Waskita bidik kontrak baru 2014 naik 35%
Selasa, 18 Maret 2014 - 14:58 WIB
Waskita bidik kontrak baru 2014 naik 35%
A
A
A
Sindonews.com - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) membidik perolehan kontrak baru sepanjang 2014 hingga Rp18 triliun. Angka ini melonjak sekitar 35,34 persen dari realisasi 2013 sebesar Rp13,3 triliun.
Direktur Utama PT Waskita Karya M Choliq mengatakan, dengan adanya target kontrak baru tersebut, maka target proyek yang akan dikelola oleh perseroan sepanjang 2014 mencapai Rp22,1 triliun.
"Perolehan kontrak kita targetkan melonjak dari Rp13,3 triliun menjadi Rp18 triliun di tahun ini, sehingga kontrak yang dikelola sepanjang 2014 adalah Rp22,1 triliun," kata Choliq usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kantor Pusat WSKT, Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Sementara, dari target perolehan kontrak baru sebesar Rp18 triliun tersebut sudah termasuk dengan kontrak pemerintah yang carry over dari tahun 2013 senilai Rp3,8 triliun. Selain itu, ada pula Rp2,8 triliun telah dilakukan penandatanganan komitmen.
"Nilai kontrak 2014 yang sudah kita dapatkan Rp2,8 triliun, dari target Rp18 triliun 2014 kita akan konsentrasi pada proyek pemerintah dan proyek swasta besar, seperti jalan tol di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa karena ada Rp3,6 triliun proyek pemerintah yang delay ke 2014," kata Direktur Waskita Karya Adiwibowo.
Bila dibandingkan tahun lalu, Adi mengatakan, perolehan kontrak dari proyek-proyek pemerintah mengalami penyusutan lantaran banyak dari kontrak-kontrak tersebut yang tertunda. Untuk itu, Adi menjelaskan, pesreroan pada tahun ini akan memanfaatkan momentum tahun politik dengan menggenjot kontrak baru dari proyek-proyek pemerintah dangan porsi lebih besar.
"Kontribusi sektor pemerintah akan meningkat drastis karena ada carry over yang Rp3,6 triliun tadi. Tahun politik digenjot, proyek-proyek pemerintah meningkat cukup drastis karena banyak anggaran-anggaran proyek yang biasanya dimaksimalkan di tahun-tahun politik. Jadi tahun 2014, posisi bergeser kembali, pemerintah akan lebih dominan," paparnya.
Tercatat beberapa proyek yang sudah diperoleh dan masih dalam proses kontruksi, seperti pekerjaan terminal 3 bandara Soekarno Hatta (JO) senilai Rp1,6 triliun (progres 16,5 persen), PLTU Amurang 2x30 MW sebesar Rp550 miliar. Selain itu, Ciledug Mal sebesar Rp323 miliar (progres 100 persen), Bandara Suai Timor Leste senilai Rp642 miliar dan jembatan Kapuk Naga Indah di Jakarta senilai Rp238 miliar (88,3 persen).
Direktur Utama PT Waskita Karya M Choliq mengatakan, dengan adanya target kontrak baru tersebut, maka target proyek yang akan dikelola oleh perseroan sepanjang 2014 mencapai Rp22,1 triliun.
"Perolehan kontrak kita targetkan melonjak dari Rp13,3 triliun menjadi Rp18 triliun di tahun ini, sehingga kontrak yang dikelola sepanjang 2014 adalah Rp22,1 triliun," kata Choliq usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kantor Pusat WSKT, Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Sementara, dari target perolehan kontrak baru sebesar Rp18 triliun tersebut sudah termasuk dengan kontrak pemerintah yang carry over dari tahun 2013 senilai Rp3,8 triliun. Selain itu, ada pula Rp2,8 triliun telah dilakukan penandatanganan komitmen.
"Nilai kontrak 2014 yang sudah kita dapatkan Rp2,8 triliun, dari target Rp18 triliun 2014 kita akan konsentrasi pada proyek pemerintah dan proyek swasta besar, seperti jalan tol di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa karena ada Rp3,6 triliun proyek pemerintah yang delay ke 2014," kata Direktur Waskita Karya Adiwibowo.
Bila dibandingkan tahun lalu, Adi mengatakan, perolehan kontrak dari proyek-proyek pemerintah mengalami penyusutan lantaran banyak dari kontrak-kontrak tersebut yang tertunda. Untuk itu, Adi menjelaskan, pesreroan pada tahun ini akan memanfaatkan momentum tahun politik dengan menggenjot kontrak baru dari proyek-proyek pemerintah dangan porsi lebih besar.
"Kontribusi sektor pemerintah akan meningkat drastis karena ada carry over yang Rp3,6 triliun tadi. Tahun politik digenjot, proyek-proyek pemerintah meningkat cukup drastis karena banyak anggaran-anggaran proyek yang biasanya dimaksimalkan di tahun-tahun politik. Jadi tahun 2014, posisi bergeser kembali, pemerintah akan lebih dominan," paparnya.
Tercatat beberapa proyek yang sudah diperoleh dan masih dalam proses kontruksi, seperti pekerjaan terminal 3 bandara Soekarno Hatta (JO) senilai Rp1,6 triliun (progres 16,5 persen), PLTU Amurang 2x30 MW sebesar Rp550 miliar. Selain itu, Ciledug Mal sebesar Rp323 miliar (progres 100 persen), Bandara Suai Timor Leste senilai Rp642 miliar dan jembatan Kapuk Naga Indah di Jakarta senilai Rp238 miliar (88,3 persen).
(rna)
Lihat Juga :