Aksi beli berlanjut, IHSG berpeluang menguat
Rabu, 26 Maret 2014 - 08:31 WIB
Aksi beli berlanjut, IHSG berpeluang menguat
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak menguat pada rentang support 4.680-4.689 dan resisten 4.720-4.722.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG berada di kisaran support 4.685-4.700 dan bertahan di kisaran tersebut, sehingga memberikan gambaran masih adanya daya beli untuk menahan penurunan lanjutan IHSG.
"Aksi beli ini dapat berlanjut jika didukung penguatan kembali sejumlah bursa saham global, sehingga IHSG pun tidak kembali melemah," kata dia, Rabu (26/3/2014).
Menilik perdagangan kemarin, meski secara teknikal memberikan sedikit indikasi maupun peluang akan keberlanjutan kenaikan, namun laju IHSG terhalangi oleh sentimen yang ada. Di sisi lain, meski dari dalam negeri tidak ada hal yang negatif dan bahkan terdapat sentimen positif dari masih menguatnya nilai tukar rupiah, tampaknya belum membuat IHSG berbalik arah.
Serangan aksi jual terjadi setelah pelaku pasar terimbas pelemahan sejumlah bursa saham Asia yang merespon pelemahan bursa saham AS karena indeks manufakturnya turut menurun seperti halnya yang terjadi pada China dan zona Eropa.
Sempat di bawa turun menjauhi level 4.700, IHSG akhirnya dapat kembali terangkat ke level tersebut setelah sektor perdagangan dan keuangan berbalik menghijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 4.712,77 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.694,25 di mid sesi 2 dan berakhir di level 4.703,09.
"Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell," papar Reza.
Dari luar negeri, rilis penurunan markit manufacturing PMI AS yang lebih rendah dari sebelumnya memberikan imbas negatif bagi laju bursa saham Asia. Pelaku pasar memanfaatkan penguatan sehari sebelumnya untuk melakukan profit taking.
Padahal, sehari sebelumnya juga dirilis indeks HSBC manufacturing PMI China yang lebih rendah namun, tidak membuat laju bursa saham Asia, terutama China terkoreksi. Di sisi lain, laju bursa saham utama Asia sempat menguat setelah merespon positif terhadap akselerasi reformasi pada BUMN China, namun tertutupi aksi jual tersebut.
Stabilnya business confidence Perancis; retail price index dan inflasi Inggris; serta perkiraan kenaikan data consumer confidence AS memberikan sentimen positif, sehingga laju bursa saham Eropa pun dapat kembali menguat.
Di sisi lain, meski rilis data IFO business climate Jerman dan PPI Spanyol menunjukkan penurunan, namun dapat diimbangi dengan sentimen-sentimen positif tersebut. Rilis kenaikan Richmond Fed manufacturing index dan stabilnya case-shiller home price MoM AS mampu memberikan sentimen positif bagi laju bursa saham AS.
Sentimen positif kian bertambah dengan turunnya indeks VIX dan menguatnya data Redbook. Rilis penurunan chain stores sales, new home sales dan house price index dapat diimbangi dengan aksi beli yang merespon sentimen positif tersebut.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG berada di kisaran support 4.685-4.700 dan bertahan di kisaran tersebut, sehingga memberikan gambaran masih adanya daya beli untuk menahan penurunan lanjutan IHSG.
"Aksi beli ini dapat berlanjut jika didukung penguatan kembali sejumlah bursa saham global, sehingga IHSG pun tidak kembali melemah," kata dia, Rabu (26/3/2014).
Menilik perdagangan kemarin, meski secara teknikal memberikan sedikit indikasi maupun peluang akan keberlanjutan kenaikan, namun laju IHSG terhalangi oleh sentimen yang ada. Di sisi lain, meski dari dalam negeri tidak ada hal yang negatif dan bahkan terdapat sentimen positif dari masih menguatnya nilai tukar rupiah, tampaknya belum membuat IHSG berbalik arah.
Serangan aksi jual terjadi setelah pelaku pasar terimbas pelemahan sejumlah bursa saham Asia yang merespon pelemahan bursa saham AS karena indeks manufakturnya turut menurun seperti halnya yang terjadi pada China dan zona Eropa.
Sempat di bawa turun menjauhi level 4.700, IHSG akhirnya dapat kembali terangkat ke level tersebut setelah sektor perdagangan dan keuangan berbalik menghijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 4.712,77 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.694,25 di mid sesi 2 dan berakhir di level 4.703,09.
"Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell," papar Reza.
Dari luar negeri, rilis penurunan markit manufacturing PMI AS yang lebih rendah dari sebelumnya memberikan imbas negatif bagi laju bursa saham Asia. Pelaku pasar memanfaatkan penguatan sehari sebelumnya untuk melakukan profit taking.
Padahal, sehari sebelumnya juga dirilis indeks HSBC manufacturing PMI China yang lebih rendah namun, tidak membuat laju bursa saham Asia, terutama China terkoreksi. Di sisi lain, laju bursa saham utama Asia sempat menguat setelah merespon positif terhadap akselerasi reformasi pada BUMN China, namun tertutupi aksi jual tersebut.
Stabilnya business confidence Perancis; retail price index dan inflasi Inggris; serta perkiraan kenaikan data consumer confidence AS memberikan sentimen positif, sehingga laju bursa saham Eropa pun dapat kembali menguat.
Di sisi lain, meski rilis data IFO business climate Jerman dan PPI Spanyol menunjukkan penurunan, namun dapat diimbangi dengan sentimen-sentimen positif tersebut. Rilis kenaikan Richmond Fed manufacturing index dan stabilnya case-shiller home price MoM AS mampu memberikan sentimen positif bagi laju bursa saham AS.
Sentimen positif kian bertambah dengan turunnya indeks VIX dan menguatnya data Redbook. Rilis penurunan chain stores sales, new home sales dan house price index dapat diimbangi dengan aksi beli yang merespon sentimen positif tersebut.
(rna)
Lihat Juga :