Waskita terbitkan obligasi Rp1 T pada Juni
Selasa, 18 Maret 2014 - 15:15 WIB
Waskita terbitkan obligasi Rp1 T pada Juni
A
A
A
Sindonews.com - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tengah mengkaji rencana penerbitan obligasi senilai Rp1 triliun. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan pada tahun ini.
Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk mengatakan, penerbitan obligasi senilai Rp1 triliun tersebut rencananya akan direalisasikan pada pertengahan Juni tahun ini. Dia menjelaskan, dana yang diperoleh dari aksi korporasi itu nantinya akan digunakan untuk membiayai ekspansi di bidang energi dan properti.
Hingga saat ini, perseroan masih melakukan kajian terkait dengan rencana penerbitan obligasi tersebut. Terkait langkahnya tersebut, Waskita akan menggunakan skema penawaran umum berkelanjutan (PUB) atau secara bertahap.
“Tahun ini dari total Rp1 triliun, mungkin sekitar Rp300 miliar akan ditarik (direalisasikan),” terang Tunggul di Kantor Pusat Waskita Karya, Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Adapun sejumlah proyek yang akan dibiayai dari dana hasil penerbitan obligasi, salah satunya adalah proyek pembangkit listrik mini hydro berkapasitas 10 megawatt (MW), yang terletak di wilayah Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Timur. Adapun, dana untuk pembangunan satu pembangkit listrik sekitar Rp180 miliar.
Selain itu, proyek properti yang diberi nama Cawang Satu di wilayah Jakarta Timur. Proyek properti yang diperkirakan selesai pada awal 2015 mendatang ini diharapkan akan menjadi sumber pendapatan berulang bagi emiten konstruksi plat merah tersebut.
"Cawang Satu ini nanti akan menjadi sumber recurring income (pendapatan berulang) bagi Waskita. Perkiraan, 2015 sudah selesai konstruksinya," pungkas dia.
Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk mengatakan, penerbitan obligasi senilai Rp1 triliun tersebut rencananya akan direalisasikan pada pertengahan Juni tahun ini. Dia menjelaskan, dana yang diperoleh dari aksi korporasi itu nantinya akan digunakan untuk membiayai ekspansi di bidang energi dan properti.
Hingga saat ini, perseroan masih melakukan kajian terkait dengan rencana penerbitan obligasi tersebut. Terkait langkahnya tersebut, Waskita akan menggunakan skema penawaran umum berkelanjutan (PUB) atau secara bertahap.
“Tahun ini dari total Rp1 triliun, mungkin sekitar Rp300 miliar akan ditarik (direalisasikan),” terang Tunggul di Kantor Pusat Waskita Karya, Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Adapun sejumlah proyek yang akan dibiayai dari dana hasil penerbitan obligasi, salah satunya adalah proyek pembangkit listrik mini hydro berkapasitas 10 megawatt (MW), yang terletak di wilayah Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Timur. Adapun, dana untuk pembangunan satu pembangkit listrik sekitar Rp180 miliar.
Selain itu, proyek properti yang diberi nama Cawang Satu di wilayah Jakarta Timur. Proyek properti yang diperkirakan selesai pada awal 2015 mendatang ini diharapkan akan menjadi sumber pendapatan berulang bagi emiten konstruksi plat merah tersebut.
"Cawang Satu ini nanti akan menjadi sumber recurring income (pendapatan berulang) bagi Waskita. Perkiraan, 2015 sudah selesai konstruksinya," pungkas dia.
(rna)
Lihat Juga :