IHSG diprediksi bergerak pada kisaran 4.800-4.884
Kamis, 20 Maret 2014 - 08:29 WIB
IHSG diprediksi bergerak pada kisaran 4.800-4.884
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan berada pada rentang support 4.800-4.810 dan resisten 4.845-4.884.
"Laju IHSG bertahan di atas kisaran support 4.788-4.795, namun gagal mencapai kisaran resisten 4.850-4.896. IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan dengan asumsi didukung sentimen yang ada. Diharapkan pertemuan FOMC tidak memberikan imbas negatif, sehingga IHSG pun masih berpeluang menguat," kata Reza, Kamis (20/3/2014).
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, tampak perkiraan akan melemahnya laju IHSG ternyata dapat dipatahkan oleh kembalinya aksi beli pelaku pasar terutama asing yang masih bertahan dengan nett buy-nya.
Reza mengatakan, penurunan yang terjadi sebelumnya menjadikan pelemahan yang terjadi masih dianggap wajar karena eforia sesaat pasca terpilihnya salah satu orang yang dianggap pas sebagai figur presiden.
"Di sisi lain, masih positifnya laju bursa saham AS dan dibantu dengan berbalik positifnya laju bursa saham Eropa sebelumnya memberikan dampak positif, sehingga pelaku pasar kembali turun ke bursa saham," kata dia.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.838,18 di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.816,71 jelang akhir sesi 2 dan berakhir di level 4.821,46. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Dari luar negeri, tampaknya aksi wait and see terhadap keputusan FOMC The Fed melanda bursa saham Asia, sehingga kembali melemah. Di sisi lain, mulai adanya rilis kinerja yang di bawah estimasi, antara lain Uni-President China Holdings Ltd. dan Country Garden Holdings Co. serta rendahnya rilis PPI Korea Selatan dan masih negatifnya neraca perdagangan Jepang memberikan tambahan sentimen negatif.
Laju bursa saham Eropa pun juga variatif menyusul aksi menahan diri pelaku pasar terhadap hasil pertemuan The Fed. Rilis melebarnya defisit current account Perancis turut menambah sentimen negatif. Dirilisnya kenaikan building permits dan Redbook serta inflasi yang dinilai cukup stabil direspon positif oleh investor meski juga dirilis penurunan housing starts beserta pertumbuhannya dan chain stores sales.
Pelaku pasar juga mendapat angin segar dari pernyataan Putin tersebut. Saham-saham teknologi mengalami reli kembali.
"Laju IHSG bertahan di atas kisaran support 4.788-4.795, namun gagal mencapai kisaran resisten 4.850-4.896. IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan dengan asumsi didukung sentimen yang ada. Diharapkan pertemuan FOMC tidak memberikan imbas negatif, sehingga IHSG pun masih berpeluang menguat," kata Reza, Kamis (20/3/2014).
Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, tampak perkiraan akan melemahnya laju IHSG ternyata dapat dipatahkan oleh kembalinya aksi beli pelaku pasar terutama asing yang masih bertahan dengan nett buy-nya.
Reza mengatakan, penurunan yang terjadi sebelumnya menjadikan pelemahan yang terjadi masih dianggap wajar karena eforia sesaat pasca terpilihnya salah satu orang yang dianggap pas sebagai figur presiden.
"Di sisi lain, masih positifnya laju bursa saham AS dan dibantu dengan berbalik positifnya laju bursa saham Eropa sebelumnya memberikan dampak positif, sehingga pelaku pasar kembali turun ke bursa saham," kata dia.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.838,18 di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.816,71 jelang akhir sesi 2 dan berakhir di level 4.821,46. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Dari luar negeri, tampaknya aksi wait and see terhadap keputusan FOMC The Fed melanda bursa saham Asia, sehingga kembali melemah. Di sisi lain, mulai adanya rilis kinerja yang di bawah estimasi, antara lain Uni-President China Holdings Ltd. dan Country Garden Holdings Co. serta rendahnya rilis PPI Korea Selatan dan masih negatifnya neraca perdagangan Jepang memberikan tambahan sentimen negatif.
Laju bursa saham Eropa pun juga variatif menyusul aksi menahan diri pelaku pasar terhadap hasil pertemuan The Fed. Rilis melebarnya defisit current account Perancis turut menambah sentimen negatif. Dirilisnya kenaikan building permits dan Redbook serta inflasi yang dinilai cukup stabil direspon positif oleh investor meski juga dirilis penurunan housing starts beserta pertumbuhannya dan chain stores sales.
Pelaku pasar juga mendapat angin segar dari pernyataan Putin tersebut. Saham-saham teknologi mengalami reli kembali.
(rna)
Lihat Juga :