Bukopin targetkan fee based income tumbuh 20%
Selasa, 18 Maret 2014 - 18:28 WIB
Bukopin targetkan fee based income tumbuh 20%
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) menargetkan akan menggenjot pendapatan fee based income dengan pertumbuhan pada kisaran 20 persen.
"Kami akan tetap mengandalkan public service seperti pembayaran PLN, Telkom, dan lainnya serta kontribusi fee based dari kartu kredit. Keduanya menyumbang 50 persen dari sumber fee based," ujar Dirut Bank Bukopin, Glen Glenardi dalam jumpa pers, Selasa (18/3/2014).
Tahun ini perseroan juga siap melakukan ekspansi di wilayah timur Indonesia seperti Sulawesi dan Papua. Hal ini karena kawasan tersebut merupakan basis Grup Bosowa sebagai pemegang saham baru Bukopin.
Setidaknya, akan ada dua kantor cabang utama yang akan didirikan di wilayah Timur tersebut. "Kawasan Timur sangat potensial sebagai bagian ekspansi. Ini juga akan meningkatkan customer based demi mendukung porsi dana murah (CASA)," ujarnya.
Namun, dia menjelaskan kontribusi penyaluran kredit dan penghimpunan DPK dari kawasan timur tidak akan langsung memberikan dampak besar. "Ini untuk rencana jangka panjang. Apalagi, pertumbuhan ekonomi serta insentif di sana sudah semakin baik," pungkas Glen.
"Kami akan tetap mengandalkan public service seperti pembayaran PLN, Telkom, dan lainnya serta kontribusi fee based dari kartu kredit. Keduanya menyumbang 50 persen dari sumber fee based," ujar Dirut Bank Bukopin, Glen Glenardi dalam jumpa pers, Selasa (18/3/2014).
Tahun ini perseroan juga siap melakukan ekspansi di wilayah timur Indonesia seperti Sulawesi dan Papua. Hal ini karena kawasan tersebut merupakan basis Grup Bosowa sebagai pemegang saham baru Bukopin.
Setidaknya, akan ada dua kantor cabang utama yang akan didirikan di wilayah Timur tersebut. "Kawasan Timur sangat potensial sebagai bagian ekspansi. Ini juga akan meningkatkan customer based demi mendukung porsi dana murah (CASA)," ujarnya.
Namun, dia menjelaskan kontribusi penyaluran kredit dan penghimpunan DPK dari kawasan timur tidak akan langsung memberikan dampak besar. "Ini untuk rencana jangka panjang. Apalagi, pertumbuhan ekonomi serta insentif di sana sudah semakin baik," pungkas Glen.
(izz)
Lihat Juga :