Hasrat profit taking besar, IHSG berpeluang terkoreksi
Rabu, 19 Maret 2014 - 08:16 WIB
Hasrat profit taking besar, IHSG berpeluang terkoreksi
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, IHSG pada perdagangan hari ini akan berada pada rentang support 4.788-4.795 dan resisten 4.850-4.896.
Secara teknikal, laju IHSG masuk pada kisaran support 4.800-4.825, meski tidak sampai bergerak lebih rendah karena masih adanya daya beli terbatas. "Hasrat profit taking masih cukup besar, sehingga dikhawatirkan pelemahan berpeluang berlanjut," kata Reza, Rabu (19/3/2014).
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, IHSG masih melanjutkan pelemahannya seiring masih banyaknya aksi jual yang terjadi. Kali ini gantian, di mana saat laju IHSG sedang berkubang dalam zona merah, laju bursa saham Asia bergerak positif yang terimbas menghijaunya laju bursa saham Amerika Serikat dan Eropa sebelumnya.
Maraknya aksi jual membuat IHSG terhempas, sehingga membuat mayoritas sektor mengalami pelemahan. Saham-saham kapitalisasi pasar pun banyak yang berguguran antara lain GGRM, UNVR, ITMG, SMGR, dan lainnya.
Berbalik melemahnya rupiah dan laju ipembukaan bursa saham Eropa yang melemah menambah sentimen negatif. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 4.895,50 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.802,02 di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.805,61.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
"Tampaknya harapan kami, di mana mulai berbalik positifnya laju bursa saham global yang diharapkan dapat memperlambat laju pelemahan IHSG, sehingga koreksi yang terjadi dapat dibatasi, tidak terjadi," kata dia.
Dari luar negeri, rilis data-data ekonomi AS yang cukup positif memberikan tambahan amunisi bagi penguatan lanjutan sejumlah bursa saham Asia. Mulai kembalinya aksi beli memberikan efek positif bagi penguatan saham-saham teknologi, antara lain Mitsubishi Electric Corp., LG Electronics Inc., Tencent Holdings Ltd., dan lainnya.
Turunnya house price index dan FDI China tidak langsung direspon negatif karena memberikan penilaian akan pelonggaran moneter pemerintahan China. Begitu pun dengan melemahnya yen memberikan amunisi positif bagi saham-saham eksportir.
Laju bursa saham Eropa kembali melemah setelah sehari sebelumnya menguat. Pelaku pasar tampaknya menahan diri jelang pertemuan FOMC The Fed.
Positifnya rilis data kenaikan balance of trade Italia terhalangi oleh rilis penurunan balance of trade dan ZEW economic sentiment index zona Eropa dan pertumbuhan di bawah estimasi wholesale price index Jerman yang dibarengi dengan penurunan ZEW economic sentiment index-nya.
Dirilisnya data kenaikan tipis NAHB housing market index, manufacturing and industrial production hingga NY empire state manufacturing direspon cukup positif oleh investor.
Berkurangnya kekhawatiran dan kecemasan akan pelaksanaan referendum Krimea serta turunnya indeks VIX juga memberikan dampak positif sambil pelaku pasar juga mencermati perkembangan di tempat tersebut. Saham-saham yang sebelumnya terkena aksi jual kini kembali diburu.
Secara teknikal, laju IHSG masuk pada kisaran support 4.800-4.825, meski tidak sampai bergerak lebih rendah karena masih adanya daya beli terbatas. "Hasrat profit taking masih cukup besar, sehingga dikhawatirkan pelemahan berpeluang berlanjut," kata Reza, Rabu (19/3/2014).
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, IHSG masih melanjutkan pelemahannya seiring masih banyaknya aksi jual yang terjadi. Kali ini gantian, di mana saat laju IHSG sedang berkubang dalam zona merah, laju bursa saham Asia bergerak positif yang terimbas menghijaunya laju bursa saham Amerika Serikat dan Eropa sebelumnya.
Maraknya aksi jual membuat IHSG terhempas, sehingga membuat mayoritas sektor mengalami pelemahan. Saham-saham kapitalisasi pasar pun banyak yang berguguran antara lain GGRM, UNVR, ITMG, SMGR, dan lainnya.
Berbalik melemahnya rupiah dan laju ipembukaan bursa saham Eropa yang melemah menambah sentimen negatif. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 4.895,50 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.802,02 di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.805,61.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
"Tampaknya harapan kami, di mana mulai berbalik positifnya laju bursa saham global yang diharapkan dapat memperlambat laju pelemahan IHSG, sehingga koreksi yang terjadi dapat dibatasi, tidak terjadi," kata dia.
Dari luar negeri, rilis data-data ekonomi AS yang cukup positif memberikan tambahan amunisi bagi penguatan lanjutan sejumlah bursa saham Asia. Mulai kembalinya aksi beli memberikan efek positif bagi penguatan saham-saham teknologi, antara lain Mitsubishi Electric Corp., LG Electronics Inc., Tencent Holdings Ltd., dan lainnya.
Turunnya house price index dan FDI China tidak langsung direspon negatif karena memberikan penilaian akan pelonggaran moneter pemerintahan China. Begitu pun dengan melemahnya yen memberikan amunisi positif bagi saham-saham eksportir.
Laju bursa saham Eropa kembali melemah setelah sehari sebelumnya menguat. Pelaku pasar tampaknya menahan diri jelang pertemuan FOMC The Fed.
Positifnya rilis data kenaikan balance of trade Italia terhalangi oleh rilis penurunan balance of trade dan ZEW economic sentiment index zona Eropa dan pertumbuhan di bawah estimasi wholesale price index Jerman yang dibarengi dengan penurunan ZEW economic sentiment index-nya.
Dirilisnya data kenaikan tipis NAHB housing market index, manufacturing and industrial production hingga NY empire state manufacturing direspon cukup positif oleh investor.
Berkurangnya kekhawatiran dan kecemasan akan pelaksanaan referendum Krimea serta turunnya indeks VIX juga memberikan dampak positif sambil pelaku pasar juga mencermati perkembangan di tempat tersebut. Saham-saham yang sebelumnya terkena aksi jual kini kembali diburu.
(rna)
Lihat Juga :