AP II catat penurunan laba bersih 15,6% di 2013
Rabu, 26 Maret 2014 - 11:38 WIB
AP II catat penurunan laba bersih 15,6% di 2013
A
A
A
Sindonews.com - PT Angkasa Pura (AP) II sepanjang 2013 mencatat laba bersih Rp1,03 triliun atau lebih rendah 15,6 persen dibandingkan 2012 sebesar Rp1,22 triliun.
Penurunan laba bersih, diantaranya disebabkan peningkatan beban usaha yang salah satunya karena dilakukannya pengembangan di sejumlah bandara. Beban usaha pada 2013 tercatat Rp2,94 miliar atau lebih tinggi dibandingkan 2012 senilai Rp2,52 miliar.
"Kami membangun terminal baru di beberapa bandara seperti di Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Riau, dan juga Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S. Sunoko dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (26/3/2014).
Kendati demikian, perseroan membukukan pendapatan usaha Rp4,2 triliun atau meningkat sekitar 5,2 persen dibandingkan 2012 senilai Rp3,99 triliun. Pendapatan perseroan sebesar 67 persen berasal dari bisnis aeronautika, seperti tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U), biaya pendaratan pesawat dan pemakaian garbarata atau aviobridge.
Sementara sekitar 31 persen berasal dari pendapatan nonaeronautika, seperti sewa ruang, konsesi, reklame dan lainnya. Adapun bisnis kargo berkontribusi sebesar 2 persen ke pendapatan perseroan. Tri mengatakan, meningkatnya pendapatan usaha ditopang pertumbuhan penumpang pesawat sepanjang tahun lalu.
Total pertumbuhan pergerakan penumpang di 13 bandara AP II sebesar 5 persen atau dari 82,01 juta pergerakan pada 2012 menjadi 86,34 juta pergerakan pada 2013.
"Pergerakan pesawat di bandara-bandara yang kami kelola juga mengalami peningkatan 6 persen, di mana pada 2012 sebanyak 611,930 pergerakan dan pada 2013 mencapai 647,343 pergerakan," jelas Tri.
Penurunan laba bersih, diantaranya disebabkan peningkatan beban usaha yang salah satunya karena dilakukannya pengembangan di sejumlah bandara. Beban usaha pada 2013 tercatat Rp2,94 miliar atau lebih tinggi dibandingkan 2012 senilai Rp2,52 miliar.
"Kami membangun terminal baru di beberapa bandara seperti di Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Riau, dan juga Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S. Sunoko dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (26/3/2014).
Kendati demikian, perseroan membukukan pendapatan usaha Rp4,2 triliun atau meningkat sekitar 5,2 persen dibandingkan 2012 senilai Rp3,99 triliun. Pendapatan perseroan sebesar 67 persen berasal dari bisnis aeronautika, seperti tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U), biaya pendaratan pesawat dan pemakaian garbarata atau aviobridge.
Sementara sekitar 31 persen berasal dari pendapatan nonaeronautika, seperti sewa ruang, konsesi, reklame dan lainnya. Adapun bisnis kargo berkontribusi sebesar 2 persen ke pendapatan perseroan. Tri mengatakan, meningkatnya pendapatan usaha ditopang pertumbuhan penumpang pesawat sepanjang tahun lalu.
Total pertumbuhan pergerakan penumpang di 13 bandara AP II sebesar 5 persen atau dari 82,01 juta pergerakan pada 2012 menjadi 86,34 juta pergerakan pada 2013.
"Pergerakan pesawat di bandara-bandara yang kami kelola juga mengalami peningkatan 6 persen, di mana pada 2012 sebanyak 611,930 pergerakan dan pada 2013 mencapai 647,343 pergerakan," jelas Tri.
(rna)
Lihat Juga :