Pefindo gaet CIC Japan kembangkan biro kredit swasta
Rabu, 26 Maret 2014 - 12:19 WIB
Pefindo gaet CIC Japan kembangkan biro kredit swasta
A
A
A
Sindonews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) saat ini tengah mengembangkan biro kredit swasta yang baru akan berjalan di Indonesia. Untuk itu, Pefindo menggandeng mitra strategis seperti Credit Information Center (CIC) Corp Japan dalam rangka pengembangan sistem biro kredit ini.
Dewan Komisaris I Pefindo, Djoko Sarwono mengungkapkan, pemilihan CIC Corp sebagai partner dalam mengembangkan biro kredit, karena CIC dianggap memiliki kredibilitas yang baik dalam pengelolaan data dan informasi.
"Saya sendiri mengunjungi kantor besarnya dan saya kagum pusat IT di sana, karena security-nya bukan main. Bagaimana mereka jaga kerahasiaan data, bahkan direktur sekalipun tidak boleh sembarangan masuk ke wilayah itu. Padahal, istilahnya IT itu berada di bawah direktur. Buka pintu gerbang pun harus pakai sidik mata dengan dua hingga tiga orang," ungkapnya, Rabu (26/3/2014).
Dia menuturkan, kepemilikan saham CIC Corp di biro kredit Pefindo ini dibatasi Bank Indonesia (BI) hanya 20 persen. "Jadi kalau di-calculate, untuk elemen asing sebenarnya terlalu sedikit juga untuk partner saya CIC ini," imbuhnya.
Selain itu, Djoko juga mengungkapkan keterbukaannya untuk perusahaan perbankan yang berminat untuk bermitra dengan Pefindo dalam mengembangkan biro kredit swasta.
"Kalau ada kemungkinan perbankan jadi partner strategis, kita masih bisa buka pintu yang signifikan, dan kita perlu," pungkas dia.
Dewan Komisaris I Pefindo, Djoko Sarwono mengungkapkan, pemilihan CIC Corp sebagai partner dalam mengembangkan biro kredit, karena CIC dianggap memiliki kredibilitas yang baik dalam pengelolaan data dan informasi.
"Saya sendiri mengunjungi kantor besarnya dan saya kagum pusat IT di sana, karena security-nya bukan main. Bagaimana mereka jaga kerahasiaan data, bahkan direktur sekalipun tidak boleh sembarangan masuk ke wilayah itu. Padahal, istilahnya IT itu berada di bawah direktur. Buka pintu gerbang pun harus pakai sidik mata dengan dua hingga tiga orang," ungkapnya, Rabu (26/3/2014).
Dia menuturkan, kepemilikan saham CIC Corp di biro kredit Pefindo ini dibatasi Bank Indonesia (BI) hanya 20 persen. "Jadi kalau di-calculate, untuk elemen asing sebenarnya terlalu sedikit juga untuk partner saya CIC ini," imbuhnya.
Selain itu, Djoko juga mengungkapkan keterbukaannya untuk perusahaan perbankan yang berminat untuk bermitra dengan Pefindo dalam mengembangkan biro kredit swasta.
"Kalau ada kemungkinan perbankan jadi partner strategis, kita masih bisa buka pintu yang signifikan, dan kita perlu," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :