Enam bandara AP II masih rugi
Rabu, 26 Maret 2014 - 11:45 WIB
Enam bandara AP II masih rugi
A
A
A
Sindonews.com - Operator bandara PT Angkasa Pura (AP) II sepanjang tahun lalu mencatat bahwa dari 13 bandara yang dikelola, enam diantaranya masih mengalami rugi.
Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S Sunoko mengatakan, enam bandara yang masih mengalami kerugian, yaitu bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin (Palembang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang) dan Sultan Thaha (Jambi).
"Sepanjang tahun lalu ada enam bandara yang mengalami rugi, sedangkan bandara yang paling besar mengalami kerugian berada di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, dengan rugi Rp27,32 miliar," kata Tri dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (26/3/2014).
Bandara lain yang juga masih mengalami kerugian adalah Bandara Minangkabau (Padang) dengan kerugian sebesar Rp10,12 miliar, Sultan Mahmud Badaruddin (Palembang) rugi Rp9,9 miliar, Halim Perdanakusuma (Jakarta) rugi Rp14,1 miliar, Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang) rugi Rp18,11 miliar dan Sultan Thaha (Jambi) rugi Rp4,12 miliar.
Adapun dari dari bandara-bandara yang dikelola perseroan, bandara yang sudah menghasilkan keuntungan, yakni Soekarno-Hatta (Tangerang) sekitar Rp2,1 triliun, lalu Kualanamu (Medan) Rp71 miliar, Husein Sastranegara (Bandung) Rp22,85 miliar, Supadio (Pontianak) Rp13,24 miliar, Depati Amir (Pangkal Pinang) Rp801 juta dan Sultan Syarief Kasim II (Pekanbaru) Rp16,3 miliar.
Seperti diketahui, sepanjang 2013 membukukan pendapatan usaha Rp4,2 triliun atau meningkat sekitar 5,2 persen dibandingkan dengan 2012 sebesar Rp3,99 triliun. Namun, perseroan mencatat penurunan laba bersih karena meningkatnya beban. Laba menyusut sebesar 15,6 persen menjadi Rp1,03 triliun dibandingkan 2012 sebesar Rp1,22 triliun.
Direktur Utama Angkasa Pura II Tri S Sunoko mengatakan, enam bandara yang masih mengalami kerugian, yaitu bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin (Palembang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang) dan Sultan Thaha (Jambi).
"Sepanjang tahun lalu ada enam bandara yang mengalami rugi, sedangkan bandara yang paling besar mengalami kerugian berada di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, dengan rugi Rp27,32 miliar," kata Tri dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (26/3/2014).
Bandara lain yang juga masih mengalami kerugian adalah Bandara Minangkabau (Padang) dengan kerugian sebesar Rp10,12 miliar, Sultan Mahmud Badaruddin (Palembang) rugi Rp9,9 miliar, Halim Perdanakusuma (Jakarta) rugi Rp14,1 miliar, Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang) rugi Rp18,11 miliar dan Sultan Thaha (Jambi) rugi Rp4,12 miliar.
Adapun dari dari bandara-bandara yang dikelola perseroan, bandara yang sudah menghasilkan keuntungan, yakni Soekarno-Hatta (Tangerang) sekitar Rp2,1 triliun, lalu Kualanamu (Medan) Rp71 miliar, Husein Sastranegara (Bandung) Rp22,85 miliar, Supadio (Pontianak) Rp13,24 miliar, Depati Amir (Pangkal Pinang) Rp801 juta dan Sultan Syarief Kasim II (Pekanbaru) Rp16,3 miliar.
Seperti diketahui, sepanjang 2013 membukukan pendapatan usaha Rp4,2 triliun atau meningkat sekitar 5,2 persen dibandingkan dengan 2012 sebesar Rp3,99 triliun. Namun, perseroan mencatat penurunan laba bersih karena meningkatnya beban. Laba menyusut sebesar 15,6 persen menjadi Rp1,03 triliun dibandingkan 2012 sebesar Rp1,22 triliun.
(rna)
Lihat Juga :