ESDM persiapkan tenaga kerja untuk CBM
Selasa, 25 Maret 2014 - 15:22 WIB
ESDM persiapkan tenaga kerja untuk CBM
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah menggenjot industri energi terbarukan berbasis Coalbed Methane (CBM). Untuk itu, saat ini ESDM akan mempersiapkan tenaga kerja guna menunjang industri terbarukan tersebut.
"Tantangan kita adalah untuk mendidik tenaga operator. Ini satu rig kan memerlukan antara 5 sampai 10 tenaga kerja," ungkap Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo usai pembukaan konferensi IndoCBM 2014, Selasa (25/3/2014).
Menurutnya, industri CBM ini dapat memberikan lapangan pekerjaan dan mengurangi potensi pengangguran. Pasalnya, jika untuk satu rig membutuhkan tenaga 5 hingga 10 orang, kemudian juga membutuhkan tenaga supporting dan penunjang, maka jika untuk 20 rig akan ada ribuan orang yang terlibat.
"Itu tadi kesiapan tenaga kerja saya minta IATMI kerja sama dengan diklat dan pelaku untuk memulai training, agar nantinya pekerja siap untuk menjalankan pengeboran ini, katakanlah kita mau bangun 10 saja ya harus tenaga kerjanya kira-kira 100 orang dan kita memiliki fasilitas untuk mendidik, pasti," tegasnya.
Seperti diketahui, saat ini pemerintah terus mengembangkan industri terbarukan berbasis CBM. Hal ini mengingat sumber energi migas semakin hari semakin berkurang. Sebanyak 54 perusahaan yang nantinya akan mengembangkan potensi ini, dengan proses pembangunan Rig (alat pengeboran) yang ditargetkan berjumlah 20 buah.
"Tantangan kita adalah untuk mendidik tenaga operator. Ini satu rig kan memerlukan antara 5 sampai 10 tenaga kerja," ungkap Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo usai pembukaan konferensi IndoCBM 2014, Selasa (25/3/2014).
Menurutnya, industri CBM ini dapat memberikan lapangan pekerjaan dan mengurangi potensi pengangguran. Pasalnya, jika untuk satu rig membutuhkan tenaga 5 hingga 10 orang, kemudian juga membutuhkan tenaga supporting dan penunjang, maka jika untuk 20 rig akan ada ribuan orang yang terlibat.
"Itu tadi kesiapan tenaga kerja saya minta IATMI kerja sama dengan diklat dan pelaku untuk memulai training, agar nantinya pekerja siap untuk menjalankan pengeboran ini, katakanlah kita mau bangun 10 saja ya harus tenaga kerjanya kira-kira 100 orang dan kita memiliki fasilitas untuk mendidik, pasti," tegasnya.
Seperti diketahui, saat ini pemerintah terus mengembangkan industri terbarukan berbasis CBM. Hal ini mengingat sumber energi migas semakin hari semakin berkurang. Sebanyak 54 perusahaan yang nantinya akan mengembangkan potensi ini, dengan proses pembangunan Rig (alat pengeboran) yang ditargetkan berjumlah 20 buah.
(gpr)
Lihat Juga :