Karyawan tolak tiga direktur ikut bursa direksi PDAM
Senin, 24 Maret 2014 - 21:15 WIB
Karyawan tolak tiga direktur ikut bursa direksi PDAM
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang habisnya masa jabatan Direktur PDAM Delta Tirta, karyawan bergejolak. Mereka menuntut agar tiga direktur yang saat ini menjabat tidak diikutkan lagi dalam bursa pendaftaran direktur yang akan digelar Juli 2014 nanti.
Puluhan karyawan PDAM tersebut datang ke Pendopo Delta Wibawa sekitar pukul 09.00 WIB. Kedatangan karyawan dari jajaran kepala bagian (Kabag), kepala cabang (Kacab), kepala sub bagian (Kasubag) hingga staf tersebut hanya ditemui bupati beberapa menit saja. Namun, bupati menjanjikan pertemuan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.
Pada sore harinya, bupati bersama jajaran dewan pengawas PDAM akhirnya menemui perwakilan karyawan yang hadir. Keinginan mereka menghendaki jika jajaran direksi yang saat menduduki jabatannya tidak lagi diikutkan dalam fit and proper test pemilihan direksi baru.
Keinginan para karyawan PDAM Delta Tirta wadul ke bupati karena ingin PDAM dipimpin oleh orang baru diluar direksi yang sekarang. Karena itu hendaknya dalam pemilihan direksi nanti, tidak satupun direksi yang sekarang ikut seleksi.
“Karyawan resah karena ada kabar jika direksi lama akan ikut kembali dalam bursa direktur PDAM,” ujar Heru Firdaus yang merupakan salah satu perwakilan karyawan, Senin (24/3/2014).
Heru yang juga menjabat sebagai Kacab PDAM Porong ini menambahkan, kenapa karyawan tidak mau dipimpin lagi oleh direksi yang ada saat ini. Tak lain, mereka ingin agar PDAM Delta Tirta bisa lebih berkembang. Selain itu bisa menyelesaikan sejumlah masalah air yang saat ini masih terjadi di PDAM.
Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Djajadi, Direktur Umum Abdul Basit Lao dan Direktur Teknik Iwan Prasetya banyak tekanan yang diterima bawahan. Terutama tekanan dari pelanggan terkait kualitas air yang tidak bagus serta permasalahan yang ada. Sayangnya, jajaran direksi tidak mau tahu atas kondisi itu.
“Direksi yang sekarang hanya ingin hasil yang baik, tapi tidak melihat bagaimana kwalitas air," tambah Sulton, juga salah satu pegawai PDAM.
Jajaran direksi meliputi Direktur Utama, Direktur Umum dan Direktur Teknik merupakan satu paket yang sudah menjabat dua periode. Namun, Direktur Umum Basid Lao dan Direktur Teknik Iwan Prasetya digadang-gadang akan menggantikan posisi Djajadi sebagai Dirut.
Kenyataannya, rencana keduanya dihadang oleh karyawannya sendiri yang merasa kinerja direksi yang ada saat ini belum memuaskan. Bahkan, mereka menginginkan agar yang menduduki jajaran direksi berasal dari luar PDAM.
Sayangnya, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah belum bisa memutuskan terkait tuntutan karyawan apakah direksi bisa ikut lagi atau tidak dalam bursa direksi yan akan digelar Juli 2014. "Saya akan melihat dulu aturannya. Kalau aturannya tidak boleh, meski mereka mendaftar tentu akan gugur dengan sendirinya karena melanggar aturan," ujarnya.
Untuk perekrutan Dirut, termasuk dua direksi lain akan ditentukan oleh tim yang terdiri dari bupati serta dewan pengawas PDAM serta tim dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). “Usulan dari karyawan agar direksi yang ada saat ini tidak boleh ikut perekrutan lagi akan kami tampung," tambah Saiful Ilah.
Masa jabatan tiga direksi PDAM akan habis pada Juli nanti. Tim seleksi dibentuk sekitar April atau Mei untuk melakukan fit and proper test pada calon direksi. Tim tersebut juga akan melihat aturan dari permendagri serta perda terkait persyaratan direksi PDAM.
Sekedar diketahui, menjelang berakhirnya masa jabatan direksi PDAM. Jabatan Dirut, Dirum dan Dirtek menjadi incaran. Bukan hanya dari internal PDAM yang ingin menempati posisi puncak di perusahaan air minum tersebut. Namun, dari kalangan luar PDAM termasuk petinggi-petinggi partai politik ingin menduduki jabatan itu.
Namun, Saiful Ilah yang mempunyai kewenangan penuh untuk mengangkat direksi PDAM tampaknya akan memadukan antara orang dari internal dan profesional. "Kalau bisa harusnya orang dari dalam PDAM sendiri. Tapi kita lihat saja nanto bagaimana hasil fit and proper test," pungkas Saiful Ilah.
Puluhan karyawan PDAM tersebut datang ke Pendopo Delta Wibawa sekitar pukul 09.00 WIB. Kedatangan karyawan dari jajaran kepala bagian (Kabag), kepala cabang (Kacab), kepala sub bagian (Kasubag) hingga staf tersebut hanya ditemui bupati beberapa menit saja. Namun, bupati menjanjikan pertemuan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.
Pada sore harinya, bupati bersama jajaran dewan pengawas PDAM akhirnya menemui perwakilan karyawan yang hadir. Keinginan mereka menghendaki jika jajaran direksi yang saat menduduki jabatannya tidak lagi diikutkan dalam fit and proper test pemilihan direksi baru.
Keinginan para karyawan PDAM Delta Tirta wadul ke bupati karena ingin PDAM dipimpin oleh orang baru diluar direksi yang sekarang. Karena itu hendaknya dalam pemilihan direksi nanti, tidak satupun direksi yang sekarang ikut seleksi.
“Karyawan resah karena ada kabar jika direksi lama akan ikut kembali dalam bursa direktur PDAM,” ujar Heru Firdaus yang merupakan salah satu perwakilan karyawan, Senin (24/3/2014).
Heru yang juga menjabat sebagai Kacab PDAM Porong ini menambahkan, kenapa karyawan tidak mau dipimpin lagi oleh direksi yang ada saat ini. Tak lain, mereka ingin agar PDAM Delta Tirta bisa lebih berkembang. Selain itu bisa menyelesaikan sejumlah masalah air yang saat ini masih terjadi di PDAM.
Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Djajadi, Direktur Umum Abdul Basit Lao dan Direktur Teknik Iwan Prasetya banyak tekanan yang diterima bawahan. Terutama tekanan dari pelanggan terkait kualitas air yang tidak bagus serta permasalahan yang ada. Sayangnya, jajaran direksi tidak mau tahu atas kondisi itu.
“Direksi yang sekarang hanya ingin hasil yang baik, tapi tidak melihat bagaimana kwalitas air," tambah Sulton, juga salah satu pegawai PDAM.
Jajaran direksi meliputi Direktur Utama, Direktur Umum dan Direktur Teknik merupakan satu paket yang sudah menjabat dua periode. Namun, Direktur Umum Basid Lao dan Direktur Teknik Iwan Prasetya digadang-gadang akan menggantikan posisi Djajadi sebagai Dirut.
Kenyataannya, rencana keduanya dihadang oleh karyawannya sendiri yang merasa kinerja direksi yang ada saat ini belum memuaskan. Bahkan, mereka menginginkan agar yang menduduki jajaran direksi berasal dari luar PDAM.
Sayangnya, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah belum bisa memutuskan terkait tuntutan karyawan apakah direksi bisa ikut lagi atau tidak dalam bursa direksi yan akan digelar Juli 2014. "Saya akan melihat dulu aturannya. Kalau aturannya tidak boleh, meski mereka mendaftar tentu akan gugur dengan sendirinya karena melanggar aturan," ujarnya.
Untuk perekrutan Dirut, termasuk dua direksi lain akan ditentukan oleh tim yang terdiri dari bupati serta dewan pengawas PDAM serta tim dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). “Usulan dari karyawan agar direksi yang ada saat ini tidak boleh ikut perekrutan lagi akan kami tampung," tambah Saiful Ilah.
Masa jabatan tiga direksi PDAM akan habis pada Juli nanti. Tim seleksi dibentuk sekitar April atau Mei untuk melakukan fit and proper test pada calon direksi. Tim tersebut juga akan melihat aturan dari permendagri serta perda terkait persyaratan direksi PDAM.
Sekedar diketahui, menjelang berakhirnya masa jabatan direksi PDAM. Jabatan Dirut, Dirum dan Dirtek menjadi incaran. Bukan hanya dari internal PDAM yang ingin menempati posisi puncak di perusahaan air minum tersebut. Namun, dari kalangan luar PDAM termasuk petinggi-petinggi partai politik ingin menduduki jabatan itu.
Namun, Saiful Ilah yang mempunyai kewenangan penuh untuk mengangkat direksi PDAM tampaknya akan memadukan antara orang dari internal dan profesional. "Kalau bisa harusnya orang dari dalam PDAM sendiri. Tapi kita lihat saja nanto bagaimana hasil fit and proper test," pungkas Saiful Ilah.
(gpr)
Lihat Juga :