Aksi jual investor mulai turun, IHSG berpeluang naik
Senin, 24 Maret 2014 - 08:36 WIB
Aksi jual investor mulai turun, IHSG berpeluang naik
A
A
A
Sindonews.com - Menurut analis teknikal Mandiri Sekuritas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini diperdagangkan di atas EMA 200 hari.
Indeks koreksi beberapa hari dan ditutup tertahan di support 4.700. Indikator stochastic berpotensi membentuk goldencross. Aksi jual investor sudah mulai menurun.
Indeks berpotensi bergerak mixed to up hari ini dengan kenaikan terbatas. Support IHSG berada di 4.662 dan resistance di 4.737/4.774.
Dari dalam negeri, investor asing masih melakukan aksi jual seiring meningkatnya kekhawatiran di Krimea. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) terus melemah setelah the Fed menegaskan akan menaikkan suku bunga acuan.
Sementara, dari luar negeri, pasar saham AS melemah pasca pencaplokan Krimea oleh Rusia. Akhir pekan lalu, indeks saham Dow Jones Industrial Average (DJIA) terkoreksi 0,17 persen dan S&P500 turun 0,29 persen.
Dari pasar Asia, indeks di beberapa negara terkemuka dibuka menguat. Kenaikan pasar saham Asia ditunjukkan oleh Nikkei 225 di Jepang yang naik 0,89 persen. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan dibuka menguat 0,73 persen.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas ditutup menguat. Harga minyak mentah WTI terapresiasi 0,56 persen ke USD99,46 per barel. Sementara harga emas Comex naik 0,41 persen ke posisi USD1336 per troy ounce.
Pada akhir pekan lalu, IHSG berhasil naik tipis 1,24 poin atau 0,02 persen ke level 4.700,22. Penguatan IHSG seiring menguatnya mayoritas bursa Asia.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,21 triliun dengan 5,55 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp450,52 miliar. Tercatat 175 saham naik, 121 saham melemah dan 101 saham stagnan.
Indeks koreksi beberapa hari dan ditutup tertahan di support 4.700. Indikator stochastic berpotensi membentuk goldencross. Aksi jual investor sudah mulai menurun.
Indeks berpotensi bergerak mixed to up hari ini dengan kenaikan terbatas. Support IHSG berada di 4.662 dan resistance di 4.737/4.774.
Dari dalam negeri, investor asing masih melakukan aksi jual seiring meningkatnya kekhawatiran di Krimea. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) terus melemah setelah the Fed menegaskan akan menaikkan suku bunga acuan.
Sementara, dari luar negeri, pasar saham AS melemah pasca pencaplokan Krimea oleh Rusia. Akhir pekan lalu, indeks saham Dow Jones Industrial Average (DJIA) terkoreksi 0,17 persen dan S&P500 turun 0,29 persen.
Dari pasar Asia, indeks di beberapa negara terkemuka dibuka menguat. Kenaikan pasar saham Asia ditunjukkan oleh Nikkei 225 di Jepang yang naik 0,89 persen. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan dibuka menguat 0,73 persen.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas ditutup menguat. Harga minyak mentah WTI terapresiasi 0,56 persen ke USD99,46 per barel. Sementara harga emas Comex naik 0,41 persen ke posisi USD1336 per troy ounce.
Pada akhir pekan lalu, IHSG berhasil naik tipis 1,24 poin atau 0,02 persen ke level 4.700,22. Penguatan IHSG seiring menguatnya mayoritas bursa Asia.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,21 triliun dengan 5,55 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp450,52 miliar. Tercatat 175 saham naik, 121 saham melemah dan 101 saham stagnan.
(rna)
Lihat Juga :