54 perusahaan akan kembangkan CBM
Selasa, 25 Maret 2014 - 13:38 WIB
54 perusahaan akan kembangkan CBM
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan, akan ada 54 perusahaan yang mengembangkan serta melakukan pengeboran untuk industri coalbed methane (CBM) di Indonesia.
"Makanya tadi saya di dalam sambutan bilang kalau bisa Rig itu dibangun 20 biji. Karena nanti VICO ngebor kemudian ada 54 perusahaan yang akan ngebor," paparnya, usai membuka konferensi IndoCBM 2014 di JCC Jakarta, Selasa (25/3/2014).
Selain itu dia juga mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam mengembangkan industri CBM ini, pemerintah menargetkan membangun 20 buah Rig (alat pengebor) guna menunjang pengerjaan tersebut. Nantinya Rig yang memiliki daya bor hingga 1.000 meter ini dapat digunakan untuk pengeboran air.
"Ini kan begini, mengebor CBM itu berbeda dengan mengebor gas. Kalo CBM itu kan methane-nya terperangkap dalam batu bara. Batu bara biasanya terendam air, sehingga airnya harus dipompa dulu," lanjutnya.
Proses pemompaan air itu, lanjutnya, disebut watering. Ketika pemompaan tersebut selesai baru akan keluar gasnya. Namun menurutnya, ini akan mengeluarkan tekanan yang sedikit. Makanya akan banyak sumur yang kemudian harus diambil dengan kompresor untuk dialirkan ke pemakaian tenaga listrik.
"Sekarang yang baru diproduksi VICO yang sudah dipakai untuk listrik hanya 2 sumur kecil dan itu baru menghasilkan 0,5 MMCFD per hari," pungkasnya.
"Makanya tadi saya di dalam sambutan bilang kalau bisa Rig itu dibangun 20 biji. Karena nanti VICO ngebor kemudian ada 54 perusahaan yang akan ngebor," paparnya, usai membuka konferensi IndoCBM 2014 di JCC Jakarta, Selasa (25/3/2014).
Selain itu dia juga mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam mengembangkan industri CBM ini, pemerintah menargetkan membangun 20 buah Rig (alat pengebor) guna menunjang pengerjaan tersebut. Nantinya Rig yang memiliki daya bor hingga 1.000 meter ini dapat digunakan untuk pengeboran air.
"Ini kan begini, mengebor CBM itu berbeda dengan mengebor gas. Kalo CBM itu kan methane-nya terperangkap dalam batu bara. Batu bara biasanya terendam air, sehingga airnya harus dipompa dulu," lanjutnya.
Proses pemompaan air itu, lanjutnya, disebut watering. Ketika pemompaan tersebut selesai baru akan keluar gasnya. Namun menurutnya, ini akan mengeluarkan tekanan yang sedikit. Makanya akan banyak sumur yang kemudian harus diambil dengan kompresor untuk dialirkan ke pemakaian tenaga listrik.
"Sekarang yang baru diproduksi VICO yang sudah dipakai untuk listrik hanya 2 sumur kecil dan itu baru menghasilkan 0,5 MMCFD per hari," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :