Perbanas: Pembukaan rekening nasabah harus per kasus

Senin, 17 Maret 2014 - 20:17 WIB
Perbanas: Pembukaan...
Perbanas: Pembukaan rekening nasabah harus per kasus
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas), Sigit Pramono menegaskan, bahwa industri perbankan mendukung upaya Ditjen Pajak untuk memonitor para wajib pajak yang diduga tidak membayar pajak sesuai kewajibannya.

"Sebetulnya kan saya sudah memberikan respon terkait itu. Ya kita memahami memang bagi para wajib pajak yang tidak membayar yang diduga tidak membayar sesuai dengan kewajibannya. Ya silakan saja diberlakukan mekanisme pengaksesan rekeningnya misalkan," ungkapnya usai menghadiri diskusi publik OJK Watch di Gedung Pers Jakarta, Senin (17/3/2014).

Namun, kata dia, mekanisme ini tetap harus dilihat kasus per kasus. Tidak serta merta Ditjen Pajak bisa mengakses data apapun terkait nasabah. Hal ini dinilai memberatkan bagi industri perbankan.

"Tapi kami tetap tegaskan harus kasus per kasus, enggak perlu di UU nya dikatakan bahwa Dirjen Pajak bisa mengakses apapun itu. Menurut saya tetap harus dilihat kasus perkasus. Tapi sekali lagi, kami tidak mau menghalangi karena ini kan aturan Dirjen Pajak," lanjutnya.

Menurutnya, jika Ditjen Pajak dapat mengakses semua data nasabah nanti akan berdampak kepada timbulnya kekhawatiran nasabah jika datanya bisa diakses.

"Nanti kalau dibuka mereka bisa lihat siapapun. Itu yang kami keberatan. Ada dampaknya kalau itu, yakni ada orang yang waswas kalau dia sudah patuh bayar pajak, data mereka bisa dilihat dan segala macamnya. Saya yakin di negeri ini masih banyak orang yang patuh bayar pajak. Kalau orang yang enggak patuh atau menyembunyikan pajak, itu soal lain lagi," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
14 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
29 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved