Rupiah berpotensi melanjutkan penguatan
Selasa, 25 Maret 2014 - 08:26 WIB
Rupiah berpotensi melanjutkan penguatan
A
A
A
Sindonews.com - Rupiah pada perdagangan hari ini kembali diproyeksikan kembali melanjutkan laju positifnya, yang berhasil ditorehkan pada perdagangan kemarin.
"Sentimen yang sama masih mewarnai laju rupiah. Laju rupiah melewati kisaran level resisten Rp11.422 per USD. Rentang rupiah pada perdagangan hari ini di kisaran Rp11.400-11.378 mengacu kurs tengah BI," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (25/3/2014).
Menilik laju rupiah pada perdagangan awal pekan kemarin, tampak mata uang Indonesia ini kembali mengalami kenaikan pasca dirilisnya penurunan indeks manufaktur China.
Pelaku pasar memanfaatkan terapresiasinya yuan setelah salah satu pejabat memberikan komentarnya terkait kemungkinan pelonggaran moneter untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi China.
"Di sisi lain, laju rupiah turut mendapat sentimen positif dari respon pelaku pasar terhadap kesiapan pemerintah dan BI dalam menghadapi kebijakan moneter the Fed," pungkas Reza.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.384 per USD atau menguat 47 poin dibanding penutupan Jumat (21/3/2014) di level Rp11.431 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.380 per USD. Posisi ini terapresiasi 45 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.425 per USD.
"Sentimen yang sama masih mewarnai laju rupiah. Laju rupiah melewati kisaran level resisten Rp11.422 per USD. Rentang rupiah pada perdagangan hari ini di kisaran Rp11.400-11.378 mengacu kurs tengah BI," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (25/3/2014).
Menilik laju rupiah pada perdagangan awal pekan kemarin, tampak mata uang Indonesia ini kembali mengalami kenaikan pasca dirilisnya penurunan indeks manufaktur China.
Pelaku pasar memanfaatkan terapresiasinya yuan setelah salah satu pejabat memberikan komentarnya terkait kemungkinan pelonggaran moneter untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi China.
"Di sisi lain, laju rupiah turut mendapat sentimen positif dari respon pelaku pasar terhadap kesiapan pemerintah dan BI dalam menghadapi kebijakan moneter the Fed," pungkas Reza.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.384 per USD atau menguat 47 poin dibanding penutupan Jumat (21/3/2014) di level Rp11.431 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.380 per USD. Posisi ini terapresiasi 45 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.425 per USD.
(rna)