Rupiah diprediksi bakal terapresiasi
Rabu, 26 Maret 2014 - 08:40 WIB
Rupiah diprediksi bakal terapresiasi
A
A
A
Sindonews.com - Laju rupiah masih dalam tren kenaikannya meski dibayangi pelemahan pada bursa saham. Laju rupiah melewati kisaran level resisten Rp11.378 per USD. Rentang rupiah hari ini mengacu kurs Bank Indonesia (BI) di kisaran Rp11.368-11.342 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini, terutama ditopang turut terapresiasinya mata uang negara-negara emerging market, yang mersepon penguatan yang terjadi pada mata uang yuan, China.
"Menguatnya beberapa mata uang emerging market yang terimbas terapresiasinya Yuan meski ekonomi China dinilai masih dalam perlambatan memberikan sentimen positif bagi penguatan lanjutan rupiah," kata Reza., Rabu (26/3/2014).
Padahal, lanjut Reza, yuan sempat melemah karena sentimen tersebut, namun dapat terangkat meski tipis setelah PboC menaikkan reference rate yuan sebanyak 0,04 persen ke level 6,1426 per USD.
"Terapresiasinya rupiah juga didukung kenaikan rupee seiring harapan positif pemilu dan kenaikan poundsterling setelah BoE memberi sinyal potensi kenaikan suku bunga," pungkas dia.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.357 per USD atau menguat 27 poin dibanding penutupan Senin (24/3/2014) di level Rp11.384 per USD.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.393 per USD. Posisi ini terdepresiasi 13 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.380 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini, terutama ditopang turut terapresiasinya mata uang negara-negara emerging market, yang mersepon penguatan yang terjadi pada mata uang yuan, China.
"Menguatnya beberapa mata uang emerging market yang terimbas terapresiasinya Yuan meski ekonomi China dinilai masih dalam perlambatan memberikan sentimen positif bagi penguatan lanjutan rupiah," kata Reza., Rabu (26/3/2014).
Padahal, lanjut Reza, yuan sempat melemah karena sentimen tersebut, namun dapat terangkat meski tipis setelah PboC menaikkan reference rate yuan sebanyak 0,04 persen ke level 6,1426 per USD.
"Terapresiasinya rupiah juga didukung kenaikan rupee seiring harapan positif pemilu dan kenaikan poundsterling setelah BoE memberi sinyal potensi kenaikan suku bunga," pungkas dia.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.357 per USD atau menguat 27 poin dibanding penutupan Senin (24/3/2014) di level Rp11.384 per USD.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berada pada level Rp11.393 per USD. Posisi ini terdepresiasi 13 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.380 per USD.
(rna)