Rawan profit taking, IHSG berpeluang downreversal

Senin, 24 Maret 2014 - 09:28 WIB
Rawan profit taking,...
Rawan profit taking, IHSG berpeluang downreversal
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini diperkirakan akan berada pada rentang support 4.650-4.674 dan resisten 4.884-4.915.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG memperlihatkan masih banyaknya potensi aksi ambil untung (profit taking).

"Bila di sepekan ke depan tidak diimbangi adanya sentimen positif maka dapat membuat downreversal lanjutan IHSG. Untuk itu, batasi speculative trading untuk mengurangi potensi loss pada kondisi yang masih lebih besar downreversal-nya," kata Reza, Senin (24/3/2014).

Untuk pekan depan, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen, antara lain, RBA meeting’s minutes Australia; foreign bond investment Jepang, HSBC manufacturing index China; PPI Korea Selatan, markit manufacturing & services PMI, IFO business climate Jerman, markit manufacturing & services PMI zona Eropa, nationwide house price, inflation rate, PPI, retail price index.

Perlu diperhatikan pula, BBA mortgage approvals Inggris, markit manufacturing & markit service PMI, business confidence, consumer confidence Perancis; retail sales and consumer confidence Italia; industrial production and inflation rate Spanyol; markit manufacturing and services PMI, chain stores sales, house price index, new home sales, Richmond Fed manufacturing index, durable goods order, and redbook AS dan sejumlah data ekonomi lainnya.

Menilik lajunya secara historikal, IHSG tercatat melemah sepanjang sepekan kemarin. "Seperti yang kami ulas di pekan sebelumnya, di mana untuk kali ini, meski banyak harapan akan penguatan lanjutan, namun dengan penguatan yang terjadi secara signifikan di akhir pekan kemarin maka akan rawan dimanfaatkan untuk profit taking," kata Reza.

Tetap mewaspada aksi-aksi yang dapat membuat downreversal IHSG. IHSG, kata Reza melaju seperti yang ditulis sebelumnya. Meski sempat terjadi kenaikan, namun tidak banyak menolong IHSG untuk bertahan di zona positifnya.

Sepanjang pekan kemarin, asing masih tercatat nett buy sebesar Rp3,20 triliun atau turun dari pekan sebelumnya yang mengalami kenaikan Rp8,18 triliun. Jika dihitung sejak awal tahun (YTD) maka sampai dengan pekan kemarin posisi asing tercatat nett buy Rp21,02 triliun yang melanjutkan nett buy pekan sebelumnya senilai Rp17,811 triliun.

"Laju IHSG di awal pekan langsung diwarnai aksi profit taking setelah di akhir pekan sebelumnya mengalami kenaikan signifikan," papar Reza.

Nyatanya laju IHSG memang demikian dimana penguatan hanya berlangsung sesaat. Terlihat bagaimana laju IHSG yang awalnya cenderung sideways lalu berlari kencang di akhir pekan sebelumnya dan akhirnya terkena tekanan jual. Padahal laju nilai tukar rupiah kembali menguat cukup signifikan. Begitupun dengan laju bursa saham Asia yang vairiatif mulai menguat.

Pelemahan terus berlanjut, di mana aksi jual tidak terbendung. Di sisi lain, masih positifnya laju bursa saham AS dan dibantu dengan berbalik positifnya laju bursa saham Eropa jelang pertemuan The Fed sebelumnya memberikan dampak positif.

Akan tetapi, bencana pelemahan mulai datang tatkala perkiraan kami bahwa Gubernur the Fed Janet Yellen dalam pertemuan the Fed dapat memberikan pernyataan pengurangan stimulus yang lebih halus dan dapat diterima pasar juga tidak terjadi, sehingga pasar langsung merespon negatif serta membuat pasar saham AS dan Eropa bergerak negatif dan berimbas pada laju bursa saham Asia, termasuk IHSG.

"Pelaku pasar pun memanfaatkan pemberitaan pernyataan Yellen terkait dengan rencana pengurangan stimulus pada musim gugur tahun ini dan kenaikan Fed rate Jika pemulihan ekonomi AS terus berjalan, untuk profit taking. Beruntungnya IHSG di akhir pekan dapat menghijau seiring penguatan laju bursa saham Asia," kata dia.

Di sisi lain, pelaku pasar juga merespon negatif rendahnya proyeksi pertumbuhan Indonesia oleh Bank Dunia dan Fitch Ratings di level 5,3 persen di bawah proyeksi pemerintah. Dari luar negeri, laju bursa saham Asia tercatat melemah sepanjang pekan kemarin.

Laju bursa saham Asia mulai bergerak variatif cenderung menguat di awal pekan saat bursa saham China mulai menguat setelah pelaku pasar merespon positif rencana kebijakan pemerintahnya untuk memperluas jaringan transportasi dan infrastruktur di perkotaan.

Di sisi lain, meski Ukraina telah melaksanakan referendum untuk wilayah Krimea, namun laju bursa saham Asia belum kompak menguat sepenuhnya. Rilis data-data ekonomi AS yang cukup positif memberikan tambahan amunisi bagi penguatan lanjutan sejumlah bursa saham Asia. Mulai kembalinya aksi beli memberikan efek positif bagi penguatan saham-saham teknologi.

Turunnya house price index dan FDI China tidak langsung direspon negatif karena memberikan penilaian akan pelonggaran moneter pemerintahan China. Begitu pun dengan melemahnya yen memberikan amunisi positif bagi saham-saham eksportir.

Akan tetapi, tampaknya aksi wait & see terhadap keputusan FOMC the Fed melanda bursa saham Asia sehingga kembali melemah. Di sisi lain, mulai adanya rilis kinerja emiten yang di bawah estimasi, rendahnya rilis PPI Korea Selatan masih negatifnya neraca perdagangan Jepang, berita mengenai penurunan kinerja developer China yang berujung pada indikasi default karena pertumbuhan properti yang melambat turut menambah sentimen negatif.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Sulit Tembus Level...
IHSG Sulit Tembus Level 6.400, Ini Penyebabnya
266 Saham Terkulai,...
266 Saham Terkulai, IHSG Ditutup Anjlok 32,47 poin ke 6.277
233 Saham Melemah, IHSG...
233 Saham Melemah, IHSG Ditutup Turun ke Level 6.324
Terkoreksi Lagi, IHSG...
Terkoreksi Lagi, IHSG Ditutup Turun 14,56 Poin ke Level 6.309
Ada Potensi Koreksi,...
Ada Potensi Koreksi, IHSG Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini
IHSG Diprediksi Menghijau,...
IHSG Diprediksi Menghijau, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
Berita Terkini
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
1 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
9 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
10 jam yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
10 jam yang lalu
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok LPG di Surabaya Aman
11 jam yang lalu
Tol Prambanan-Purwomartani...
Tol Prambanan-Purwomartani Siap Beroperasi Mudik Lebaran 2027
11 jam yang lalu
Infografis
Jurusan Kuliah yang...
Jurusan Kuliah yang Berpeluang Cepat Dapat Kerja di Era Digital
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved