Pelindo III setor uang ke negara Rp1,12 T
Jum'at, 21 Maret 2014 - 17:37 WIB
Pelindo III setor uang ke negara Rp1,12 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III telah menyetor uang ke negara senilai Rp1,12 triliun. Setoran itu berupa pajak sebesar Rp694 miliar, kontibusi jasa pemanduan dan penundaan Rp6 miliar serta deviden sebesar Rp420 miliar.
Direktur Utama Pelindo III, Djarwo Surjanto mengatakan, kontribusi perseroan kepada negara tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Menurutnya, pada 2012 Pelindo III menyetor sekitar Rp937 miliar kepada negara.
"Kontribusi kami kepada negara secara keseluruhan naik 19,5 persen. Itu tak lepas dari meningkatnya pendapatan dan laba Pelindo III 2013 kemarin," kata Djarwo dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (21/3/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, perseroan mengalami pertumbuhan keuangan yang cukup signifikan. Dia merinci pendapatan perusahaan 2013 sebesar Rp5,12 triliun dengan laba bersih sekitar Rp1,2 triliun.
Djarwo membandingkan kondisi tersebut dengan tahun sebelumnya. Pada 2012 pendapatan Pelindo III tercatat sebesar Rp4,42 triliun dengan laba bersih sekitar Rp950 miliar.
"Meningkatnya pendapatan dan laba Pelindo III tak lepas dari peningkatan arus kapal dan barang di pelabuhan-pelabuhan yang kami kelola," terangnya.
Arus kapal di seluruh pelabuhan yang dihimpun perusahaan menyatakan bahwa arus kapal meningkat dari 74.915 unit di 2012 menjadi 78.189 unit di 2013. Peningkatan arus kapal juga didukung dengan ukuran-ukuran kapal yang semakin besar.
Jika sebelumnya tercatat 262.790 GT, pada 2013 tercatat 298.607 GT.
Demikian halnya dengan arus barang. Djarwo menyontohkan kenaikan arus barang yang cukup terlihat terjadi pada arus peti kemas.
Pada 2012 jumlah peti kemas yang melalui pelabuhan Pelindo III sebanyak 3,9 juta TEUs. Sedangkan 2013 jumlahnya meningkat menjadi 4,1 juta TEUs.
"Ini menunjukkan bahwa pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo III mulai ramai. Bahkan ada beberapa pelabuhan yang membutuhkan pengembangan guna mengantisipasi kelebihan kapasitas," imbuhnya.
Serangkaian pengembangan dan peningkatan layanan dimaksud diantaranya dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak, Terminal Petikemas Semarang (TPKS), dan Pelabuhan Banjarmasin.
Pelabuhan Tanjung Perak misalnya, pelabuhan terbesar di lingkungan Pelindo III itu sudah terancam kelebihan kapasitas. Karena itu, Pelindo III telah melakukan pembangunan Terminal Teluk Lamong guna mengantisipasi kelebihan kapasitas tersebut.
Proyek yang menelan biaya sekitar Rp3,4 triliun itu rencananya akan diuji coba pada bulan Mei. "Perkembangan pembangunan fisik kini sudah mencapai 90 persen dan alat bongkar muat diperkirakan akan tiba pada bulan April 2014. Kami optimis Terminal Teluk Lamong bisa diuji coba Mei 2014 mendatang," pungkas Djarwo.
Direktur Utama Pelindo III, Djarwo Surjanto mengatakan, kontribusi perseroan kepada negara tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Menurutnya, pada 2012 Pelindo III menyetor sekitar Rp937 miliar kepada negara.
"Kontribusi kami kepada negara secara keseluruhan naik 19,5 persen. Itu tak lepas dari meningkatnya pendapatan dan laba Pelindo III 2013 kemarin," kata Djarwo dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (21/3/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, perseroan mengalami pertumbuhan keuangan yang cukup signifikan. Dia merinci pendapatan perusahaan 2013 sebesar Rp5,12 triliun dengan laba bersih sekitar Rp1,2 triliun.
Djarwo membandingkan kondisi tersebut dengan tahun sebelumnya. Pada 2012 pendapatan Pelindo III tercatat sebesar Rp4,42 triliun dengan laba bersih sekitar Rp950 miliar.
"Meningkatnya pendapatan dan laba Pelindo III tak lepas dari peningkatan arus kapal dan barang di pelabuhan-pelabuhan yang kami kelola," terangnya.
Arus kapal di seluruh pelabuhan yang dihimpun perusahaan menyatakan bahwa arus kapal meningkat dari 74.915 unit di 2012 menjadi 78.189 unit di 2013. Peningkatan arus kapal juga didukung dengan ukuran-ukuran kapal yang semakin besar.
Jika sebelumnya tercatat 262.790 GT, pada 2013 tercatat 298.607 GT.
Demikian halnya dengan arus barang. Djarwo menyontohkan kenaikan arus barang yang cukup terlihat terjadi pada arus peti kemas.
Pada 2012 jumlah peti kemas yang melalui pelabuhan Pelindo III sebanyak 3,9 juta TEUs. Sedangkan 2013 jumlahnya meningkat menjadi 4,1 juta TEUs.
"Ini menunjukkan bahwa pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo III mulai ramai. Bahkan ada beberapa pelabuhan yang membutuhkan pengembangan guna mengantisipasi kelebihan kapasitas," imbuhnya.
Serangkaian pengembangan dan peningkatan layanan dimaksud diantaranya dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak, Terminal Petikemas Semarang (TPKS), dan Pelabuhan Banjarmasin.
Pelabuhan Tanjung Perak misalnya, pelabuhan terbesar di lingkungan Pelindo III itu sudah terancam kelebihan kapasitas. Karena itu, Pelindo III telah melakukan pembangunan Terminal Teluk Lamong guna mengantisipasi kelebihan kapasitas tersebut.
Proyek yang menelan biaya sekitar Rp3,4 triliun itu rencananya akan diuji coba pada bulan Mei. "Perkembangan pembangunan fisik kini sudah mencapai 90 persen dan alat bongkar muat diperkirakan akan tiba pada bulan April 2014. Kami optimis Terminal Teluk Lamong bisa diuji coba Mei 2014 mendatang," pungkas Djarwo.
(izz)
Lihat Juga :