," ucapnya.
Pedagang lain, Ngatini mengatakan hal yang sama. Menurutnya saat ini banyak pembeli yang mengurungkan niatnya untuk membeli cabai. Banyak pembeli dari kalangan ibu rumah tangga yang enggan membeli cabai dengan harga tinggi.
Dengan kondisi itu, pihaknya hanya mengharapkan para pembeli dari kalangan penjual makanan. Pasalnya para penjual makanan pasti akan membeli cabai-cabai itu dengan harga berapapun.
"Kalau warung nasi goreng, sate dan lain-lain pasti akan membelinya, kalau untuk rumah tangga paling hanya beli sedikit dibanding biasanya," kata dia, Senin (17/3/2014).
Sementara, salah seorang pembeli, Tukiyem menyebutkan mahalnya harga cabai itu memang menjadikannya kecewa. Menurutnya sangat tidak masuk akal, jika harga cabai itu terus melambung tinggi sejak beberapa pekan terakhir ini.
Pihaknya menilai ada permainan yang dilakukan spekulan untuk meningkatkan harga jual cabai saat ini. "Kalau dipikir-pikir harga cabai per kg kok sama dengan harga daging, kan tidak masuk akal," kata dia.
(izz)
Lihat Juga :