BPJS Ketenagakerjaan fokus regenerasi perusahaan
Jum'at, 21 Maret 2014 - 12:51 WIB
BPJS Ketenagakerjaan fokus regenerasi perusahaan
A
A
A
Sindonews.com - Semenjak menjadi lembaga publik, perubahan terus dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, termasuk adanya regenerasi kepemimpinan di lembaga ini.
Bagi BPJS Ketenagakerjaan, proses regenerasi dalam organisasi adalah hal yang wajar, berjalan secara alamiah. Semua lembaga organisasi akan mengalami proses regenerasi. Setiap tahun BPJS Ketenagakerjaan mengalami masa transisi kepemimpinan, hal ini sesuai kebutuhan organisasi.
Hal tersebut dikatakan Kepala Biro SDM BPJS Ketenagakerjaan, Abdul Latif Algaf dalam acara Diklat Pelatihan Pra Purna Bakti BPJS Ketenagakerjaan di Bali seperti terangkum dalam keterangan yang diterima Sindonews, Jumat (21/3/14).
"Karyawan di level tertentu banyak yang memasuki usia pensiun, sehingga manajemen harus mempersiapkan kaderisasi untuk mengisi dan menggantikan kekosongan tersebut," terangnya.
Regenerasi kepemimpinan, kata dia, telah dipersiapkan dan dilakukan berdasarkan hasil kompetensi karyawan yang telah ditentukan.
Fokus pembenahan SDM BPJS Ketenagakerjaan diarahkan pada membangun human capital, managemen system, dan pembenahan sistem karier maupun pengembangan kualitas kepemimpinan. Hal itu yang menjadi fokus pembenahan di bidang SDM.
"Visi sebagai lembaga BPJS berkelas dunia, harus didukung kualitas SDM yang unggul dan kompeten. Sehingga program kaderisasi kepemimpinan berjalan dengan seleksi yang fair dan objektif dengan mencermati kinerja, track record, integritas dan prestasi pejabat yang bersangkutan," ujarnya.
Saat ini, SDM BPJS Ketenagakerjaan terus mengembangkan sistem regenerasi kepemimpinan. "Ke depan banyak program pengembangan SDM yang disiapkan untuk pembentukan human capital yang unggul. Seleksi akan didasarkan pada kompetensinya baik technikal maupun program leadershipnya," ungkap Latif.
Butuh dua sampai tiga tahun untuk memperbaiki sistem ini. "Kami membedakan dalam beberapa tahapan untuk lima tahun ke depan, yakni mulai dari penguatan sistem human capital hingga fully implementation. Kami berharap suatu saat BPJS Ketenagakerjaan bisa menjadi employer choice dan rujukan lembaga lainnya," pungkas Latif.
Bagi BPJS Ketenagakerjaan, proses regenerasi dalam organisasi adalah hal yang wajar, berjalan secara alamiah. Semua lembaga organisasi akan mengalami proses regenerasi. Setiap tahun BPJS Ketenagakerjaan mengalami masa transisi kepemimpinan, hal ini sesuai kebutuhan organisasi.
Hal tersebut dikatakan Kepala Biro SDM BPJS Ketenagakerjaan, Abdul Latif Algaf dalam acara Diklat Pelatihan Pra Purna Bakti BPJS Ketenagakerjaan di Bali seperti terangkum dalam keterangan yang diterima Sindonews, Jumat (21/3/14).
"Karyawan di level tertentu banyak yang memasuki usia pensiun, sehingga manajemen harus mempersiapkan kaderisasi untuk mengisi dan menggantikan kekosongan tersebut," terangnya.
Regenerasi kepemimpinan, kata dia, telah dipersiapkan dan dilakukan berdasarkan hasil kompetensi karyawan yang telah ditentukan.
Fokus pembenahan SDM BPJS Ketenagakerjaan diarahkan pada membangun human capital, managemen system, dan pembenahan sistem karier maupun pengembangan kualitas kepemimpinan. Hal itu yang menjadi fokus pembenahan di bidang SDM.
"Visi sebagai lembaga BPJS berkelas dunia, harus didukung kualitas SDM yang unggul dan kompeten. Sehingga program kaderisasi kepemimpinan berjalan dengan seleksi yang fair dan objektif dengan mencermati kinerja, track record, integritas dan prestasi pejabat yang bersangkutan," ujarnya.
Saat ini, SDM BPJS Ketenagakerjaan terus mengembangkan sistem regenerasi kepemimpinan. "Ke depan banyak program pengembangan SDM yang disiapkan untuk pembentukan human capital yang unggul. Seleksi akan didasarkan pada kompetensinya baik technikal maupun program leadershipnya," ungkap Latif.
Butuh dua sampai tiga tahun untuk memperbaiki sistem ini. "Kami membedakan dalam beberapa tahapan untuk lima tahun ke depan, yakni mulai dari penguatan sistem human capital hingga fully implementation. Kami berharap suatu saat BPJS Ketenagakerjaan bisa menjadi employer choice dan rujukan lembaga lainnya," pungkas Latif.
(izz)
Lihat Juga :