IHSG awal pekan diprediksi bergairah
Senin, 24 Maret 2014 - 08:29 WIB
IHSG awal pekan diprediksi bergairah
A
A
A
Sindonews.com - Pada perdagangan awal pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada pada rentang support Rp4.650-4.664 dan resisten 4.744-4.750.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG sempat berada pada kisaran support 4.670-4.685, namun gagal bertahan di kisaran resisten 4.712-4.728.
"Itu mengindikasikan masih rawan profit taking jika sentimen yang ada tidak cukup kuat untuk melanjutkan kenaikan. Tetapi, jika volume beli berlanjut peningkatannya dapat dimanfaatkan untuk buy on weakness," kata Reza, Senin (24/3/2014).
Menilik laju IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu, masih menguatnya pasar obligasi memberikan imbas positif bagi pasar ekuitas sehingga IHSG pun dapat berakhir di zona hijau meskipun sepanjang intraday perdagangan bergerak fluktuatif.
Bahkan meski hitungannya dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya tercatat menguat, namun level penutupan yang terbentuk lebih rendah dari pembukaan. Hawa ambil untung pun masih mewarnai perdagangan saham.
Namun demikian, kembalinya aksi beli pada saham-saham komoditas dan konsumer mampu menyelamatkan laju IHSG di akhir pekan, sehingga tidak melanjutkan laju negatifnya.
Begitupun dengan laju bursa saham AS yang akhirnya positif, sehingga menambah amunisi bagi IHSG untuk menguat meski tipis dan masih adanya empat indeks sektoral serta indeks lainnya yang masih tertinggal di zona merah.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 4.736,30 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.661,61 di mid sesi 1 dan berakhir di level 4700,22.
"Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," papar Reza.
Dari luar negeri, meski nilai mata uang yuan terus mengalami penurunan setelah PboC mengambil kebijakan penurunan kurs referensinya, namun laju bursa saham China dapat menguat setelah merespon positif penilaian pemerintah China akan melonggarkan batasan pendanaan bagi pengembang properti dan adanya sinyal pertumbuhan perbankan.
Di sisi lain, menguatnya pasar saham Brazil memberikan sentimen positif bagi penguatan pasar saham emerging market lainnya seiring menghijaunya saham-saham komoditas. Selain itu, adanya rilis kinerja dari beberapa emiten yang di atas estimasi a.l Li & Fung Ltd., Gome EAH Ltd., dan lainnya turut memberikan sentimen positif.
Pasca mengalami pelemahan sehari sebelumnya, laju bursa saham Eropa berakhir positif setelah terimbas menghijaunya laju bursa saham Asia dan merespon rilis kenaikan industrial orders Italia, public sector borrowing Inggris.
Masih negatifnya indeks consumer confidence Zona Eropa, namun menunjukkan kenaikan dan lebih rendahnya current account zona Eropa dapat diimbangi dengan rilis positif data-data sebelumnya. Selain itu, adanya rilis kenaikan rekomendasi dari beberapa emiten, antara lain Commerzbank AG., Hugo Boss AG., Evotec AG., dan lainnya turut memberikan sentimen positif.
Laju bursa saham AS tidak seirama dengan laju bursa saham Asia dan Eropa yang berakhir menghijau. Adanya pemberitaan terkait pengawasan harga obat oleh pemerintah AS membuat saham-saham farmasi berguguran dan memimpin pelemahan.
Di sisi lain, pelemahan terjadi seiring adanya profit taking setelah indeks S&P500 menyentuh rekor terbarunya dan kembali meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi geopolitik setelah Rusia menyatakan dengan keras menolak sanksi yang akan diberikan Eropa dan AS.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG sempat berada pada kisaran support 4.670-4.685, namun gagal bertahan di kisaran resisten 4.712-4.728.
"Itu mengindikasikan masih rawan profit taking jika sentimen yang ada tidak cukup kuat untuk melanjutkan kenaikan. Tetapi, jika volume beli berlanjut peningkatannya dapat dimanfaatkan untuk buy on weakness," kata Reza, Senin (24/3/2014).
Menilik laju IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu, masih menguatnya pasar obligasi memberikan imbas positif bagi pasar ekuitas sehingga IHSG pun dapat berakhir di zona hijau meskipun sepanjang intraday perdagangan bergerak fluktuatif.
Bahkan meski hitungannya dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya tercatat menguat, namun level penutupan yang terbentuk lebih rendah dari pembukaan. Hawa ambil untung pun masih mewarnai perdagangan saham.
Namun demikian, kembalinya aksi beli pada saham-saham komoditas dan konsumer mampu menyelamatkan laju IHSG di akhir pekan, sehingga tidak melanjutkan laju negatifnya.
Begitupun dengan laju bursa saham AS yang akhirnya positif, sehingga menambah amunisi bagi IHSG untuk menguat meski tipis dan masih adanya empat indeks sektoral serta indeks lainnya yang masih tertinggal di zona merah.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 4.736,30 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.661,61 di mid sesi 1 dan berakhir di level 4700,22.
"Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," papar Reza.
Dari luar negeri, meski nilai mata uang yuan terus mengalami penurunan setelah PboC mengambil kebijakan penurunan kurs referensinya, namun laju bursa saham China dapat menguat setelah merespon positif penilaian pemerintah China akan melonggarkan batasan pendanaan bagi pengembang properti dan adanya sinyal pertumbuhan perbankan.
Di sisi lain, menguatnya pasar saham Brazil memberikan sentimen positif bagi penguatan pasar saham emerging market lainnya seiring menghijaunya saham-saham komoditas. Selain itu, adanya rilis kinerja dari beberapa emiten yang di atas estimasi a.l Li & Fung Ltd., Gome EAH Ltd., dan lainnya turut memberikan sentimen positif.
Pasca mengalami pelemahan sehari sebelumnya, laju bursa saham Eropa berakhir positif setelah terimbas menghijaunya laju bursa saham Asia dan merespon rilis kenaikan industrial orders Italia, public sector borrowing Inggris.
Masih negatifnya indeks consumer confidence Zona Eropa, namun menunjukkan kenaikan dan lebih rendahnya current account zona Eropa dapat diimbangi dengan rilis positif data-data sebelumnya. Selain itu, adanya rilis kenaikan rekomendasi dari beberapa emiten, antara lain Commerzbank AG., Hugo Boss AG., Evotec AG., dan lainnya turut memberikan sentimen positif.
Laju bursa saham AS tidak seirama dengan laju bursa saham Asia dan Eropa yang berakhir menghijau. Adanya pemberitaan terkait pengawasan harga obat oleh pemerintah AS membuat saham-saham farmasi berguguran dan memimpin pelemahan.
Di sisi lain, pelemahan terjadi seiring adanya profit taking setelah indeks S&P500 menyentuh rekor terbarunya dan kembali meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi geopolitik setelah Rusia menyatakan dengan keras menolak sanksi yang akan diberikan Eropa dan AS.
(rna)
Lihat Juga :