Rupiah diproyeksi masih dalam tekanan
Senin, 24 Maret 2014 - 08:49 WIB
Rupiah diproyeksi masih dalam tekanan
A
A
A
Sindonews.com - Laju rupiah masih tersungkur di zona merah seiring dengan laju dolar Amerika Serikat (USD) yang masih menunjukkan apresiasinya.
"Laju rupiah di bawah level support Rp11.425 per USD. Rupiah hari ini bergerak dalam rentang Rp11.446-11.422 per USD mengacu kurs tengah BI," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (24/3/2014).
Menurut Reza, pelaku pasar masih menanggapi negatif pernyataan Gubernur the Fed Janet Yellen, yang memberikan sinyal pengurangan stimulus lebih cepat dan peluang untuk kenaikan suku bunga Fed Rate di tahun depan pada level 1 persen dari level rendah saat ini 0,25 persen.
Meski belum tentu akan terjadi karena the Fed masih melihat perkembangan kondisi ekonomi AS, namun pelaku pasar sudah mengkhawatirkan hal tersebut pasti terjadi.
"Di sisi lain, masih melemahnya yuan memberikan imbas negatif, namun dapat diimbangi dengan terapresiasinya dolar Australia," pungkas dia.
Pada akhir pekan lalu, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.431 per USD atau melemah 24 poin dibanding penutupan Kamis (20/3/2014) di level Rp11.407 per USD.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.425 per USD. Posisi ini terapresiasi 21 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.446 per USD.
"Laju rupiah di bawah level support Rp11.425 per USD. Rupiah hari ini bergerak dalam rentang Rp11.446-11.422 per USD mengacu kurs tengah BI," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (24/3/2014).
Menurut Reza, pelaku pasar masih menanggapi negatif pernyataan Gubernur the Fed Janet Yellen, yang memberikan sinyal pengurangan stimulus lebih cepat dan peluang untuk kenaikan suku bunga Fed Rate di tahun depan pada level 1 persen dari level rendah saat ini 0,25 persen.
Meski belum tentu akan terjadi karena the Fed masih melihat perkembangan kondisi ekonomi AS, namun pelaku pasar sudah mengkhawatirkan hal tersebut pasti terjadi.
"Di sisi lain, masih melemahnya yuan memberikan imbas negatif, namun dapat diimbangi dengan terapresiasinya dolar Australia," pungkas dia.
Pada akhir pekan lalu, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.431 per USD atau melemah 24 poin dibanding penutupan Kamis (20/3/2014) di level Rp11.407 per USD.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.425 per USD. Posisi ini terapresiasi 21 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.446 per USD.
(rna)